Bandara Banyuwangi Kini Makin Padat

Sebuah pesawat pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia saat  'Ferry Flight Garuda Indonesia Explore' di Bandara Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/1).Jakarta (Paradiso) – Jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, semakin padat setelah bertambahnya maskapai yang melewati bandara itu.

Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi Andy Hendra mengatakan maskapai Garuda Indonesia rute Banyuwangi-Surabaya-Denpasar berdampak pada peningkatan penumpang di Bandara Blimbingsari.

Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan Surabaya-Banyuwangi-Denpasar mulai Kamis (1/5) dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang baru saja didatangkan dari Prancis.

Garuda terbang tiap hari dari Denpasar menuju Banyuwangi, kemudian dilanjutkan ke Surabaya dan begitu juga, Garuda berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi, lalu rute berakhir ke Denpasar.

Maskapai Wings Air sudah punya pangsa pasar penumpang sendiri, sehingga kedatangan Garuda di Bandara Blimbingsari tidak mengurangi jumlah penumpang maskapai yang sudah menggarap rute Surabaya-Banyuwangi sejak 2012 itu,” ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara di Banyuwangi semakin meningkat seiring kedatangan maskapai Garuda, sehingga masyarakat bisa memilih jadwal penerbangan dua maskapai itu sesuai dengan waktu yang mereka inginkan.

“Kalau dulu hanya Wings Air yang beroperasi di Bandara Blimbingsari dengan jadwal keberangkatan pukul 9.30 WIB dari Banyuwangi menuju Surabaya dan pukul 10.45 WIB dari Surabaya menuju Banyuwangi, sedangkan saat ini sudah ada maskapai Garuda yang menerbangi Banyuwangi,” katanya.

Ia menjelaskan animo masyarakat terhadap penambahan maskapai di Bandara Blimbingsari cukup bagus, bahkan kursi yang tersedia di dua maskapai tersebut hampir penuh oleh penumpang setiap hari.

“Hari ini saja jumlah penumpang Wings Air sudah penuh atau 72 orang, sedangkan penumpang Garuda Indonesia mencapai 85% dari 72 kursi yang ada. Hal tersebut menunjukkan tren penumpang yang cukup signifikan di Bandara Blimbingsari,” katanya.

Perkembangan penumpang pesawat di Bandara Blimbingsari Banyuwangi terus meningkat. Pada 2011 tercatat jumlah penumpang di bandara tersebut sebanyak 7.000 orang, lalu melonjak menjadi 24.000 orang pada 2012 dan meningkat lagi menjadi 44.000 orang pada tahun 2013.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap masuknya Garuda bisa mendonorkan darah baru bagi pergerakan ekonomi di Bumi Blambangan karena mempermudah aksesbilitas, sehingga investor dan wisatawan bisa lebih banyak masuk ke Banyuwangi.

“Keputusan Garuda untuk masuk ke Banyuwangi menunjukkan prospektifnya sebuah daerah karena industri manufaktur tumbuh, agribisnis kuat, pariwisata sedang berkembang pesat. Semoga kehadiran Garuda bisa mengakselerasikan pergerakan ekonomi di daerah kami,” tuturnya.

Pergerakan investasi di Banyuwangi bertumbuh pesat karena pada tahun 2013 mencapai Rp3,2 triliun, naik 175% dibanding 2012. (*/ant)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.