124 Kapal di Danau Toba Sudah Dilakukan Ramp-Check

SIMALUNGUN (Paradiso) – Usung bulan tertib keselamatan pelayaran di Danau Toba, tim Ad Hoc Kementerian Perhubungan (Kemenhub) gencar melakukan evaluasi dan pengawasan, salah satunya dengan pelaksanaan ramp-check. “Sampai dengan Jumat (29/6), jumlah kapal yang sudah dilakukan ramp-check sebanyak 124 unit,” ujar Arief Mulyanto, Kasubdit Angkutan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat selaku ketua tim Ad-Hoc di Parapat, Sumatera Utara (30/6).

Data dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, di kawasan Danau Toba terdapat 215 unit kapal (lebih dari 7 GT), 34 lokasi pelabuhan, dengan total sebanyak 43 trayek.

“Ramp-check dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan kapal serta pelabuhan,” jelas Arief.

Dari pelaksanaan ramp-check tersebut, Arief memaparkan hasil temuannya, antara lain, masih banyak kapal yang beroperasi tanpa membawa dokumen lengkap dan dipersyaratkan, nakhoda masih ada yang belum memiliki sertifikat kecakapan, kapal belum dilengkapi alat komunikasi radio, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dipersyaratkan, informasi penggunaan peralatan keselamatan, dan belum seluruh kapal dilengkapi dengan alat pengeras suara.

“Selain itu, kita temukan bahwa memang semua kapal memiliki life jacket, namun jumlahnya tidak sesuai dengan kapasitas penumpang. Penempatannya juga sulit dijangkau oleh penumpang dan diikat dengan simpul mati. Dan pada saat berada di atas kapal, penumpang juga tidak diarahkan untuk menggunakan life jacket,” kata Arief.

Terkait aspek prasarana di Danau Toba, Arief mengungkapkan bahwa titik keberangkatan kapal tersebar pada lokasi-lokasi dengan fasilitas yang minim dan tidak memenuhi standar. “Jumlah petugas pos pelabuhan juga sangat terbatas dan tempat pendataan manifest belum tersedia,” tambahnya.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, tim ramp-check yang terdiri dari Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, Pemda Dishub Prov. Sumatera Utara, Pemda Dishub Kab. setempat, dan PT. Biro Klasifikasi Indonesia telah memberikan solusi antara lain dengan membagikan lembaran daftar penumpang dan kendaraan (manifest) kepada operator kapal. Daftar manifest tersebut harus dibuat pada saat sebelum kapal diberangkatkan.

Ke depannya, tim akan terus melanjutkan kegiatan ramp-check kapal, menempatkan petugas Tim Ramp-check di pelabuhan untuk membantu dan mensosialisasikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, melakukan pembagian life jacket, diklat petugas Syahbandar / operator termasuk penataan titik keberangkatan kapal.

Bulan Tertib Keselamatan Diterapkan

Kemenhub segera menerapkan Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba. Operasi tersebut dilakukan guna memperbaiki dan menyelesaikan masalah angkutan sungai dan danau dari segala aspek.

Operasi ini akan dilakukan selama satu bulan, dimulai dari minggu depan tanggal 2 Juli 2018. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba ini sudah dikoordinasikan dengan TNI, Polri dan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan melalui surat yang dikirim oleh Menteri Perhubungan.

“Kementerian Perhubungan menetapkan Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba selama satu bulan. Menhub sudah membuat instruksi untuk semua lembaga baik di bawah Kemenhub maupun lembaga lain yang terkait hal tersebut untuk ikut mengawasi dan berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk menjamin keselamatan pelayaran, tidak hanya terpusat di Danau Toba saja tapi juga keselamatan pelayaran di tempat-tempat lain,” ujar Dirjen Budi di Parapat, Sumatera Utara, Sabtu (30/6).

Lebih lanjut, Budi menyampaikan output dari Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba ini dapat memperbaiki administrasi dan kelayakan kapal. Jangan sampai aspek penting keselamatan ini kalah dengan kondisi yang sudah ada dari lama.

“Ini semacam operasi, namun operasi yang tidak direncanakan dan baru dilaksanakan minggu depan. Meski demikian kita harus lakukan hal tersebut demi keselamatan dan keamanan pelayaran.” kata Budi.

“Dari mulai nahkodanya dan masyarakat sama semua harus bergerak menjadi lebih baik. Dinamikanya dibebankan ke semua pihak terkait,” sambungnya

Operasi Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba ini tidak hanya berhenti pada batas waktu satu bulan tersebut. Penertiban itu dapat dilanjutkan apabila dalam sebulan masih ada hal yang belum terselesaikan. Juga bertujuan untuk aktualisasi dan implementasi kegiatan-kegiatan yang sudah diterapkan dalam kurun waktu satu bulan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.