7 Tips Wajib Diketahui Sebelum Jelajah Danau Toba

Jakarta (Paradiso) – Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi unggulan yang diprioritaskan sebagai tujuan wisata “Bali baru” bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu destinasi yang ditetapkan adalah objek wisata Danau Toba di Sumatera Utara.

Danau Toba menawarkan banyak pesona mulai dari destinasi alam, kuliner, hingga atraksi yang beragam. Sebelum mengunjungi Danau Toba, Traveloka akan memberikan tujuh tips yang harus kamu ketahui sebelum berkunjung ke danau vulkanis terbesar di dunia yang satu ini. Berikut adalah ulasannya!

Akses Perjalanan

Sebagai satu dari 10 destinasi wisata prioritas kampanye Wonderful Indonesia, Danau Toba dalam beberapa tahun belakangan ini giat berbenah untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung. Semula wisatawan harus mencapai kawasan Danau Toba dengan menggunakan penerbangan ke Bandara Internasional Kualanamu terlebih dahulu atau Bandara Ferdinand Lumban Tobing (dulunya bernama Aek Godang) di Sibolga.

Dengan beroperasinya Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, kini wisatawan dari Jakarta bisa melakukan penerbangan langsung dengan menggunakan beberapa maskapai dalam negeri. Beberapa di antaranya adalah Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Tak hanya itu, Garuda Indonesia pun saat ini telah membuka rute penerbangan langsung dari Singapura untuk menarik para wisatawan mancanegara ke Danau Toba.

Sesampainya di Bandara Silangit, kamu bisa menggunakan kendaraan umum berupa taksi sewa dan bus DAMRI untuk mencapai kota-kota di pinggiran Danau Toba seperti Balige dan Parapat. Bila berencana ke Danau Toba dari arah Medan maupun Sibolga, kamu bisa menggunakan travel angkot (umumnya mobil Colt) dengan tarif sekitar Rp50.000 per orang. Kamu akan menempuh perjalanan darat selama 3 – 4 jam.

Penginapan

Danau Toba terletak di antara beberapa kabupaten di Sumatera Utara, sehingga terdapat banyak kota yang bisa kamu jadikan lokasi untuk mencari penginapan. Kamu bisa memilih penginapan mulai dari yang hotel bujet hingga hotel berbintang di Muara, Balige, Parapat, atau Pangururan.

Bila ingin menginap di Pulau Samosir, kamu bisa bermalam di daerah Tomok atau Simanindo. Dua lokasi ini berada di sebelah timur dan utara Pulau Samosir. Di daerah tersebut, kamu bisa memilih homestay yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet. Sebagai saran, kamu bisa memilih homestay di sisi timur Pulau Samosir yang memiliki pemandangan langsung ke arah danau. Dengan begitu, kamu bisa menyaksikan pemandangan sunrise di Danau Toba yang memukau.

Tempat Wisata Menarik

Sebagai kaldera purba dengan luas yang lebih besar dari Singapura ini, wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Toba dari berbagai sisi. Tak jauh dari Kota Balige, kamu bisa mengunjungi salah satu pantai yang terkenal bernama Pantai Lumban Bulbul. Pesisir ini memiliki Dengan hamparan pasir putih dan pemandangan langsung ke arah Pulau Samosir.

Di Pantai Lumban Bulbul, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru seperti berenang, berkeliling dengan speed boat, mencoba permainan air banana boat, atau sekadar bersantai di gubuk sembari menikmati es kelapa. Selain Pantai Lumban Bulbul, pantai pasir putih lainnya yang harus kamu kunjungi adalah Pantai Pasir Putih Parbaba di sebelah barat Pulau Samosir (tak jauh dari Pangururan).

Setelah mengunjungi pantai pasir putih, spot lainnya yang wajib kamu kunjungi adalah anjungan pantai bebas di Kota Parapat. Di anjungan tersebut, kamu bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan Pulau Samosir yang indah dan tulisan raksasa “I Love Danau Toba”. Jika melewati Jalan Lintas Sumatera dari Parapat ke Medan, kamu juga akan menemukan berbagai spot berfoto kekinian di dermaga kayu yang dibangun di atas tepian jurang.  

Pintu penyeberangan menuju Pulau Samosir

Ketahuilah jika ada banyak cara untuk menyeberang dari Danau Toba ke Pulau Samosir. Untuk yang berada di sebelah selatan Danau Toba, kamu bisa menyeberang dengan kapal feri KMP SUMUT II selama 45 – 60 menit melalui rute Kota Muara – Sipinggan atau Kota Balige – Onan Rungu. Hanya saja, rute ini jarang dipilih oleh wisatawan karena lokasinya cukup jauh untuk menuju tempat wisata yang ada di Pulau Samosir.

Adapun tempat penyeberangan favorit para wisatawan adalah Pelabuhan Ajibata di Kota Parapat. Dari Ajibata, kamu bisa menggunakan kapal feri dan kapal cepat. Selain itu, kapal motor Lopo Parindo juga bisa mengantar kamu ke Pelabuhan Tomok di Samosir dengan tarif Rp8.000 per orang. Sebelum menumpang kapal, ada baiknya kamu memastikan harganya terlebih dahulu agar tidak merasa ditipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perjalanan menggunakan kapal motor sendiri akan menempuh waktu sekitar 30 menit. Sembari memandangi keindahan sekitar Danau Toba, di sepanjang perjalanan pun kamu bisa menikmati lagu-lagu Batak yang membuat perjalanan terasa tidak membosankan.

Spot Menarik di Samosir

Begitu sampai di Pulau Samosir, hal yang harus kamu lakukan adalah membuat daftar destinasi wisata. Pertama, kamu bisa mengunjungi berbagai objek wisata di sekitar Pelabuhan Tomok, seperti situs megalitikum Kompleks Makam Batu Sidabutar, deretan rumah tradisional di Kampung Tuktuk, Kursi Batu Raja Siagilan, serta Rumah Raja Sidauruk yang menampilkan pertunjukan Patung Sigale-gale.

Sigale-gale adalah patung mistis yang terkenal dari Pulau Samosir. Patung ini dibuat dari kayu yang bisa digerakkan saat pertunjukan, sehingga seolah-olah tampak sedang menari dengan lincah. Dengan diiringi alat musik tiup sordam, wisatawan bisa menonton pertunjukan tari Sigale-gale dan muda-mudi yang menari tor-tor.

Setelah berkeliling di sekitar Tomok, kamu bisa menyewa motor untuk mempermudah mobilitas kamu selama mengunjungi berbagai tempat wisata di Pulau Samosir. Setiap penginapan biasanya menyediakan jasa sewa motor atau sepeda yang bisa kamu bayar harian. Selain itu, kamu juga bisa menyewa motor milik pengemudi ojek di pinggir jalan.

Kamu bisa berkeliling di Pulau Samosir dengan mengunjungi Museum Huta Bolon, Menara Pandang Simanindo, juga Pantai Sibolazi di wilayah utara. Kemudian, kamu juga wajib pergi ke arah Pangururan dan mampir ke Pantai Pasir Putih Parbaba, serta beberapa lokasi aek rangat (air hangat). Kamu bisa berendam di kolam air hangat berbau belerang yang kabarnya berkhasiat untuk kulit dan kecantikan.

Berbelanja dan Kuliner

Kurang lengkap berwisata kalau belum belanja oleh-oleh dan mencicipi kuliner. Di sepanjang jalan dari arah Pelabuhan Tomok ke Rumah Raja Sidauruk, kamu dapat menemukan banyak toko suvenir. Mulai dari pakaian, tas, ikat kepala, gantungan kunci dan kerajinan kayu, hingga tenun ulos—kain khas Batak bisa kamu beli. Tak jauh dari pusat kerajinan tangan, kamu bisa datangi rumah makan yang menjual masakan dari olahan ikan dengan aroma rempah-rempah.

Hal yang sama juga bisa kamu temukan di dekat Pasar dan Pelabuhan Ajibata. Terdapat belasan rumah makan yang menawarkan berbagai jenis nasi dan lauk, mulai dari ikan mas arsik, mie gomak, ikan bakar, dendeng, hingga saksang. Bagi wisatawan Muslim, ada baiknya kamu memilih warung makan yang sudah mencantumkan tulisan “halal” sebab banyak menu nonhalal seperti babi dan anjing.

Menjaga Perilaku

Di balik proses terbentuknya Danau Toba, terdapat sebuah cerita tentang seorang pemuda yang memarahi anaknya dan melanggar janji istrinya. Sang anak menangis ketika mengetahui identitas asli ibunya yang seekor ikan. Legenda ini pun terus diwariskan hingga sekarang, bahkan nama sang anak Samosir, pun diabadikan sebagai nama pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba.

Sebagai kawasan wisata yang lekat dengan legenda di masyarakat, ada baiknya setiap pengunjung menghormati kepercayaan dan cerita penduduk setempat dengan tidak berlaku dan berkata secara sembarangan. Sebab, tak sedikit pula wisatawan yang memiliki pengalaman mistis tertentu ketika berkunjung ke Pulau Samosir dan Danau Toba saat tidak berperilaku baik.

Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan selagi berlibur di Danau Toba, bukan. (ADVERTORIAL)

 

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.