AP II Gratiskan Landing Fee Maskapai Yang Extra Flight Saat Musim Mudik

JAKARTA (Paradiso) – PT Angkasa Pura II (Persero) menggratiskan biaya tarif pendaratan atau landing fee kepada maskapai penerbangan yang menyelenggarakan penerbangan tambahan (extra flight) saat musim mudik 2018.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menuturkan landing fee gratis berlaku mulai 7 Juni hingga 24 Juni 2018 atau selama 18 hari.

“Kami memberikan apresiasi untuk maskapai. Salah satunya membebaskan biaya landing fee. Jadi dalam periode 18 hari, untuk semua extra flight kita tidak kenakan landing fee,” ungkap Awaluddin saat buka bersama media di Hotel Ritz Carlton, Senin (4/6/2018).

Awaluddin menyebutkan hingga Senin (4/6/2018) sudah ada 838 penerbangan tambahan yang telah disetujui AP II.

Adapun rinciannya, adalah 429 penerbangan keberangkatan dan 409 kedatangan yang tersebar di beberapa bandara seperti Bandara Soekarno Hatta, atau Bandara Kualanamu.

“Tidak semua bandara ada extra flight, totalnya 838 extra flight. Ini sampai hari ini. Datanya masih terus bergulir,” ungkap Awaluddin.

Sebelumnya maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air telah mengumumkan akan menyediakan penerbangan tambahan selama musim mudik 2018.

Kesempatan terpisah, Direktur Utama Garuda, Pahala Mansury mengumumkan Garuda Group akan menambah 768 penerbangan dengan kapasitas 150.510 kursi.

Rinciannya 288 penerbangan atau 64.110 disediakan Garuda dan 480 penerbangan atau 86.400 kursi disediakan citilink.

“Di tahun 2018 ini jumlah frekuensi tambahan akan kami terbangkan 768 tambahan dan meningkat 26 persen dibandingkan tambahan frekuensi pada 2017 yaitu 604 frekuensi atau penerbangan,” kata Pahala.

Sementara itu, Sriwijaya Air menyediakan 860 kali penerbangan tambahan pada 25 rute domestik atau 125.000 kursi.

6,4 juta Penumpang Bakal Padati Bandara

Mudik lebaran tahun 2018 diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang di 15 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II.

Muhammad Awaludin menyebutkan lonjakan penumpang diperkirakan akan mencapai angka 6,4 juta orang.

“Secara total diprediksi akan menyentuh 6,4 juta atau naik 9,6% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 5,7 juta,” ungkapnya.

Lonjakan penumpang itu akan terjadi selama 18 hari yaitu pada tanggal 7 Juni-24 Juni 2018. Sementara puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-2 dan H-3 Hari Raya Idul Fitri.

Lonjakan penumpang itu akan terjadi selama 18 hari yaitu pada tanggal 7 Juni-24 Juni 2018. Sementara puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-2 dan H-3 Hari Raya Idul Fitri.

Awaludin menambahkan tahun 2018 diperkirakan akan ada sekitar 50.000 pergerakan pesawat yang terjadi, tumbuh 3,7% dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 43.000 pergerakan.

“Kami telah menyiapkan dan bekerjasama dengan para stakeholder lain, seperti AirNav, karantina hewan dan juga dari pihak angkutan darat untuk menghadapi mudik lebaran tahun ini,” tandasnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.