Badan Promosi Pariwisata Indonesia Gelar ITEDS 2013

ITEDS 2013Jakarta (Paradiso) – Dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan sebanyak 8,6 juta wisman tahun ini, BPPI ( Badan Promosi Pariwisata Indonesia) didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan  ITEDS 2013 ( Indonesia Travel Experience and Distribution Summit).

Kegiatan ini memberi kesempatan tukar menukar pengalaman, pendapat, dan saran pembicara dari stake holder pariwisata di berbagai negara yakni Jepang, Philipina, Australia. Fokus pembahasannya mengenai promosi, dan distribusi pariwisata, meningkatkan kunjungan inbound di negara masing-masing.

Acaranya digelar 27-28 November 2013 di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, menggabungkan konferensi dan expo,  dihadiri asosiasi dan industri pariwisata seperti IHRA ( International Hotel & Restaurant Association), PATA ( Pacific Asia Travel Association), INACA ( Indonesia National Air Carriers Association, Malaysia Airlines, Garuda Indonesia, Hilton Hotels Worldwide, Princess Cruises.  

“Destinasi ada, lalu distribusinya mana? Saat ini kita fokus pada destinasi dan promosi saja. Sehingga saat ini  destinasi wisata dikuasai oleh Bali, Jakarta dan Batam. Bagaimana dengan Indonesia Timur?,”  ungkap Yanti Sukamdani ketua BPPI saat membuka acara.

“Jadi untuk meratakan distribusi turis,  perlu bertukar pikiran dan saran. Maka dikesempatan ini hadir para stake holder agar mereka berhubungan satu sama lain untuk menjual destinasi kita yang bagus, namun distribusinya belum seimbang,” tambah Yanti.

Yanti menjelaskan distribusi pariwisata baik melalui  udara, laut dan darat, perlu diperhatikan  agar Indonesia bisa dijangkau,  karena  Indonesia  punya banyak kelebihan berbeda  dengan negara lainnya.  Jadi destinasi yang sudah indah ini bagaimana  dibangun agar terkoneksi, agar 16 destinasi unggulan bisa juga menjadi terkenal selain 3 destinasi yang sudah terkenal  tadi.

Pada kesempatan presentasi pembicara Benito. C Bengon, jr, Assistant Secretary Departement of Tourism of Philipine memaparkan bahwa bagi Philipina sosial media  sangat penting untuk membangun awareness bagi  kepentingan mendatangkan inbound tourism.

Philipina dengan 27 juta pengguna internet punya  tantangan tersendiri  dalam memberdayakan potensi sosial media ini. Baginya  sosial media ini efektif  menjadi gerakan mendukung  slogan ‘ It is more fun in the Philipine’ . Segala bentuk media  online termasuk you tube dimanfaatkan, program ini akan gencar dilakukan lagi untuk tahun  2014 dan seterusnya.

Sedangkan  Masato Takamatsu , Managing Director & Chief Reasearch Officer Japan Tourism Marketing co, dalam presentasinya mengangkat tiga  trends dalam pariwisata   yakni perubahan pasar secara global saat ini ke Rusia, China , dan India. Lalu dunia maya  yang telah menjadi bagian berpengaruh bagi konsumen dalam mengambil keputusan  perjalanan, serta  menggali pengalaman  dengan melibatkan wisatawan pada aktivitas berbasis masyarakat. 

Thai Cooking school yang membawa ke pengalaman tak terlupakan, adalah contoh bagaimana para turis dibuat lebih dekat dengan masyarakat lokal. Ini mengesankan bagi mereka bahkan  bisa menjadi pengalamana tak terlupakan sepanjang hidupnya.

Indonesia sendiri punya banyak atraksi menarik seperti Bali Birds Walks, Kecak Fire & Trance dance , Bali Tradisional Tours, Lobong Cooking Schools. Kesemuanya menyajikan pengalaman  menarik bagi wisatawan.

Menurut Masato,  diferensiasi adalah kunci memenangkan persaingan karena kadang semua  memiliki produk yang sama, namun tantangannya adalah menunjukan perbedaannya.

Summit ini akan digelar lagi hari ini, menampilkan pembicara dari Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Tourism Austrlia,IHRA dan Trans Nusa Aviation Mandiri. (eka)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.