Banyuwangi Usung Konsep Sport Tourism

tour de ijenSurabaya (Paradiso) – Kabupaten Banyuwangi mengusung konsep sport tourism (pariwisata olahraga) untuk memacu sektor wisata di daerah berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Konsep sport tourism diyakini cukup efektif untuk mempromosikan pariwisata.

“Konsep sport tourism ini sangat potensial karena memadukan olahraga dan pariwisata. Di Inggris,  20% dari jumlah total wisatawan yang datang ke Inggris adalah wisatawan olahraga yang terdiri atas wisatawan yang melihat ajang olahraga dan para atlet yang terlibat di event,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat jumpa pers penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) di Surabaya, Jumat (10/10/2014).

Banyuwangi sendiri, kata Anas, punya sejumlah agenda sport tourism, di antaranya International Surfing Competition, Kitesurfing Competition, dan ITdBI.

“Tahun depan kami juga jadi penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang setidaknya melibatkan 9.000-10.000 atlet dan pelatih. Belum ditambah wisatawan yang datang menonton,” tuturnya.

Sport tourism ini memliki pasar yang cukup besar. Di sejumlah negara maju banyak universitas yang membuat studi pengembangan terkait sport tourism ini. Contohnya, Australia sudah merancang National Sports Tourism Strategy sejak 1999.

Anas menambahkan, konsep sport tourism menghasilkan tiga dampak. Pertama, membawa banyak manfaat bagi ekonomi masyarakat. Pariwisata olahraga berhasil mengangkat nama destinasi wisata.

“Sekarang kunjungan ke Pantai Pulau Merah yang dijadikan tempat surfing internasional luar biasa besar. Demikian pula kunjungan ke Kawah Ijen dan tempat-tempat lain.

Pada 2012 ,jumlah wisatwan mancanegara (Wisman) yang datang ke Banyuwangi tercatar 4.000 wisman. Jumlah itu meningkat menjadi 19.000 Wisman pada 2013. Sedangkan Wisata Domestik pun meningkat pada 2012 terdapat 800 ribu wisatawan Dimestik dan pada 2013 menjadi 1,5 Juta.

“Tahun 2014 kami targetkan ada 3 juta kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” jelasnya.

Kedua, wisata olahraga terbukti bisa membangun kebanggaan dan kepercayaan diri rakyat terhadap daerahnya. Warga yang ada di desa-desa bangga daerahnya dikenal publik global. “Warga di desa bangga daerahnya dilewati turis asing, jadi ramai,” ujarnya.

Ketiga, wisata olahraga sebagai sarana konsolidasi infrastruktur. Melalui ajang wisata olahraga, daerah memperbaiki dan membangun jalan hingga ke pelosok-pelosok desa untuk memudahkan akses bagi wisatawan dan peserta lomba. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.