2013, Wisatawan Masuk Indonesia Tercatat 8,8 Juta

Wisatawan Eropa nikmati naik becak keliling Yogyakarta.
Wisatawan Eropa nikmati naik becak keliling Yogyakarta.

Jakarta (Paradiso) – Indonesia dikunjungi 8.802.129 wisatawan mancanegara (wisman) atau tumbuh 9,42 persen selama 2013 dengan perolehan devisa sebesar 10,05 miliar dolar AS.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan, tingginya capaian target sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) sepanjang tahun 2013 semakin menguatkan bahwa prospek Parekraf yang semakin besar pada 2014.

“Tahun 2013 sektor pariwisata meraih kunjungan 8.802.129 wisman atau tumbuh 9,42 persen, ini melampaui target yang kita tetapkan sebesar 8,7 juta orang,” ujar Mari Pangestu dalam siaran persnya.

Sedangkan sektor ekonomi kreatif tumbuh 5,76 persen atau di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar  5,74 persen. Pihaknya mencatat pada 2013 kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai Rp 641,8 triliun atau sebesar 7 persen pada PDB nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenparekraf mencatat dalam dua bulan terakhir November dan Desember 2013 kunjungan wisman mencapai rekor tertinggi masing-masing sebesar 807.422 dan 860.655 wisman. “Kunjungan wisman pada Desember 2013 tumbuh 12,22 persen dibandingkan Desember 2012 hanyalah berjumlah 766.966 wisman,” katanya.

Sementara berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman pada Desember 2013 dibandingkan Desember 2012 yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu Arab Saudi sebesar 39,37 persen, Bahrain 36,11 persen, Uni Emirat Arab 35,59 persen, Mesir 25,93 persen, dan Hongkong 23,42 persen.

Semula perkiraan kunjungan wisman 2013, diprediksikan hanya sebesar 8.637.275 wisman atau tumbuh 7,37 persen. “Ternyata pariwisata 2013 tumbuh jauh lebih tinggi mencapai 9,42 persen. Capaian ini pertanda sektor pariwisata dan ekonomi kreatif 2014 semakin cerah,” kata Mari.

Gencar Promosi ke Mancanegara

Mari Pangestu menjelaskan, pada awal 2014 pemerintah melakukan kegiatan promosi pariwisata ke mancanegara. “Pada awal tahun di antaranya kami berpartisipasi dalam Tournament of Roses (ToR) 2014 di Pasadena, Amerika Serikat yang berlangsung pada 1  Januari 2014,” katanya. Pada event tahunan ini Indonesia meraih penghargaan  “Director’s Trophy”.

Mari menambahkan, Indonesia juga berpartisipasi di Vakantiebeurs 2014 yang merupakan ajang promosi pariwisata terbesar di Belanda yang digelar di Kota Utrecht pada 14 – 19 Januari 2014.

Sementara pada forum ATF 2014 di Kuching Malaysia, pelaku pariwisata Indonesia ambil bagian dalam bursa pariwisata TRAVEX (Travel Exchange) yang diikuti 879 sellers dari 353 perusahaan dari 10 negara ASEAN termasuk Indonesia dengan mendatangkan sebanyak 462 buyers dari 54 negara.

Selain itu, untuk meningkatkan kunjungan wisman, pemerintah bersama stakeholder berusaha meningkatkan konektivitas penerbangan langsung dari negara sumber wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi pariwisata di Indonesia. Ia mencontohkan, seperti yang dilakukan Hainan Airlines dengan membuka rute baru Beijing-Denpasar Bali mulai 15 Januari  2014.

“Semakin banyak penerbangan langsung akan mendorong meningkatnya kunjungan wisman, hal ini karena lebih dari 65 persen wisman yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara,” katanya.

Mari mengatakan, China merupakan salah satu fokus pasar, yang tahun ini ditargetkan sebanyak 970.000 wisman untuk datang ke Indonesia.

Prospek Pariwisata ASEAN Makin Cerah

Mari Pangestu juga mengatakan mengatakan prospek pariwisata ASEAN termasuk Indonesia ke depan semakin cerah dengan pertumbuhan sekitar 10,3 persen pada 2013. Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian (PDB) negara-negara ASEAN termasuk Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung sekitar 8-9 persen dan menciptakan 1 dari 11 pekerjaan.

“Prospek pariwisata di wilayah ASEAN termasuk Indonesia, seperti disampaikan UNWTO, ke depan semakin cerah dengan pertumbuhan sekitar 10,3 persen pada 2013,” kata Mari.

Kinerja pariwisata yang baik di masing-masing negara ASEAN, menurut Mari, disebabkan oleh berbagai faktor antara lain perbaikan infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk perluasan low cost carriers; peningkatan daya beli di kawasan Asia; penyempurnaan dan fasilitasi visa; maupun kerja sama intra-ASEAN. Kerja sama intra-ASEAN tersebut memberikan kontribusi 46 persen kunjungan wisman ke ASEAN dan negara mitra utama China, Jepang, Korea dan India.

Sementara negara Asia lainnya memberikan kontribusi 32 persen wisman ke wilayah ASEAN.   Menurut UN-WTO selama periode 2005-2012 pertumbuhan wisatawan (inbound) dunia per wilayah tertinggi adalah ASEAN sebesar 8,3 persen atau di atas pertumbuhan pariwisata global sebesar 3,6 persen.

Sedangkan  kontribusi ASEAN terhadap  pariwisata global mencapai 7,5 persen atau sebesar 90,2 juta wisatawan. “Ini artinya UN-WTO melihat bahwa prospek pariwisata ASEAN  ke depan semakin cerah dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10,3 persen pada 2030 mendatang,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan World Travel and Tourism Council (WTTC) yang memperkirakan pemberlakuan kebijakan kemudahaan visa (visa facilitation) dapat menambah kunjungan wisatawan sebesar 6-10 juta orang ke ASEAN pada 2016, dan akan mendongkrak peningkatan pendapatan sebesar 7- 10 juta dolar AS. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.