60 Perusahaan Transaksi Bisnis Pariwisata di ICMITM 2015

Surabaya (Paradiso) – Kementerian Pariwisata optimistis kegiatan “Indonesia Corporate Meetings and Incentives Travel Mart” (ICMITM) ke-8 di Surabaya, Jawa Timur dapat meningkatkan kunjungan wisatawan melalui destinasi “MICE” di Indonesia.

“Pelaksanaan ICMITM yang diadakan tanggal 7-9 Mei 2015 ini berupaya mengoptimalkan peluang bisnis di sektor pariwisata. Khususnya di bidang ‘Meetings, Incentive, Conventions, Exhibition’ (MICE),” kata Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty saat jumpa pers ICMITM 2015 di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/5/2015).

Program ICMITM 2015 ini digelar Kementerian Pariwisata melalui Direktorat Promosi Konvensi, Insentif, Event dan Minat Khusus menggandeng Pemerintah Daerah Jawa Timur (Jatim) dan Badan Promosi Pariwisata Indonesia serta PT Bank Danamon Indonesia.

ICMITM 2Menurut Esthy, setiap tahunnya minat peserta mengikuti kegiatan itu sangat besar. Oleh sebab itu, pada kegiatan tahun ini panitia penyelenggara membatasi jumlah peserta “buyer” maupun “seller”.

“Apalagi tahun ini sekitar 500 perusahaan multinasional pemegang Kartu Korporasi Danamon diseleksi untuk memperoleh ’60 corporate buyers ICMITM 2015′. Namun, dengan ketentuan memiliki alokasi dana yang memadai untuk kegiatan MICE dalam satu tahun,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, juga dihadiri oleh peserta di mana dari total yang berpartisipasi ada sebanyak 30 persen pendatang baru. Mereka akan aktif sebagai penjual (seller) di mana terdiri dari perusahaan dan penyedia fasilitas MICE dari seluruh Indonesia.

“Seperti industri perhotelan, penyedia sarana ruang rapat, jasa trasportasi, jasa perjalanan wisata dan insentif, pengelola ‘theme park, outbond’ dan ‘team building, event organizer,” jelasnya.

ICMITM 3Ia berharap, pelaksanaan kegiatan tahunan itu tidak hanya sebatas pertemuan bisnis. Akan tetapi sekaligus dapat mempromosikan Jawa Timur sebagai destinasi MICE yang kian diminati.

Apalagi, ditunjang oleh banyaknya lokasi yang bisa menampung ribuan orang untuk penyelenggara agenda MICE, misalnya Grand City Surabaya.

“Hal ini juga mendukung realisasi terhadap kebijakan Kementerian Pariwisata yang menargetkan 12 juta wisatawan pada tahun 2015, dari jumlah itu 3 % berasal dari kontribusi MICE,” ujarnya.

Kesempatan sama, Card Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Lukas Djoesianto menambahkan, pengembangan pariwisata Indonesia melalui sektor MICE kian pesat. Untuk itu, melalui perhelatan itu pihaknya memberikan apresiasi bagi nasabah korporasi.

“Bahkan sebagai peluang berbagai perusahaan untuk berinteraksi dengan pelaku usaha pariwisata terkemuka, baik domestik maupun dari luar negeri. Upaya ini juga membantu pertumbuhan industri pariwisata nasional sebagai penggerak ekonomi Indonesia serta penyedia lapangan kerja,” ucapnya.

Lukas melanjutkan, melalui Kartu Korporasi yang dimiliki beberapa perusahaan di Tanah Air dari transaksi mereka dominasi 56 persen dipakai untuk perjalanan wisata, MICE, dan hiburan. Pihaknya meyakini dari kegiatan tersebut maka transaksi pada ICMITM 2015 di Surabaya meningkat 20 persen.

Pada kegiatan ICMITM kali ini peserta tidak hanya melakukan pertemuan bisnis tapi juga berkesempatan melakukan kegiatan city tour mengunjungi obyek wisata di sekitar Surabaya, seperti museum House of Sampoerna dan pusat oleh-oleh di Jalan Genteng. Sehari sebelumnya peserta juga berkesempatan mengunjungi Museum Angkut di Kota Batu – Malang.

MICE Hasilkan Devisa Tiga Kali Lipat

Meski kontribusi kunjungan wisman bidang MICE masih sekitar 3%, namun devisa yang didapatkan tiga kali lipat dari wisatawan biasa (leisure). Belanja wisman MICE lebih besar dengan melihat rata-rata peserta konferensi atau meeting kalangan menengah keatas. Hal tersebut diungkapkan Rizki Handayani, Direktur Promosi Konvensi, Insentif, Even, dan Minat Khusus, Kementerian Pariwisata.

“Bidang MICE hasilkan wisatawan berkualitas, transaksi hasil dari MICE tiga kali lipat dibandingkan wisata biasa. Pada akhirnya yang dihitung juga jumlah devisa negara ,” kata Bu Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Dia menambahkan, MICE tidak hanya menghidupkan hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh, tetapi juga menghidupkan usaha sektor jasa lainnya, seperti event organizer, entertainment dan sarana penunjang MICE lainnya. Banyak juga orang-orang yang main golf setelah rapat.

Saat ini Indonesia menempati ranking ke-37 sebagai destinasi MICE dunia, hal tersebut dinilai dari kesiapan infrastuktur penunjang kegiatan MICE di sebuah negara. Bahkan lebih tinggi dari peringkat pariwisata Indonesia secara umum yang berada di posisi 50 dunia.

“Ini menunjukkan infrastruktur MICE di Indonesia sudah cukup siap, tinggal kita lebih gencar berpromosi agar negara-negara tetangga lebih sering adakan kegiatan MICE di Indonesia,” ujarnya.

Dengan melihat potensi wisata MICE yang begitu besar, sudah saatnya pemerintah menggarap lebih serius bidang MICE untuk menghasilkan wisatawan berkualitas dan menggenjot devisa negara lebih tinggi. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.