Batik Banyuwangi Kini Mulai Masuk ke Industri Fashion

batik banyuwangiJakarta (Paradiso) – Ternyata batik Banyuwangi kini naik level masuk ke industri fashion di Indonesia. Sejumlah desainer nasional mengadopsi motif batik dari Banyuwangi untuk dipakai pada rancangan mereka. Pariwisata dan industri kreatif pun ikut menikmati hasilnya.

Desainer seperti Priscilla Saputro dan Irma Lumiga mengadopsi motif kangkung setingkes dalam fashion show mereka di Banyuwangi Batik Festival (BBF), belum lama ini. Batik banyuwangian yang kaya warna dipadukan dengan kain beludru dan brokat dalam berbagai desain, mulai dari busana kasual, busana kerja, hingga gaun koktail yang anggun.

Priscilla terinspirasi dari kekayaan budaya Banyuwangi. Pemilik rumah mode batik Nyonya Indo ini terkesan dengan keramahan warga Banyuwangi saat berkunjung ke daerah tersebut. Kekayaan itu yang menginspirasi Priscilla mendesain gaun. Ia memilih beludru yang dinilai mencerminkan karakter masyarakat Banyuwangi yang kaya hati.

Sedangkan Irma Lumiga pun memakai kain batik motif kangkung setingkes dengan brokat. Irma yang hasil desainnya banyak dipasarkan di Miami, Amerika Serikat, memakai motif batik kangkung setingkes dengan berbagai warna cerah untuk desainnya yang terlihat simpel elegan. Menurut dia, warna cerah sangat populer di Miami, yang merupakan pasar desainnya.

Desainer-desainer lokal pun tampil dalam BBF menggunakan batik motif banyuwangian. Selain desainer, tampil pula sejumlah artis, antara lain Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, Yuni Shara, Ayu Azhari, Pangki Suwito, dan Yati Oktavia. Mereka mengenakan gaun dari batik banyuwangian.

BBF juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Gedung pertunjukan Gasibu yang berkapasitas 1.500 orang penuh sesak. Pintu masuk Gasibu terpaksa ditutup sebelum pertunjukan dimulai. Rangkaian BBF yang digelar dua hari ternyata mendorong perputaran uang di Banyuwangi. Perajin batik lokal kebanjiran order dua bulan sebelumnya.

Hani, salah satu pemilik rumah batik di Rogojampi, Banyuwangi, mengatakan, permintaan batik kini tak hanya datang dari instansi pemerintah atau swasta, tetapi juga dari desainer lokal hingga Jakarta.

Butik-butik khusus batik pun bermunculan melayani wisatawan yang ingin berbelanja baju batik banyuwangian.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, BBF memang diadakan untuk mendorong perekonomian masyarakat Banyuwangi, sekaligus memperkenalkan budaya Banyuwangi. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.