Arief Yahya: Pariwisata Bisa Menjadi Yang Terbesar dan Terbaik!

Jakarta (Paradiso) – Dibuka dengan keyakinan akan perkembangan pariwisata Indonesia, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan rapot kementerian pariwisata selama tahun 2017 secara transparan dan strateginya di tahun 2018 mendatang pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata pada Kamis, 21 Desember 2017. “Pariwisata bisa kita buktikan menjadi yang terbesar dan terbaik di regional ataupun di dunia, kita sedang bekerja keras untuk merealisasikan hal tersebut” lontar Menpar dengan penuh semangat.

Pernyataan yang terlontar dari mulut Arief Yahya itu bukan cuma dongeng belaka. Beliau melanjutkan dengan memaparkan rapot pariwisata yang berisi data dan fakta perkembangan pariwisata selama 2017. Merujuk pada data yang dipaparkan, sampai Desember 2017 Indonesia mengalami pertumbuhan kunjungan wisman sebesar 22% jika dibandingkan dengan tahun 2016 silam.

“Sampai Desember 2017 pertumbuhan kunjungan wisman sebesar 22%. Walaupun mengalami penurunan dari bulan Oktober yang sempat mencapai 24%, kita harus tetap berbangga dengan peningkatan yang cukup signifikan ini melihat pada tragedi yang terjadi di Bali tahun ini. Dari Januari hingga Oktober, dihitung secara kumulatif, kita masih diatas target kunjungan. Target kumulatif dari Januari hingga Oktober sebesar 11,4 juta, realisasinya 11,6 juta kunjungan wisman” jelasnya.

Menteri Pariwisata juga menyayangkan, ternyata target 15 juta kunjungan wisman tahun ini tidak bias tercapai, peyebab terbesarya adalah becana alam yang menimpa Bali, yaitu meletusnya Gunung Agung. “Tragedi meletusnya Gunung Agung sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisman. Setelah penetapan status Gunung Agung menjadi awas pada bulan September, kunjungan wisman langsung menurun, tetapi kita masih mencetak pertumbuhan yang signifikan di angka 22% terbesar di ASEAN setelah Vietnam” tutur Arief Yahya.

Walaupun terjadi bencana alam di Bali tahun ini, kunjungan wisman ke Indonesia tetap meningkat, hal ini yang membuat Menpar Arief Yahya yakin tahun 2018 mendatang Indonesia akan menembus target kunjungan wisman sebesar 17 juta dengan strategi yang telah disiapkan.

Salah satu strateginya adalah menyiapkan 208 paket Visit Wonderful Indonesia (VIWI) 2018 yang dikelompokkan menjadi tiga jenis paket, yaitu Hot Deals: more for less, Color of Indonesia: Event dan Festival, serta Destinasi Digital.

Selain paket tersebut, Menpar juga menegaskan untuk segera merecover Bali dan memberikan program hot deal untuk Bali. “Program hot deal untuk bali pada 3 bulan bulan pertama. Akan dialokasikan anggaran sebesar 100 miliar untuk mengcover bali. Untuk mencapai target 17 juta kungjungan wisman” lanjut Arief Yahya.

Bukan hanya itu, Pemerintah juga akan menambahkan seat penerbangan sebesar 4 juta seat. “Untuk jumlah seat tahun ini sebesar 23 juta. Untuk memenuhi target kunjungan wisman tahun 2018 sebesar 17 juta wisman, kita perlu 26 juta seat. Kita akan mendapatkan additional seat sebanyak 4 juta ditahun depan, jadi kemungkinan kebutuhan akan seat penerbangan bias terpenuhi” terangnya.

Kemenpar juga akan melakukan deregulasi agar wisman lebih mudah berkunjung ke Indonesia. “Regulasi kita juga masih berbelit-belit. Saya akan melakukan deregulasi untuk mempermudah masuknya wisman ke Indonesia seperti yang dilakukan Vietnam sehingga bias berkembang begitu pesat. Orientasi saya jelas untuk serve customer karena yang cepat akan mengalahkan yang lambat, dan saya yakin Indonesia ini bisa besar dan cepat dan menjadi yang terbaik di pariwisata” pungkas Arief. (*/Bekri)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.