45 Negara Resmi Bebas Visa masuk ke Indonesia

Jakarta (Paradiso) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, keputusannya memberikan bebas visa kunjungan bagi wisatawan asal 45 negara sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 akan memperbesar jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia.

“Jadi diharapkan dengan bebas visa ini, wisatawan yang datang ke kita akan semakin besar, dan tahun 2019 diharapkan jumlah wisman yang datang ke Bali sekitar 10 juta. Karena target nasional double. Bali sekarang 4 juta, double saya 9 juta,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membacakan sambutan Presiden Jokowi pada pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-37, di Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Bali, Sabtu (13/6).

Arief Yahya membuka pesta kesenian itu mewakili Presiden Joko Widodo yang semula dijadwalkan akan membuka, namun akhirnya berhalangan hadir.

Terkait penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali, Arief Yahya mengemukakan, kebudayaan sampai batas-batas tertentu ditampilkan untuk kemudian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Artinya, pembangunan kebudayaan akan memperkuat pembangunan pariwisata dan pembangunan pariwisata akan memperkuat pembangunan kebudayaan. “Itu yang saat ini dikenal dengan cultural industry,” ungkapnya.

pkb baliMenurutnya, Bali mempunyai potensi yang sangat besar untuk cultural industry ini, dan ia meyakini Bali dapat mengalahkan dunia dalam hal cultural industry ini.

Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengemukakan, Pesta Kesenian Bali  adalah agenda rutin tahunan yang merupakan puncak apresiasi bagi seniman Bali sekaligus wahana komunikasi antar seniman yang sangat dinanti-nantikan masyarakat.

“PKB ini akan berlangsung sebulan penuh, dari tanggal 13 Juni sampai 11 Juli 2015. Lima materi pokok kegiatan, yaitu pawai, pagelaran, lomba atau parade, pameran, dan saresehan. Didukung oleh sekitar 15.000 orang seniman,” kata Pastika.

Selain Bali, dalam PKB ke-37 ini juga akan tampil juga kebudayaan dari daerah lain seperti Banten, Jakarta, Jogjakarta, Kaltim, Gorontalo, Sulbar, NTT, Lampung Barat, Bantul, Cirebon, Magelang, Surakarta, Bima, dan Balikpapan. Dari luar negeri yaitu Amerika Serikat (AS), Jepang, India, Australia, dan Timor Leste.

Acara pembukaan PKB ke-37 dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Dubes India, Forkompimda Bali, seluruh Bupati dan Walikota se-Bali, serta para konsul dan perwakilan dari negara sahabat.

Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015

Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan dikeluarkan untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara lain, serta untuk memberikan manfaat dalam pembangunan.

Bunyi Pasal 2 Perpres tersebut bebas visa kunjungan diberikan kepada orang asing warga negara dari negara tertentu dan pemerintah wilayah administrasi khusus dari negara tertentu dengan memperhatikan asas timbal balik dan asas manfaat

Menurut aturan ini, orang asing atau warga negara dari negara tertentu dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan untuk masuk wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan wisata. Selain itu, orang asing dari negara tertentu sebagaimana dimaksud dapat masuk ke Wilayah Indonesia melalui tempat pemeriksaan imigrasi tertentu.

“Orang asing sebagaimana dimaksud diberikan izin tinggal kunjungan untuk waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari, dan tidak dapat diperpanjang atau dialih statuskan menjadi izin tinggal lainnya,” bunyi 4 Ayat (1,2) Perpres tersebut.

bunyi Pasal 6 Ayat (3), orang asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.

Dengan berlakunya Perpres No. 69 Tahun 2015 ini, maka Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 dicabut, dan dinyatakan tidak berlaku. “Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 9 Perpres No. 69 Tahun 2015.

Dalam lampiran Perpres tersebut dicantumkan nama-nama 30 negara yang dinyatakan bebas visa kunjungan untuk tempat pemeriksaan imigrasi tertentu, yaitu China, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

Sementara tempat pemeriksaan imigrasi tertentu yang bebas memberikan visa kunjungan kepada orang asing dari negara tersebut adalah Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kuala Namu (Medan), Juanda ( Surabaya), Hang Nadim (Batam), Pelabuhan Laut Sri Bintan, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Batam Center, dan Pelabuhan Laut Tanjung Uban (Riau).

Adapun negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas visa kunjungan ke Indonesia ada 13 (tiga belas), yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Pemerintahan administratif khusus dari negara tertentu yang bebas visa kunjungan ke Indonesia sebagai tertuang dalam lampiran Perpres itu ada 2 (dua), yaitu Hongkong dan Makao. (*/bw)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.