AP I Siap Gelontorkan Rp7,5 Triliun Bangun Bandara Kulonprogo

bandara kulonprogoJakarta (Paradiso) – PT Angkasa Pura I (Persero) yang siap menggelontorkan dana Rp7,5 triliun untuk membangun megaproyek bandar udara Kulonprogo yang akan dimulai konstruksi pada 2015 mendatang.

Farid Indra Nugraha, Sekretaris Perusahaan AP I mengatakan pembangunan Bandara Kulonprogo merupakan pengganti Bandara Internasional Adi Sutjipto yang telah kelebihan kapasitas. Diharapkan bandara berkonsep airport city itu dapat beroperasi pada 2017.

“Bandara Kulonprogo itu greenfield dari nol, selain butuh untuk pembangunan fisik juga untuk pembebasan lahan. AP 1 akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture bersama investor GVK dari India. GVK merupakan perusahaan pengelola bandara yang sukses mengembangkan Bandara Mumbai dan Bangalore di India,” ujarnya.

Dikatakan, meski belum ada kesepakatan prosentase kepemilikan saham, manajemen AP 1 menginginkan pihaknya menjadi pemilik mayoritas. Kerjasama telah dilakukan sejak 2011 lalu diatas penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken di New Delhi India.

“Saat ini, pembangunan Bandara Kulonprogo telah memasuki tahap pembebasan lahan dan telah disiapkan dana Rp900 miliar untuk itu. Diharapkan proses tersebut akan rampung pada April 2015 dan kemudian pada Mei bulan berikutnya, proses pemasangan tiang pancang atau groundbreaking dapat dimulai,” katanya.

Ditambahkannya, konstruksi Bandara Kulonprogo diperkirakan memakan waktu 3 tahun. AP 1 memerkirakan dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp7,5 triliun dan dapat terus bertambah seiring dengan pengembangan konsep airport city. Dananya dari joint venture itu, sama sekali tidak menggunakan dana pemerintah.

“Pengganti Bandara Adi Sutjipto itu menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perusahaan BUMN ini menggunakan dana dari aksi korporasi untuk membangun Bandara Kulonprogo,” ungkapnya.

Ditambahkannya, AP I juga menjanjikan desain bandara maupun kelengkapan infrastruktrnya akan lebih baik dari bandara-bandara sebelumnya. Desain khusus telah ditawarkan oleh investor GVK India dengan kekuatan ciri khas Yogyakarta.

Bandara ini juga direncanakan akan dilengkapi dengan infrastruktur kereta api khusus bandara. Konsep ini telah diterapkan di Bandara International Kuala Namu (KNIA) di Sumatra Utara yang diperasikan oleh PT Railink. Kapasitas Bandara Kulonprogo didesain dapat menampung 50 juta penumpang setiap tahun. Bandara Adi Sutjipto saat ini melayani 3,5 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas hanya mencapai 1,5 juta penumpang. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.