Asyik…Ada Eko Pece dan KRI Dewa Ruci di SIPA 2017

SOLO (Paradiso) – KRI Dewa Ruci dipastikan berlayar di Solo Internasional Performing Arts (SIPA), 7-9 September 2017 di Benteng Vastenburg, Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo. Tahun ini, panitia mengangkat tema Bahari Kencana Maestro Karya serta menunjuk Eko Supriyanto atau Eko Pece sebagai maskot SIPA 2017.

Tampilan festival seni pertunjukan dunia yang digagas Presiden Joko Widodo Presiden itu dijamin bakal terlihat wow. Yang pertama, ada set KRI Dewa Ruci. Kapal Layar yang punya tiga tiang tinggi disesuaikan dengan tokoh pewayangan seperti Yudhistira, Arjuna dan Bima. Dan dipastikan, KRI Dewa Ruci akan mendominasi desain panggung gelaran even ini.

“Ini bukan pelayaran sesungguhnya. KRI Dewa Ruci kami jadikan tema panggung even SIPA 2017 karena kami ingin mengusung semangat Indonesia sebagai Negeri Bahari. Misi yang dibawa adalah mempromosikan wisata bahari Indonesia lewat SIPA 2017,” kata Basuki Anggoro Hexa, Kepala Dinas Pariwisata Solo, Kamis (31/8).

Lokasi penyelengaraannya pun sangat oke. Lokasinya ada di Benteng Vastenburg. Ini merupakan benteng peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta yang memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan Kota Solo. Letaknya juga strategis karena berada di tengah kota. Bangunannya berdiri megah di atas lahan seluas 31.553 meter. “Dalam satu malam, kami menargetkan ada 10 ribu pengunjung. Kami berharap 50 persen dari penonton adalah wisatawan,” ungkapnya.

Target 10 ribu pengunjung tentu masuk akal karena Festival seni pertunjukan dunia yang digagas Presiden Jokowi saat masih menjabat sebagai Walikota Solo ini akan menampilkan beragam seni pertunjukan dari berbagai belahan dunia. Dan semuanya siap ditampilkan selama tiga malam, mulai 7-9 September 2017 di Benteng Vastenburg, Kedunglumbu, Pasar Kliwon Kota Solo.

“Pertunjukan yang digelar di panggung SIPA memang selalu istimewa. Apalagi melibatkan seniman lintas benua Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Setiap sajian selalu kolosal, dengan panggung spektakuler berukuran 20×16 meter,pasti menjadi daya magnet luar biasa bagi wisatawan,” lanjutnya.

Upacara pembukaan dan upacara penutupan yang juga dikemas dengan megah dan mewah. Diwarnai dengan koreografi yang indah, kembang api penuh warna, dan melibatkan ribuan penonton.

“Sepuluh peserta berpartipasi dalam event budaya SIPA 2017. Tahun ini, kita juga menunjuk seniman multitalenta, Eko Supriyanto sebagai maskot SIPA, ” timpal Irawati Kusumorasri, Direktur Solo International Performing Arts yang juga sebagai ketua penyelenggaran.

Eko Supriyanto alias Eko Pece dipilih, ujar Irawati karena dinilai sebagai seniman tari dan koreografi muda yang aktif berkarya. Latar pengalaman Eko Pece sebagai penari latar Madonna, kerap sukses menampilkan karakter tari Jawa yang gemulai menjadi dinamis, keluar dari beat tradisionalnya.

“Karya seni tari dari dia [Eko] banyak diakui oleh seniman dari luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, dan negara Eropa,” kata dia.

Dan tak hanya Eko Pece yang bisa dilihat di SIPA 2017. Empat penari asal Jerman, Malaysia, Chile, dan Australia, juga dipastikan bakal unjuk kebolehan. Peserta dari luar negeri tersebut bahkan sudah mengonfirmasi akan datang ke Solo untuk tampil dalam SIPA.

“Berbeda dengan tahun lalu yang lebih mengedepankan seni tari, tahun ini kita memiliki cabang seni lebih beragam, mulai dari musik, tari hingga pertunjukan teater,” imbuhnya.

Selain panggung utama, SIPA 2017 juga menghadirkan Bazaar yang buka mulai sore sampai malam hari selama tanggal 7-9 September 2017 di sebelah depan pangggung atau di sebelah barat Jalan Kapt. Mulyadi. Terdapat 30 stand yang ikut berpartisipasi, mulai dari bazaar non kuliner mulai dari pameran produk, distro batik, handcraft hingga stand khusus kuliner yang akan menjual makanan-makanan dan minuman khas dari Solo ataupun di luar Solo.

Menpar Arief Yahya langsung mengangkat dua jempol untuk SIPA 2017. “Saya pernah menyaksikan penampilan Eko Pece di ITB Berlin. Penampilannya oke, gerakannya pun gesit. Semua jenis tariannya dibawakan dengan sangat menghibur dan penuh keceriaan,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

SIPA 2017 pun diyakini bisa membawa dampak positif bagi pariwisata Indonesia. “Ini even internasional. Semangatnya tak sekedar memfungsikan seni pertunjukan untuk persoalan kesenian semata, tapi juga tradisi bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan yang akhirnya akan membumikan dan menggairahkan pariwisata kota Solo dan Indonesia.” pungkas mantan Dirut Telkom itu. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.