Belum Ada Penerbangan Tambahan Domestik Lebaran di Bandara AP II

Jakarta (Paradiso) – Saat ini PT Angkasa Pura II belum menerima penerbangan tambahan rute domestik untuk masa Angkutan Lebaran tahun ini.

“Tembusan persetujuan penerbangan tambahan domestik belum ada,” kata Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura (AP) II Djoko Murdjatmodo dalam paparan buka puasa bersama media di Jakarta, Kamis (16/05).

Hal itu kontras dengan penerbangan rute tambahan internasional pada Lebaran tahun ini, di mana sudah ada 68 penerbangan tambahan internasional di Bandara Angkasa Pura II.

Dia memperkirakan untuk Lebaran tahun ini, pergerakan penumpang diperkirakan naik 3,2 persen, sementara itu pergerakan pesawat naik tipis satu sampai 1,5 persen.

Sementara itu, Djoko membandingkan di tahun-tahun sebelumnya peningkatan pergerakan penumpang rata-rata mencapai lima persen, bahkan 12 persen. “Dibanding tahun-tahun lalu, tidak ada penurunan,” katanya.

Djoko menjelaskan adanya peralihan ke moda lain, seperti moda kereta dan moda darat juga salah satu penyebab menurunnya pergerakan baik penumpamg maupun pesawat.

Meskipun, lanjut dia, angka tersebut belum termasuk asumsi adanya penyesuaian harga tiket pesawat.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menurunkan tarif batas atas pesawat sebesar 12-16 persen untuk pesawat jet dan kelas ekonomi seiring dengan terbitnya KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebutkan meskipun ada penurunan signifikan pada triwulan I 2019, tetapi pendapatan masih tumbuh satu sampai 1,5 persen.

“Pendapatan masih tumbuh satu sampai 1,5 persen, meski tidak signifikan karena year on year biasanya double digit,” katanya.


Persiapan Lebaran

PT Angkasa Pura II sudah mulai mempersiapkan bandara-bandara kelolaannya untuk menyambut masa angkut Lebaran untuk mudik hingga arus balik. Adapun periode angkutnya sama dengan Kementerian Perhubungan, yakni mulai 28 Mei hingga 13 Juni 2019.

Direktur Operasi Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi arus mudik Lebaran dengan mempersiapkan teknis bandara.

“Termasuk inspeksi dan keselamatan penerbangan. Dari Kemenhub di masa itu akan ada inspeksi ke seluruh bandara,” ujar Djoko.

Djoko mengatakan, diperkirakan arus mudik akan lebih banyak berasal dari Jakarta. Karena periode liburnya lebih banyak di awal, sehingga puncak angkutan mudik kemungkinan terjadi pada 31 Mei atau 1 Juni. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan tanggal 8 atau 9 Juni.

Terkait traffic perjalanan udara, diprediksi tak akan jauh beda dengan periode mudik tahun lalu.

“Tumbuhnya kurang dari 1 persen karena saat ini di transportasi udara sedang konsolidasi sehingga pertumbuhannya mungkin kecil,” kata Djoko.

Sementara jumlah penumpang diperkirakan akan tumbuh sekitar 3,2 persen. AP II juga mempersiapkan sarana penunjang bandara seperti kereta api bandara yang akan beroperasi setiap 30 menit dan kereta layang per 5 menit sekali.

Sementara armada angkutan umum di sekitar bandarq, seperti taksi dan Damri telah 100 persen dimonitor oleh pengelola bandara.

Selama periode mudik dan arus balik, untuk sementara waktu, AP II menghentikan aktivitas investasi yang diperkirakan akan mengganggu kelancaran operasi angkutan Lebaran.

“Bukan hanya dari pesawat saja, tapi menuju bandara. Sehingga di jalur P1 dan P2 tidak ada kegiatan sama sekali,” kata Djoko. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.