Bali Sudah Normal! Yuk Ke Bali!

Jakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan kondisi Bali yang sudah normal pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata pada Kamis, 21 Desember 2017. “Dengan ini saya menyatakan kalau kondisi Bali sudah normal” buka Arief Yahya.

Bali yang merupakan salah satu primadona destinasi wisata Indonesia sempat mengalami penurunan kunjungan wisman yang disebabkan oleh bencana alam, yaitu meletusnya Gunung Agung. Semenjak ditetapkan status awas pada bulan September lalu, terjadi penurunan kunjungan wisman yang cukup signifikan.

Penetapan kondisi Bali yang kembali normal ini diambil dari pernyataan  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. “Dari hasil paparan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi – Kementerian ESDM, status Gunung Agung tetap di AWAS. Tapi hanya pada radius 6-10 km, sisanya seluruh Bali itu normal. Diperkuat oleh ramalan cuaca, kalaupun ada ledakan-ledakan kecil, arah angin cenderung kearah timur sehingga lapangan terbang itu aman” jelas Luhut B Pandjaitan, pada 15 Desember yang ditayangkan dalam acara jumpa pers kali ini.

Luhut juga menjelaskan, di luar radius bencana yaitu 6-10 Km dari Gunung Agung, semua kegiatan pariwisata di Bali itu normal. Sebelumnya PVMBG juga telah melakukan simulasi dampak dan penanganan jika Gunung Agung benar-benar meletus. Simulasi terebut memberikan kesimpulan bahwa daerah-daerah wisata diluar wilayah tersebut akan tetap aman dan  normal. Beliau juga menekankan kepada pemerintah untuk tidak mengalihkan lokasi jika ada pertemuan di Bali

Melihat keterangan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung menyatakan bahwa pariwisata di Bali dinyatakan aman, kecuali pada radius awas Gunung Agung. Tidak cuma memberikan pernyataan, Menpar juga langsung menyiapkan strategi untuk mengembalikan minat kunjungan wisman ke Bali.

“Untuk menembus target kunjungan wisman tahun 2018 sebesar 17 juta kunjungan yang harus dilakukan setulus-tulusnya dan sepintar-pintarnya harus merecover Bali” tegas Arief Yahya. “Kita akan mengalokasikan dana untuk mengcover Bali sebesar 100 miliar melalui program hot deal untuk Bali pada 3 bulan pertama” Lanjutnya.

Setelah itu, Menpar juga menegaskan kepada pemerintah untuk segera mencabut travel warning. Tim crisis center menyatakan kita harus segera mencabut travel warning, maka cabut itu status awas. Pengalaman lain diambil dari Gunung Sinabung yang tidak terlalu sensitive karena Gunung  Sinabung dan sekitarnya dinyatakan waspada, maka harus ada kata-kata yang tepat. Bahwa bali itu keseluruhan adalah normal kecuali radius 6-10km dari Gunung Agung sja yang berstatus awas” tuturnya.

Terakhir, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, pemerintah harus membuat navigation plan dan juga media pun harus mengontrol pemberitaan. “Kalau berani mengundang, harus berani memulangkan dengan baik. Bahasa jelasnya, Kalau terjadi sesuatu dengan Gunung Agung saya minta integrated operation diantara 3 bandara terdekat, yaitu Ngurah Rai, Lombok International Airport, dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Serta yang tidak kalah penting yaitu media pun harus mengontrol pemberitaan, memberitakan erupsi terus menerus, itu meneror dunia, seolah-olah Bali sudah hancur lebur” pungkas Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*/Bekri)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.