Banjir Pengunjung, Babacakan Munggahan Bareng Gerakan Pariwisata Serang

SERANG (Paradiso) – Program Babacakan Munggahan Bareng yang digulirkan di Serang, Banten, sukses memantik arus pengunjung. Respon besar publik, jadi bentuk kepercayaan atas eksistensi pariwisata Serang saat ini.

Pariwisata Serang sudah pulih. Publik bisa menempatkan Serang sebagai destinasi utama untuk berlibur. Buktinya, ada banyak event yang digelar di sana dan sukses menarik pengunjung dalam jumlah besar. Salah satunya, Babacakan Munggahan Bareng yang digelar Minggu (28/4). Lokasinya berada di Pantai Karang Suraga, Cinangka, Anyer, Serang, Banten.

“Eksotisnya destinasi wisata di Serang bisa dinikmati secara utuh. Semuanya bahkan sudah normal dari beberapa bulan silam. Beragam event juga sudah banyak digelar di sana dan semuanya sukses. Selain teknis penyelenggaraan, respon publik terus positif,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Senin (29/4).

Program Babacakan Munggahan Bareng menjadi kolaborasi beberapa stakeholder. Ada Kemenpar, Dinas Pariwisata Kabupaten Serang, hingga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Serang. Babacakan Munggahan Bareng dihadiri oleh ribuan pegunjung. Mereka memadati venue sejak pagi hari.

Kegiatan ini diisi dengan Beragam parade seni dan budaya khas lokal. Diantaranya, Debus, Rampak Bedug, Angklung, Kecapi Suling, dan Bendrong Lesung. Event tersebut juga menghadirkan tarian khas Lampung. “Konten yang disajikan memang sangat menarik. Publik bahkan sudah familiar dengan beberapa konten yang ditampilkan,” terang Rizki lagi.

Sembari menunggu opening, Hadrah pun digelar meriah di panggung Babacakan Munggahan Bareng. Ada juga Debus yang sangat lekat dengan budaya mereka. Debus sejatinya seni beladiri. Penyajian seni ini biasanya diawali tembang tradisional atau Gembung. Berikutya dilanjutkan dzikir dan macapat yang berisi pujian bagi Allah SWT. Harapannya, diberikan keselamatan di sepanjang aksinya.

Keunikan Debus dikuatkan dengan Rampak Bedug. Menggunakan Bedug, seni ini berhasil memukau pengunjung karena suara uniknya. Aksi para penabuh dengan gerakan unik pun menjadi nilai plus lain. Experience pengunjung semakin lengkap dengan Bendrong Lesung. Propesti yang digunakan lesung dan alu. Ditampilkan ramai-ramai, suara yang dihasilkan lesung pun sangat khas.

“Dengan komposisi seperti ini, wajar bila antusaisme besar ditunjukan masyarakat. Yang jelas kegiatan Babacakan Munggahan Bareng ini telah memberikan impact positif bagi pariwisata Serang. Kami yakin, setelah event Babacakan Munggahan Bareng digelar, arus wisatawan menuju Serang akan terus naik,” tegas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Kemeriahan konten event semakin lengkap dengan tradisi Babacakan. Babacakan ini merupakan makan bersama. Suasananya pun sangat hangat. Ada beragam menu yang disajikan dengan cita rasa nikmat. Sudah menjadi umum, Serang memiliki banyak kuliner khas. Sebut saja Rebeg Serang yang terbuat dari daging dan jeroan sapi. Bahan ini dikombinasi dengan rempah seperti serai, pala, juga kayu manis.

“Kami tentu gembira karena Babacakan Munggahan Bareng sukses digelar. Respon publik sangat bagus. Mereka menikmati beragam atraksi dan kuliner yang disajikan. Event ini memang paket lengkap. Sebab, ada beragam kuliner terbaik yang disajikan. Semuanya khas Serang,” kata Kabid Pemasaran Wilayah DKI Jakarta dan Banten Kementerian Pariwisata Komang Ayu.

Selain Rebeg, Serang juga menawarkan pesona Nasi Uduk. Kuliner tersebut menjadi menu pagi yang wajib disantap bila berada di Serang. Nasinya khas dikolaborasi dengan lauk seperti tempe goreng, telor pedas, sayur, sambal, dan gorengan. Menu lainnya ada Nasi Sumsum, Ketan Bintul, Sate Bandeng, juga Nasi Belut.

“Babacakan Munggahan Bareng memang paket lengkap. Warna alam, budaya, dan kuliner dipadukan menjadi satu. Lebih penting, event ini menjadi penegas dan branding pariwisata Serang. Dengan respon besar pengunjung, ada geliat ekonomi yang positif. Masyarakat sekitarlah yang langsung merasakannya. Inkam mereka naik,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.