Air Terjun Cunca Rede: Lukisan Indah di Kaki Gunung Ranaka

FLORES (Paradiso) – Pulau Flores merupakan surganya wisata petualangan, betapa tidak, hampir semua jenis atraksi wisata ada di sini. Mendaki gunung, menyusuri hutan, bermain kayak di sungai atau danau, berpetualang sambil menunggang kuda, menikmati indahnya pantai, bermain bunji jumping alami dengan melompat dari ketinggian air terjun, dan menjelajahi indahnya dunia bawah laut, semuanya ada di Flores. Demikian halnya dengan Manggarai Timur, salah satu kabupaten di Flores bagian barat ini memiliki beranekaragam atraksi wisata yang dapat dijelajahi dan dinikmati wisatawan. Salah satu daya tarik wisata yang mesti anda kunjungi di Manggarai Timur yakni Air terjun cunca Rede.

***
Riak air begitu riuh terdengar dari kejauhan memecah keheningan pagi saat kami berjalan kaki dari kampung Nenas desa Sano Lokom menuju Cunca Rede. Jarak antara Cunca Rede dengan kampung Nenas dan Ntaur memang cukup dekat. Perjalanan melewati jalan setapak ini menyusuri kawasan hutan yang masuk dalam wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng. Kawasan Cunca Rede dan hutan Gunung Mandosawu, Poco Ranaka dan Danau Rana Mese memang masuk dalam kawasan TWA Ruteng yang dikelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Semakin jauh kami melangkah, semakin terdengar riak air terjun dari dalam kawasan hutan tersebut. Sekitar 15 menit berjalan, kamipun tiba di air terjun Cunca Rede.

“Wow, air terjun ini indah sekali”, kata teman saya Anas dari Swisscontact Wisata. “Sejauh ini, ini merupakan air terjun yang memiliki debit air yang paling besar yang pernah saya lihat di Flores” sahutnya. “Di tempat lain debit airnya kecil, dan tidak setinggi yang ada di sini” lanjutnya.

Pesona air terjun Cunca Rede begitu indah, air yang mengalir dari ketinggian sekitar 40 meter menghantam deras di bebatuan cadas di bawahnya meninggalkan riak yang menggelegar dan buih yang melambung tinggi. Air terjun ini mengalir dari sungai di dalam kawasan hutan Poco Ranaka. Debit airnya besar dan bertahan sepanjang tahun. Letaknya yang berada di kaki gunung Ranaka membuatnya terlihat seperti lukisan indah di kaki gunung tersebut.

Pemandangan alam yang ada di sekitar Cunca Rede ini benar-benar masih alami. Di sekitar air terjun akan didapati tumbuh-tumbuhan hijau yang seakan berfungsi sebagai selimut buat air terjun ini. Warna airnya yang bening dan jernih dengan sebuah kolam pemandian yang selalu siap menyegarkan dan menghilangkan rasa lelahmu saat mengunjungi tempat ini.

Saat turun ke dekat air terjun, kami terpesona dengan derasnya air terjun yang jatuh ke bebatuan dan kolam yang ada di bawahnya, melepaskan buih ke udara, dan membentuk pelangi saat diterpa sinar mentari pagi. Sungguh panorama alam yang begitu indah. Airnya terasa begitu dingin dan seakan-akan terus meresap ke dalam pori-pori tubuh. Kita sungguh merasakan hal itu, karena air terjun Cunca Rede memang mengalir dari kawasan hutan Pocoranaka yang lebat.

Masyarakat di sekitar Cunca Rede membangun hubungan yang ramah dan harmonis dengan alam. Betapa tidak, warga setempat benar-benar menjaga kelestarian lingkungan, terutama kawasan hutan di dekat perkampungan mereka. Sadar bahwa hutan sebagai penyangga kehidupan dan air dari kawasan hutan Poco Ranaka ini sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. Warga setempat memanfaatkan air sungai yang jernih ini untuk diminum, mengairi persawahan, dan sumber listrik tenaga air. Hal yang perlu diketahui bahwa potensi pengembangan wilayah dan kawasan air terjun ini ke depan sangat menjanjikan untuk sektor pariwisata. Ya, tentu saja ini semua sangat bermanfaat apabila dijaga dan dimanfaatkan secara baik dan bertanggung jawab.

Sungguh, air terjun Cunca Rede memberi kepuasan bagi setiap pengunjungnya. Anda tidak sia-sia telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

Bagaimana menuju Cunca Rede?

Perjalanan menuju air terjun Cunca Rede mempunyai tantangan tersendiri. Mengingat belum ada penunjuk arah menuju obyek wisata tersebut. Bagi wisatawan yang datang dari arah Labuan Bajo atau dari Borong melewati jalan trans Flores, bisa berkunjung ke Cunca Rede melewati pertigaan di kampung Paka di Desa Sita Kecamatan Rana Mese. Perjalanan dari pertigaan paka menuju Cunca Rede sejauh 10 km dengan kondisi jalan yang cukup bagus dan beraspal hingga ke Pustu Ntaur di Desa Sano Lokom. Dari Pustu Ntaur menuju kampung Nenas masih jalan berbatu dan belum diaspal sejauh 1,5km, meskipun masih bisa dilalui kendaraan seperti pick up dan sepeda motor. Sementara dari kampung Nenas menuju Cunca Rede berjarak sekitar 600 meter melewati jalan setapak, dengan berjalan kaki selama 15 menit kitapun tiba di air terjun Cunca Rede.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.