Bertualang Seru dengan Bamboo Rafting di Festival Loksado 2017

JAKARTA (Paradiso)-Anda penggemar wisata alam dan suka berpetualang? Anda harus bersiap-siap karena Festival Loksado 2017 sudah di depan mata. Festival di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, 15-17 Desember 2017 bakal memanjakan Anda sebagai pecinta olahraga air.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi mempromosikan atraksi wisata ini alam ini sangat menantang, menyusuri sungai dengan bambu.

“Bila melihat keindahan alam Kalimantan Selatan dan budaya unik, silakan ke Hulu Sungai Selatan, festivalnink sangat unik dan memacu adrenalin, naik bamboo rafting menyusuri sungai” tutur Esthy.

Dia mengatakan, bukan hanya sekedar menguji adrenalin, bamboo rafting menyajikan pemandangan alam luar biasa di setiap jengkal lintasan sungai. Selain itu, di tengah perjalanan, peserta bisa melihat keseharian suku Dayak Meratus.

“Bamboo rafting l berakhir di sebuah Desa bernama Tanuhi. Meski bukan berada di kawasan gunung berapi, Desa Tanuhi memiliki sumber air panas alami berasal dari gas bumi. Sangat menarik,” ujar Esthy.

Hendri Noviardi melanjutkan, agenda utamanya adalah arung jeram menggunakan rakit bambu atau bamboorafting dan akan diikuti lebih dari 1000 peserta.

Dalam gelaran ini, peserta bisa merasakan langsung sensasi menyusuri sungai Amandit Loksado dengan menaiki bamboo rafting atau balanting paring dalam bahasa Banjar. Selain mengarungi jeram sungai Amandit, di sepanjang jalan pesera bisa menikmati keindahan alam, berupa pegunungan mengapit sungai amandit.

Sepanjang perjalanan, wisatawan dengan perahu disuguhi pemandangan indah berupa gunung dan hutan, ladang serta permukiman masyarakat suku Dayak di Kecamatan Loksado.

“Bukan hanya Bamboo rafting, wisatawan bisa menikmati budaya Loksado, seperti tarian etnik dayak meratus dan alat musik tradisional, serta dapat melihat secara langsung produksi hasil bumi menjadi potensi Loksado seperti kayu manis dan keminting,” ujar Hendry.

Selain bamboo rafting dan budaya Loksado, peserta bisa mencoba tubing, istilah untuk cara menyusuri sungai sambil bermain air dengan menggunakan ban dalam mobil.

Loksado sebuah desa di Kecamatan Loksado di mana komunitas Dayak Loksado menetap. Wilayah tersebut berada sekitar 175 kilometer dari Banjarmasin. Butuh waktu perjalanan sekitar 4 jam dari Banjarmasin.

Bila menggunakan angkutan umum, pilih saja angkutan menuju Kandangan, ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan. Biaya angkutan umum sekitar 35 ribu rupiah dengan waktu perjalanannya sekitar 3 jam. Dari Kandangan menuju Loksado memakan waktu sekitar 1 jam. Kondisi jalanan cukup terjal, namun sudah sangat mulus.

Festival ini digelar setiap tahun dan menjadi agenda wisata Kalsel melengkapi festival lainnya seperti di Banjarmasin ada Festival Pasar Terapung, di Tabalong ada Festival Etnik Dayak, dan di Tanah Bumbu ada Festival Mappanretasi atau pesta laut.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kementerian Pariwisata konsisten mendukung daerah terutama dengan kalender event wisata konsisten, punya potensi mendatangkan wisatawan, dengan pengelolaan profesional. Terpenting, memiliki nilai ekonomi kuat seperti pada Festival Loksado.

“Even bamboo rafting ini sangat menarik. Tinggal didukung oleh commercial value sehingga kebudayaan budaya dapat menghasilkan economic value kuat. Kamk akan terus dukung dan mempromosikannya. Ayo, ikuti petualang seru di Festival Loksado 2017,” kata Menteri peraih Marketeer of the Year 2013 versi MarkPlus itu.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.