51 Buyer dari Sydney Berebut Ragam Paket Wisata Bahari Indonesia

SYDNEY (Paradiso) – Sebanyak 51 Buyer dari Kota Sydney antusias mengikuti kegiatan “Wonderful Indonesia Sales Mission Bahari Australia” yang digelar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Kementerian Pariwisata pada 12 September 2017 di Doltone House, Hyde Park, Sydney, Australia. Para buyer yang terdiri sebagian besar biro perjalanan tersebut dipertemukan dengan 10 seller dari industri pariwisata Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu menjelaskan secara geografis, Australia tidak jauh untuk ke Bali, mereka sudah menganggap Bali sebagai the second home. Bahkan dalam setahun ada yang datang lebih dari dua kali. Selain Bali, pulau Gili Trawangan dan sekitarnya di NTB juga merupakan pasar besar bagi wisatawan Australia.

“Setelah beberapa kali datang, mereka juga tertarik untuk eksplorasi diluar Bali, mereka ingin melihat daerah lain, termasuk 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan saat ini,” kata VJ sapaan akrab Vincensius Jemadu.

Sementara itu, Ratna Suranti Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar menambahkan, Australia kini sudah menggeser Malaysia dalam jumlah inbound ke Indonesia. Australia masuk di peringkat tiga, setelah China dan Singapore. Sebelumnya, Negeri Kanguru itu di bawah Malaysia.

“Terjadi perubahan peta pasar, Malaysia dan Australia selalu bersaing menempati posisi 3 besar, tapi jika dilihat dari pasar wisata bahari Australia jauh lebih tinggi dibanding Malaysia,” ungkap Ratna di Doltone House, Hyde Park, Sydney, Australia, Selasa (12/9/2017).

Kementerian Pariwisata bahkan menargetkan mendatangkan jumlah wisman Australia ke Indonesia sebesar 1,5 juta sampai akhir tahun 2017. “Demi mengejar target tersebut sejumlah upaya promosi pun telah dilaksanakan, misalnya dengan lebih banyak melakukan kegiatan “hardselling” berupa pameran dan misi penjualan (sales mission) seperti saat ini,” ungkap Ratna Suranti.

Para Seller Indonesia berpose bersama dengan panitia dan sebagian buyer seusai kegiatan table top yang merupakan rangkaian kegiatan Sales Mission Wisata Bahari di Sydney, Australia.

Miriam Tulevski Country Manager Sydney for the Visit Indonesia Tourism Office (VITO) dalam sesi paparan Sales Mission menjelaskan, saat ini di Indonesia begitu banyak destinasi wisata bahari baru yang siap memberikan pengalaman baru bagi pecinta bahari di Australia. Mulai dari Sabang, Wakatobi hingga Raja Ampat memiliki karakteristik berbeda-beda dan pemandangan bawah laut yang spektakuler dan tidak ditemukan di belahan bumi lainnya. Seiring dengan perbaikan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah Indonesia, menjadikan destinasi-destinasi tersebut semakin kompetitif bagi wisatawan.

“Saya mengajak para biro perjalanan di Sydney ini untuk lebih agresif lagi menawarkan kepada konsumennya, Indonesia merupakan surga wisata bahari, dan semakin mudah konektivitasnya,” jelas Miriam.

Miriam melanjutkan, dirinya yakin warga Sydney, khususnya pecinta wisata bahari tidak akan menyesal datang ke Indonesia. “Dengan harga yang kompetitif mereka mendapat pengalaman yg luar biasa, saya kira hal tersebut sulit didapatkan di negara lain,” ungkap Miriam.

10 Industri Pariwisata Indonesia yang turut berpartisipasi pada kegiatan Sales Mission ini antara lain; Pindito Expeditions, Mulia Hotel Bali, Go to Any Destination, Smailing Tour Bali, Hotel Legian Bali, The Open House Bali, Senetan Villa and Spa Resort, Mercure Bali Nusa Dua, PT. Maluku Divers, Bali Tim Holiday.

Regulasi Kapal Pesiar

Asisten Deputi Jasa Kemaritiman Kementerian Koordinator Kemaritiman, Okto Irianto didepan para buyer Sydney menjelaskan izin kapal pesiar yang ingin melakukan kunjungan ke wilayah Indonesia kini juga kian dipermudah, termasuk singgah untuk berwisata.

Okto Irianto memberikan pemaparan kepada para Buyer Sydney.

“Perusahaan kapal pesiar cukup dengan mengisi formulir secara online,” kata Okto Irianto yang turut hadir dan aktif di kegiatan  “Wonderful Indonesia Sales Mission Bahari Australia” pada 12 September 2017 di Doltone House, Hyde Park, Sydney dan 14 September 2017 di Pan Pacific Hotel, Perth

Pemberian kemudahan bagi kapal pesiar yang ingin singgah ke Indonesia merupakan target utama pihaknya untuk membantu Kementerian Pariwisata yang menargetkan 400 kapal pesiar masuk Indonesia tahun 2017 ini.

Saat ini tercatat lima pelabuhan yang boleh disandari kapal pesiar, khususnya pelabuhan besar, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar dan Benoa, Bali.

“Selain mempermudah kapal pesiar, sekarang semenjak sudah ada sistem pendaftaran online atau sistem satu pintu itu, setahun ini ada sekitar 2000 kapal Yacht di Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, paling maksimal yang datang tidak sampai 1000 Kapal Yacht,” kata Okto.

Dikatakan Okto Irianto dalam upaya meningkatkan wisatawan yang akan berlibur, pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan  tentang bebas visa sebanyak 169 negara, termasuk juga warga Australia yang ingin berkunjung ke Indonesia.

“Kami telah membuka pintu luas bagi warga Australia yang ingin berkunjung ke Indonesia, silahkan datang ke Indonesia, nikmati keindahan alam, budaya dan keramahtamahan Indonesia,” ajak Okto.

Setelah memaparkan regulasi yang mempermudah sektor pariwisata, Okto Irianto juga sempat menawarkan para buyer Sydney turut berinvestasi di Indonesia. Menggunakan istilah “far away” merujuk dari judul film Hollywood, dimana sejauh dan selebar apapun investasi yang diinginkan masyarakat Australia, pihaknya siap menerima dan membantu dengan tangan lebar.

Pada tahun 2016, kunjungan wisatawan Australia menempati posisi ketiga sebanyak 1.180.353 juta. Bali sendiri menyumbang angka terbesar, kunjungan masyarakat Australia ke Bali mampu memberikan kontribusi 19,09 persen dari total turis ke Bali sebanyak 2,811 juta orang selama semester I-2017, meningkat 539.681 orang atau 23,76 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 2,271 juta orang.

Secara global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Juli 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia sebanyak 1.351.366 kunjungan atau naik 21,57% dibandingkan Juni 2017.

Peningkatan cukup tajam arus kedatangan wisman ke Indonesia terjadi di Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) yang mencapai 107,23%, Adi Sumarmo (Surakarta) 79,39%, dan Sultan Hasanuddin (Makassar) sebesar 66,18%. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.