2016, Devisa Kunjungan Wisman Diproyeksikan Rp 172 Triliun

Jakarta (Paradiso) – Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2016 sebesar 12 juta orang, dengan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 172 triliun. Sementara jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan diproyeksikan sebesar Rp 223,6 triliun.

“Dari target 2016, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional diproyeksikan akan meningkat menjadi 5% dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja. InsyaAllah target ini bisa tercapai, untuk itu kita harus kerja lebih keras lagi,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers laporan akhir tahun 2015 di Jakarta, Rabu (30/12)

Menteri melanjutkan jika dilihat dari benchmarking atau perbandingan) dengan negara tetangga, terlihat jelas potensi pariwisata Indonesia bisa dioptimalkan dalam beberapa tahun ke depan. Diantaranya meluncurkan branding Wonderful Indonesia yang akan dipublikasikan di penjuru dunia.

Selain itu, sambung mantan CEO Telkom, event advertising dan selling melibatkan para pelaku bisnis pariwisata. Menetapkan 10 destinasi wisata Indonesia yang difokuskan untuk dipromosikan di dalam dan luar negeri.

Ada 10 yang menjadi prioritas, yakni Festival Grebeg Sudiro, Dukungan Wisata Religi Dzikir Nasional, Gerhana Matahari Total, Festival Tambora, Festival Kuliner Nusantara, Lake Toba Ultra, Tour de Singkarak, Jakarta Marathon, Bono Surfing Expedition dan Musi Triboatton

Tahun 2016, lanjut menteri, Indonesia akan mengikuti kegiatan pameran di antaranya; ITB Berlin, WTM London, WTM Dubai, CTM China, NATAS Singapore, MATTA Malaysia, JATA Jepang, Korea, Australia maupun pameran pariwisata Internasional yang bersifat minat khusus seperti DEMA show, Cruise Shipping, Boot Dusseldorf, GOLF, dan MICE.

Juga memperkenalkan destinasi pariwisata dan paket-paket wisata terbaru di Indonesia. “Kami juga melakukan misi penjualan ke kota-kota besar di sejumlah negara sebagai sumber wisman utama di antaranya; wilayah Asia Tenggara, wilayah Asia Pasifik, dan wilayah Eropa, Timteng, Afrika dan Amerika Utara (Amterdam, Paris, Frankfurt, Johannesburg, Dubai, Jeddah, Moskow),” ucapnya serius.

Kegiatan sales mission tersebut dalam rangka meningkatkan penjualan paket-paket wisata serta meningkatkan rasa percaya diri para industri pariwisata nasional karena kehadiran pemerintah bersama-sama para pelaku bisnis akan memberikan kepercayaan yang lebih dari para buyers mancanegara, lontar Menteri Pariwisata.

Kegiatan lain, tambah dia, menyelenggarakan familiarization trip untuk mengenalkan dan mempromosikan obyek wisata dengan mengundang para pemangku kepentingan pariwisata mancanegara dengan mengunjungi destinasi wisata di seluruh Indonesia dalam rangka seeing is believing.

Ditambahkan, promosi berbagai negara pun juga terus digalakan. Tak ketinggalan, Kemenpar terus membujuk Garuda Indonesia untuk membuka penerbangan langsung dari Tiongkok, yang membuka direct flight Shanghai-Denpasar di awal tahun 2016.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkanĀ  capaian sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari hingga Oktober mencapai 8,01 juta kunjungan. Jumlah tersebut tumbuh 3,38% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 yang mencapai angka 7,75 juta kunjungan.

Dengan pencapaian tersebut, jumlah kunjungan hingga akhir tahun diproyeksikan akan mencapai 10,01 juta kunjungan atau tumbuh 5,81%. Proyeksi itu didukung oleh estimasi kunjungan wisman pada November dan Desember masing-masing akan mencapai 800.000 kunjungan dan 1,2 juta kunjungan.

Di sisi lain, proyeksi kunjungan hingga akhir tahun akan menghasilkan devisa sebesar US$11,9 miliar atau setara Rp163 triliun, dengan rara-rata lama tinggal wisman selama berlibur adalah 8,5 hari dengan pengeluaran sebanyak US$1.109 per wisman per kunjungan, sambungnya.

Sementara Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang 2015 diproyeksikan mencapai 255,05 juta perjalanan atau di atas target yang ditetapkan sebanyak 255 juta perjalanan. Capaian sementara jumlah perjalanan wisnus sebanyak 208 juta perjalanan, sedangkan estimasi pada November dan Desember masing-masing mencapai 22,5 juta dan 27,5 juta perjalanan.

Dari proyeksi total jumlah perjalanan pada tahun ini, total uang yang dibelanjakan mencapai Rp224,68 triliun dengan perhitungan pengeluaran per perjalanan setiap wisnus sebesar Rp880.925. (endy)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.