Akulturasi Budaya Warnai Hubungan Tiongkok-Indonesia

barongsaiJakarta (Paradiso) – “Tahun Pertukaran Kebudayaan ASEAN-Tiongkok 2014” telah dibuka Selasa (8/4) di Pusat ASEAN-Tiongkok, Beijing. Perwakilan dari Kementerian Budaya dari 10 negara ASEAN ikut serta dalam acara ini dengan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pusat ASEAN-Tiongkok, Ma Mingqiang.

Indonesia diwakili oleh perwakilan dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu, Direktur Internasionalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Diah Harianti dan Direktur Pengembangan Seni dan Film, Endang Caturwati.

Dalam kesempatan itu, Direktur Internasionalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Diah Harianti menilai positif atas berdirinya Pusat ASEAN-Tiongkok di Beijing. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia sudah berniat untuk mendirikan rumah budaya Indonesia di Tiongkok. Diah Harianti mengatakan berdirinya Pusat ASEAN-Tiongkok ini menurutnya sangat luar biasa.

“Di tingkat ASEAN dan Tiongkok, kami memang sudah ada kegiatan yang melibatkan ASEAN dan Tiongkok di Indonesia. Sebenarnya kami sudah ada keinginan untuk kedua belah pihak dapat bersama-sama mendirikan rumah budaya, baik di Tiongkok maupun di Indonesia. Tapi saat ini kami masih terkendala untuk pendirian rumah budaya Indonesia ini, tapi niat untuk pembangunan itu sudah ada,” ujar Diah.

Serentetan kegiatan budaya sering kali diadakan di kedua negara. Pertukaran budaya juga terjadi di dunia pendidikan, di mana mahasiswa dan mahasiswi Indonesia berkesempatan untuk memilih jurusan bahasa Mandarin di beberapa universitas di Indonesia.

Menurut Diah Harianti, hubungan people to people antara Tiongkok dan Indonesia mulus, dan hal ini tertonjol dari dunia pendidikan Indonesia yang sudah mulai mengajarkan bahasa Mandarin di beberapa universitas

“Kalau people to people antara Tiongkok dan Indonesia itu tidak masalah, karena WNI keturunan Tionghoa itu banyak sekali. Di Indonesia pembaurannya juga sangat luar biasa. Keinginan dari WNI untuk mempelajari bahasa Mandarin juga besar. Di Indonesia pun sudah ada beberapa universitas yang telah membuka fakultas dan jurusan bahasa Mandarin,” ujarnya.

Rakyat Tiongkok masih kurang mengenal kebudayaan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia seperti karya sastra, film, novel maupun sejarah, karena materi-materinya sangat langka ditemukan di pasar kebudayaan Tiongkok. Direktur Pengembangan Seni dan Film Indonesia, Endang Caturwati memberikan langkah efektif yang bisa memajukan pengertian masyarakat Tiongkok dalam mengenal karya-karya orang Indonesia.

“Kita memang harus aktif dalam mensosialkan karya-karya anak bangsa, seperti sastra dan film. Dan banyak sekali film-film Indonesia yang bagus-bagus, mungkin kita bisa memperkenalkannya melalui KBRI untuk dapat mengadakan pekan film Indonesia di Beijing. Kalau masyarakat Tiongkok di Indonesia itu sudah bagus sekali pembaurannya.”

Tiongkok dan Indonesia mempunyai kesamaan dalam seni yang beragam, dan hal inilah yang membuat seni Tiongkok dan seni Indonesia berbaur dan melahirkan seni-seni yang baru, akulturasi. Menurut Diah Hariyanti dan Endang caturwati, Indonesia perlu lebih giat lagi mempromosikan Indonesia di mata Tiongkok.

“Harapan kami adalah agar Tiongkok lebih mengenal Indonesia. Memang sebenarnya kami lah yang perlu lebih giat lagi untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Tiongkok ini, kalau orang Indonesia yang mengenal Tiongkok itu sudah banyak, dan pembauran mereka di sana sama sekali tidak menjadi masalah. Tiongkok dan Indonesia juga mempunyai kesamaan, yaitu seni yang beragam, dan hal inilah yang membuat seni Tiongkok dan seni Indonesia berbaur dan melahirkan seni-seni yang baru, akulturasi. Seperti barongsai, barongsai itu adalah salah satu dari kesenian Tiongkok, tapi di Indonesia malah dimainkan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Bahkan budaya Indonesia yang dipengaruhi oleh Tiongkok pun banyak. Bahkan ada beberapa sunan-sunan berasal dari Tiongkok dan menyebarkan agama Islam di Indonesia,” jelasnya.

Acara diawali dengan kunjungan tamu delegasi untuk menyaksikan pameran benda-benda kebudayaan Tiongkok dan dilanjutkan dengan perkenalan singkat Pusat ASEAN-Tiongkok, persembahan seni musik dan tarian Tiongkok, serta sesi foto bersama. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.