Animasi, Seni Rupa dan Kriya Kini Jadi Unggulan Yogyakarta

mari pangestu yogyaYogyakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu kembali melakukan kunjungan kerja untuk melihat pengembangan ekonomi ekonomi kreatif di daerah.

Kali ini, Menteri melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk melihat langsung perkembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya (EKSB) dan ekonomi kreatif berbasis media, desain dan IPTEK (EKMDI) yang dilakukan oleh pelaku kreatif di Yogyakarta.

Dalam keadaan perekonomian dunia yang melamban dan keperluan Indonesia untuk diversifikasi dari ekonomi yang berbasis komoditas dan industri olahan padat karya, industri kreatif dapat menjadi sumber pertumbuhan dan daya saing saat ini dan kedepan.  Pertumbuhan ekonomi kreatif secara rata-rata di tahun 2013 adalah 5,78% atau sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,76%.

Tahun 2013 kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional sebesar  Rp 641,8 triliun atau mencapai 7% dari PDB nasional serta menciptakan 11,9 juta lapangan kerja atau 10,7% tenaga kerja nasional dan membuka 5,4 juta usaha atau 9,7% dari jumlah usaha nasional yang sebagian besar adalah UMKM.

Dalam kunjungan selama dua hari, Selasa dan Rabu (10-11 Juni), Menparekraf mengunjungi sejumlah pusat pengembangan ekonomi kreatif yang telah berhasil mengembangkan berbagai karya kreatif yang memberi nilai tambah tinggi serta mampu menembus pasar global seperti sekolah animasi STMIKAMIKOM dimana juga ada usaha kreatif didalam kampus yaitu salah satunya studio animasi MSV Pictures, ArtJogdanperusahaaneksportir kriya Out of Asia (OOA).

“Yogyakarta merupakan model sebuah daerah (provinsi) yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi kreatif, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas hidup dan mengangkat nama Yogyakarta dan Indonesia di dunia,” ujar Mari Pangestu.

Mari menambahkan, pelajaran yang penting dari keberhasilan Yogyakarta yang ingin kita kembangkan di daerah lain di Indonesia adalah kolaborasi quadrohelix yaitu kolaborasi 4 pelaku utama ekosistem kreatif yaitu komunitas kreatif, institusi pendidikan dan para ahli, industri dan pemerintah,” kata Mari. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.