2014 Dipenuhi Agenda MICE Politik

Yanti Sukamdani
Yanti Sukamdani

Jakarta (Paradiso) – Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) optimistis bila Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mencapai target kunjungan 9,2 juta wisman tahun depan. Meski diakui, akan ada beberapa tantangan untuk mencapainya, antara lain Pemilu dan bulan puasa.

Tahun 2014, tak hanya pemilihan umum (Pemilu) yang bisa menjadi tantangan untuk mencapai target kunjungan wisman 9,2 juta orang. “Pada 2014, bulan puasa jatuh pada bulan Juli, saatnya peak season. Ini bisa menjadi tantangan untuk meningkatkan jumlah wisman,” kata Yanti Sukamdani, Ketua BPPI.

Meski begitu, ia optimistis bulan puasa yang jatuh pada saat wisatawan asing biasa ramai datang itu tak akan berpengaruh banyak pada kunjungan mereka. “Mudah-mudahan, tingkat hunian hotel masih tinggi meski bulan puasa jatuh pada saat peak season,” imbuhnya.

Apalagi di 2014, ujarnya, akan semakin banyak maskapai yang membuka rute baru, juga dibukanya bandara-bandara baru di daerah. “Hal ini bisa meningkatkan jumlah wisman dan wisnus,” tambahnya.

Sementara mengenai Pemilu, ia yakin tak akan membuat wisatawan mancanegara takut datang ke Indonesia, mengingat tak pernah ada sejarah bahwa Pemilu di negara ini berujung kerusuhan. “Pemilu justru bisa meningkatkan perjalanan wisnus karena akan banyak meeting di daerah, hotel-hotel akan penuh acara MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition-red),” jelasnya.

Garap Pasar Asia Pacifik

China, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman menjadi prioritas kegiatan promosi pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2014. Hal sama juga dilakukan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), hanya dengan sasaran yang sedikit berbeda.

“Untuk tahun depan, kami akan memprioritaskan promosi ke China dan Korea Selatan, tapi mengambil kota keduanya,” kata Yanti.

BPPI tidak hanya akan mempromosikan Indonesia ke kota-kota utama China dan Korea Selatan, seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou melainkan ke kota-kota lain di sekitarnya. “Kita ambil secondary cities-nya. Korea Selatan juga begitu, yang diambil bukan Seoul, tapi Busan, sebagai secondary cities,” jelas Yanti.

Hal ini dilakukan untuk menambah variasi wisatawan selain menambah jumlah wisatawan yang akan datang ke Indonesia. Untuk tahun depan, Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 9,2 juta orang. (bowo)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.