2.000 Wisatawan Akan Meriahkan ASPAC 2014 di Bali

Asia Pacific HashDenpasar (Paradiso) – Sekitar 2.000 wisatawan penggemar petualangan dari 18 negara memeriahkan acara bertajuk “Asia Pacific Hash (ASPAC) 2014” di Bali mulai pada 8 Mei mendatang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu di Denpasar mengatakan mereka itu nantinya akan mengunjungi tempat pariwisata alam, peninggalan sejarah, menikmati kuliner tradisional hingga menginap di rumah-rumah penduduk. Yang jelas para hasher (pejalan kaki) memang memiliki kegemaran untuk blusukan ke desa-desa mencari pengalaman yang unik sembari berwisata dan berolahraga.

“Kegiatan yang lengkapnya bertajuk Wonderful Adventure Indonesia: Asia Pacific Hash (WAI: ASPAC 2014) itu merupakan inisiatif dari Kemenparekraf yang dipandang dapat memberikan efek ganda pariwisata yang luas bagi masyarakat, berkaca dari kesuksesan pelaksanaan International Hash di Borobudur, Jawa Tengah pada 2012,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan dari 8-13 Mei 2014 itu, tidak hanya dilangsungkan di Bali, melainkan juga di Lombok, NTB, Labuan Bajo, dan Pulau Komodo, NTT. Khusus untuk di Bali, acara tersebut digelar pada 8-10 Mei 2014. Para peserta akan mengunjungi dan menjelajahi kawasan Pantai Sanur (Kota Denpasar), Sangeh (Kabupaten Badung), Taman Makam Pahlawan Margarana (Kabupaten Tabanan), Tampaksiring (Kabupaten Gianyar), dan Goa Lawah (Kabupaten Klungkung). Rute yang ditempuh ada tiga variasi, yakni 5 kilometer, 7 kilometer, dan 12 kilometer.

Adapun 18 negara yang mendaftar untuk kegiatan tersebut yakni Australia, Austria, Brunei Darussalam, Tiongkok, Denmark, Belanda, Inggris, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, dan Inggris.

“Wisatawan dengan minat khusus seperti itu akan lebih menguntungkan karena mereka lama tinggalnya di Bali biasanya hingga tiga minggu dengan rata-rata pengeluaran selama berwisata mencapai US$3.000 per wisatawan. Bayangkan 2.000 orang yang menjadi peserta ASPAC, tinggal dikalikan saja. Kalau wisman umum biasanya hanya menghabiskan US$1.140,” kata Mari.

Sementara itu, Ketua Panitia ASPAC 2014 Supriyadi menambahkan ada hal unik yang akan ditampilkan para hasher pada acara pembukaan yakni semua peserta akan menggunakan pakaian wanita berwarna merah (red dress).

“Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pengumpulan dana yang hasilnya akan disumbangkan ke pura, panti asuhan ataupun banjar (dusun) di Bali. Meskipun menggunakan kostum merah, kami tegaskan tidak ada unsur politik sama sekali,” katanya.

Pada rapat itu, juga disampaikan kesanggupan beberapa pemerintah kabupaten/kota di Bali untuk ikut mengalokasikan anggarannya menyukseskan acara ASPAC 2014. Kemenparekraf mengalokasikan dana mencapai Rp3 miliar dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp6 miliar. (*/ant)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.