Banyuwangi Maksimalkan Potensi Pariwisata Sambut MEA

Surabaya (Paradiso) – Upaya menciptakan generasi muda kreatif, inovatif, serta sadar akan pentingnya potensi nusantara, maka sektor pariwisata menjadi sisi yang sangat potensial dikupas dalam memajukan suatu daerah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas memaparkan rahasia kesuksesan daerah dipimpinnya menjadi kabupaten digital society di Universitas Katolik Widya Mandala Kampus Dinoyo, Surabaya, Kamis (12/3/15).

Paparan bupati tersebut dirangkai dalam acara Komunikasi Fiesta 2015 dengan tema Pesona Nusantara mendorong industri pariwisata mengahdapi masyarakt ekonomi Asean (MEA) 2015. Pesertanya Mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia.

Bupati Banyuwangi mengungkapkan terpenting Kepala daerah harus sadar dan mampu mengidentifikasi potensi daerahnya. MEA justru menjadi peluang bagi pengembangan ekonomi di Indonesia.

“Banyuwangi memanfaatkan keindahan alam yang dimiliki, terutama kami punya Taman Nasional. Potensi inilah yang terus dijaga kealamiahannya,” ungkapnya.

Selama ini tiap daerah selalu bangga dan menganggap daerahnya maju ketika banyak mal, padahal itu bukan simbol kemajuan daerah menurutnya.

Kunci lain mengembangkan sektor pariwisata dengan memaksimalkan komunikasi dan peran masyarakat di daerah. Para taruna muda Banyuwangi dilibatkan sebagai penggerak warga. “Usia muda itu usia sangat produktif sehingga perlu terus didorong untuk membentuk wajah masa depan Indonesia,” tambahnya.

Sebagai kota yang mendapat penghargaan the best champion digital society dan marketer of the year pada 2014, Banyuwangi juga memanfaatkan media sosial secara besar-besaran. Bahkan, penjualan kambing, sapi, dan ternak lainnya sudah dilakukan dengan bantuan internet.

Strategi Sektor Pariwisata Indonesia dalam Mengadapi MEA 2015 dipilih menjadi topik pembahasan penting untuk menunjukkan betapa sumber daya alam maupun manusia Indonesia tak kalah dari bangsa lain.

Infrastruktur atau konektivitas pun harus terus dibenahi. Misal dibangunnya jalan menuju akses pariwisata atau perbaikan jembatan. Contohnya sejak dibangun akses bandara di Banyuwangi, hanya perlu waktu 40 saja untuk menjangkau kota. Sudah tersedia pula 1400 titik Wifi terpasang di public area. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.