Airnav Indonesia Gelar Media Workshop Sosialisasikan Pengembangan Jalur Udara Selatan Jawa

Pangandaran, Jawa Barat (Paradiso) – Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia bekerjasama dengan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menggelar kegiatan “Media Workshop Optimalisasi Jalur Udara Selatan Jawa Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi” pada 24-27 Januari 2018 di Tasikmalaya dan Pangandaran. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan media nasional yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub).

Didepan puluhan wartawan peserta workshop, Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menyampaikan bahwa layanan navigasi penerbangan pada sejumlah bandara di jalur selatan akan ditingkatkan guna mendorong multiplier effect yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Terdapat tiga bandara yang menjadi perhatian kami, untuk ditingkatkan level pelayanan navigasi penerbangannya yakni Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya kami akan merenovasi tower dan memperbaiki peralatan navigasinya, Bandara Wirasaba di Purbalingga akan dilakukan pengembangan bandara baru berkolaborasi dengan TNI AU, Pemda, pengelola bandar udara, dan rencananya akan mulai beroperasi pada Desember 2019, serta Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo. Di Bandara Kulonprogo kami telah mengalokasikan dana senilai Rp 79,6 Miliar untuk investasi pembangunan Tower beserta peralatan fasilitas pendukungnya,” terang Novie Riyanto di Pangandaran pada Kamis malam (25/01/2018).

AirNav Indonesia melakukan sejumlah program strategis untuk optimalisasi pengembangan jalur penerbangan selatan Jawa ini agar dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain kesiapan fasilitas dan SDM, prosedur dan koordinasi antara unit layanan navigasi penerbangan terus ditingkatkan melalui pembuatan air traffic services letter of coordination agreement (ATS LOCA) antara Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dengan Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) serta antara Cabang Utama MATSC dengan Cabang Madya Denpasar. “Kami sedang update standard operation procedure (SOP) untuk melayani jalur ini, kami juga telah menyiapkan LOCA untuk detail separasi, level assignment, dan coordination procedur untuk mengoptimalkan kesiapan kami,” jelas Novie Riyanto.

Secara umum, optimalisasi dan peningkatan layanan navigasi di jalur penerbangan bagian selatan pulau Jawa ini merupakan salah satu upaya AirNav Indonesia untuk ikut mendukung Pemerintah dalam mendorong pusat-pusat potensi bisnis dan pengembangan ekonomi daerah yang merupakan implementasi Nawacita ketujuh Presiden Joko Widodo, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya di wilayah bagian selatan Pulau Jawa.

“Pengembangan jalur penerbangan di selatan Jawa sesuai dengan program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan daerah-daerah yang potensial namun selama ini belum dikembangkan dengan maksimal,” pungkas Novie.

Kesempatan terpisah, Corporate Secretary Airnav Indonesia Didiet K. S. Radityo menjelaskan didepan wartawan peserta workshop, AirNav Indonesia kini melayani navigasi penerbangan di 275 titik layanan di seluruh Indonesia.

Para wartawan juga mengikuti acara gathering yang merupakan rangkaian kegiatan workshop di Pangandaran.

“Selain itu, AirNav juga melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain. Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM, sementara AirNav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM,” ungkap Didiet Radityo yang didampingi Manager Humas Airnav Indonesia Yohannes Sirait di Pangandaran, Jumat (26/01/2018).

Didiet juga menjelaskan AirNav Indonesia merupakan perusahaan umum (Perum) non-profit dengan business process cost recovery dimana pendapatan perusahaan dimaksimalkan untuk investasi dalam rangka meningkatkan layanan navigasi penerbangan.

Didiet berharap kegiatan workshop ini bisa memperdalam pengetahuan para wartawan terkait perkembangan navigasi udara yang telah dibangun dan dikembangkan Airnav Indonesia selama ini dan kedepannya. Selain itu juga mempererat jalinan komunikasi antara Airnav Indonesia dan para awak media.

Terakhir Didiet mengucapkan terimakasih atas dukungan media yang telah membantu sosialisasi program kerja Airnav Indonesia dan pengembangan lalulintas udara di Indonesia yang dilakukan Airnav Indonesia.

Para wartawan tidak hanya mengikuti kegiatan workshop, mereka juga melakukan kegiatan gathering yang diisi aktivitas seru menjelajahi alam indah bumi Pangandaran.

Mulai dari menjelajahi Cagar Alam Pangandaran, bermain snorkeling di keindahan Pantai Pasir Putih Pangandaran hingga berenang di keindahan Sungai Cijulang yang terkenal dengan sebutan Green Canyon Indonesia. (*)

Keterangan Foto:
Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto (tengah) memberikan penjelasan pada wartawan peserta workshop di Pangandaran, Kamis (25/01) malam.

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.