612 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh 2016 di Singkawang

Singkawang (Paradiso)- Di Singkawang, Kalimantan Barat perayaan Cap Go Meh selalu digelar dengan meriah dengan menggelar festival dan atraksi unik. Para tatung (perantara ruh dewa) melakukan aksi ekstrem, seperti menusuk anggota tubuh dengan menggunakan benda tajam. Tercatat 612 tatung yang ikut berpartisipasi dalam festival tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 400 tatung.

Atraksi tatung yang menampilkan berbagai kekebalan dan keahlian lainnya itu dilaksanakan di lapangan sepak bola Kridasana. Atraksi itu disaksikan ribuan orang baik penduduk setempat maupun wisatawan yang memadati tempat tersebut.

Singkawang perpaduan multi kultur.
Singkawang perpaduan multi kultur.

Selain itu, sejak pagi Senin (22/02). sebelum pawai tatung dimulai, ribuan warga sudah memenuhi ruas-ruas jalan yang akan dilalui ratusan tatung. Anggota kepolisian yang ditugaskan untuk mengatur lalu lintas kendaraan pun terlihat sibuk mengatur kendaraan yang sedang melintas.

Ratusan ribu wisatawan yang sengaja datang ke Singkawang untuk melihat perayaan Cap Go Meh terlihat memadati area acara pawai, mereka duduk rapi menempati podium yang disediakan panitia. Wisnus maupun wisman terlihat terlihat antusias menyaksikan acara Cap Go Meh di Kota Singkawang yang setiap tahun menjadi agenda nasional ini.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti yang hadir pada Cap Go Meh kali ini turut menyambut wisatawan khususnya dari mancanegara. Ia juga sesekali menyapa para wisatawan dengan bahasa mandarin yang memang pengunjung didominasi etnis Tionghoa.

“Tamu yang hadir ini juga ada yang dari mancanegara dan kami ucapkan selamat datang. Terimaksih telah datang kesini menghadiri festival Cap Go Meh,” ujar Esthy yang piawai berbahasa Mandarin.

Menurutnya inilah bentuk dari representasi keragaman agama budaya dan ras yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu menurutnya Cap Go Meh juga merupakan harmonisasi dari segala sektor. “Tidak hanya pariwisata, sektor ekonomi juga berjalan di festival Cap Go Meh ini. sangat komplit sekali dalam satu event dan momen semuanya tersaji,” ujarnya.

cap go meh singkawang (3)
Pembukaan Festival Cap Go Meh 2016 di Singkawang.

Kalimantan, Kalbar secara khusus ia nilai memiliki potensi wisata budaya yang beragam. Tidak terkecuali Kota Singkawang, dan karena itu ia berharap ini dapat lebih dikembangkan lagi.

Esthy menambahkan, Singkawang punya potensi yang harus dikembangkan melalui event-event seperti ini. Dia juga mendukung, Singkawang yang selama ini ditempuh sekitar 3 jam perjalanan darat dari Pontianak, sudah semestinya memiliki bandara sebagai akses yang memudahkan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kota itu.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang dari tahun ke tahun semakin membaik. “Tahun depan, pelaksanaannya diharapkan bisa lebih baik lagi,” katanya, saat membuka Festival Cap Go Meh.

Dia juga mengimbau, agar masyarakat Kota Singkawang bisa menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi wisatawan selama perayaan ini berlangsung. “Ciptakan rasa aman dan nyaman, dan layanilah tamu dengan baik,” katanya berpesan.

Terlebih, katanya, Cap Go Meh Singkawang masuk dalam kategori “Wonderfull Of The World paling WOW”. Sehingga, tahun ini Pemerintah Provinsi Kalbar menargetkan sebanyak 12 juta wisatawan yang berkunjung ke Kalbar dalam rangka perayaan ini.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengatakan, selain Imlek dan Cap Go Meh, masih banyak budaya Tionghoa yang bisa diangkat, seperti mandi bakcang dan sembahyang kubur.

Tahun ini, katanya, Pemkot Singkawang akan membuat tempat mandi bakcang di gunung Roban, samping Batalyon 641, yang dinamakan Taman Permandian Dewi Kwan Im. “Rencananya tahun 2016. Jadi akhir jabatan saya, ada tempat mandi bakcang,” ujarnya.

Di samping itu, Awang juga berharap kepada Wagub Kalbar supaya Bandara Singkawang menjadi prioritas, karena tanpa Bandara kota wisata tidak akan pernah ada.

Berlangsung Meriah

Sepanjang jalan para tatung melakukan aksi ekstrem, sehingga membuat wisatawan tidak berhenti menekan shutter kamera. Tatung dari etnis Tionghoa, Dayak, dan Melayu semuanya turun ke jalan. Mereka duduk di atas tandu dan berjalan diiringi tabuhan tambur dan gong serta wewangian dari dupa. Ada juga yang menyebarkan kertas dan beras, atau menyipratkan air.

cap go meh singkawang (4)Tingkah tiap tatung di atas tandunya pun berbeda-beda. Ada yang duduk santai, tapi kakinya menginjak bilah pedang yang diletakkan di tandunya. Ada juga tatung yang berdiri di atas tandu sambil menginjak tombak, duduk di atas pedang, menancapkan besi tajam menembus kedua pipinya, sampai menusukkan pedang ke perutnya.

Dari ratusan tatung laki-laki, terlihat juga beberapa tatung perempuan. Mereka masih terlihat muda namun sudah mendapatkan gelar tatung.

Di pusat keramaian lainnya, tepatnya di dekat patung naga, panitia Cap Go Meh menggelar acara sedekah dan lelang.  Sedekah dilakukan dengan membagikan daging babi dalam kantong plastik kecil. Daging tersebut diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang telah mendapatkan kupon dari panitia.

Untuk lelang, ada beberapa jenis barang yang dilelang, seperti buah-buahan, makanan kaleng, minuman, dan patung-patung berwarna emas.  Uniknya, acara lelang dilakukan dengan menggunakan Bahasa China Khek. Jadi hanya orang yang mengerti saja yang bisa melakukan tawar-menawar.

Festival Cap Go Meh yang merupakan agenda tahunan Kota Singkawang menjadi salah satu andalan pariwisata di Kalimantan Barat.

Setiap tahunnya, jumlah wisatawan yang datang ke kota seribu kelenteng tersebut selalu meningkat. Data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang mencatat, kunjungan wisatawan tahun 2015 mencapai 137.369 wisnus dan 1.189 wisman. Sementara wisatawan yang menunjungi Obyek Daya Tarik Wisata sebanyak 373.433 orang.

Sedangkan tahun sebelumnya, jumlah wisnus hanya mencapai 135.265 orang. Tapi jumlah wisman justru menurun. Tahun 2014, terdapat 1.232 wisman yang datang ke Singkawang. Sementara, Obyek Daya Tarik Wisata dikunjungi 369.433 orang. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.