Buku Sikka Underwater Penanda Kembalinya Sang Primadona

Jakarta (Paradiso) – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya yang diwakilkan oleh Kadis Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Marius Ardi Djelamu dengan bangga melaunching buku under water ke-4 yaitu Sikka Underwater di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona kementerian Pariwisata, Jakarta. “Buku Sikka Underwater ini merekam bagaimana kondisi alam bawah laut Sikka yang telah pulih dari kerusakan dahsyat akibat gempa pada tahun 1992 dan siap menjadi primadona bawah laut Nusa Tenggara Timur” jelas gubernur NTT yang diwakili oleh Kadis Pariwisata NTT.

Buku ini mengekspos keindahan alam Sikka, khususnya alam bawah laut, serta biota laut dan juga kekayaan budaya di Kabupaten Sikka dengan tujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang kekayaan alam bawah laut Sikka yang patut dijadikan spot diving dan juga destinasi wisata untuk wisnus maupun wisman.

“Komitmen Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur untuk fokus mengembangkan pariwisata dapat dilihat dari keseriusan kami dalam membenahi sarana dan fasilitas pendukung serta promosi yang gencar, guna menancapkan eksistensi sebagai destinasi primadona, terutama untuk wisata selam, bukan hanya di Indonesia melainkan juga untuk tingkat dunia” jelas Drs. Frans Lebu Raya yang diwakilkan oleh Marius. Dengan melaunching buku Sikka Underwater ini, Pemerintah Daerah NTT berharap bisa mengembalikan eksistensi Sikka yang sejatinya adalah salah satu pelopor wisata scuba diving bahkan primadona wisata selam dunia sejak 1970.

Buku ini merupakan buku ke-4 dari rangkaian seri buku tentang keindahan alam bawah laut NTT. Sebelumnya Pemerintah Daerah NTT telah menerbitkan buku tentang Alor, Lembata, dan Flores Timur. Kumpulan sajian visual berasal dari peserta lomba foto bawah laut yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur dan telah diseleksi oleh Dewan Juri yang mumpuni, yaitu Muljadi Pinneng Sulungbudi, Arbain Rambey, dan Nala Rinaldo. Penyelaman untuk pengambilan foto dilakukan di berbagai titik penyelaman, termasuk di sekitar Pulau Babi, Tanjung Darat, dan Pesisir Pantai Maumere.

Selain itu, para kontributor yang berperan dalam buku ini juga berasal dari dalam dan luar negeri yang tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar di dunia selam, diantaranya adalah Yuriko Chikuyama dari Jepang, Justin dari Amerika, Neyuma dari Spanyol, Andy Chandrawinata dari Indonesia, serta masih banyak lagi.

Buku Sikka Underwater yang merupakan sarana promosi dan publikasi ini mendapat apresiasi positif dari Kementerian Pariwisata. “Melihat transformasi pariwisata ke era digital, Menpar berharap promosi dan publikasi tidak hanya melalui buku ini, akan tetapi dilakukan juga secara digital melalui media sosial oleh Pemerintah Daerah NTT, para kontributor, serta semua pihak yang terkait, agar Sikka semakin cepat dikenal oleh dunia dan bisa memikat wisman ataupun wisnus untuk berkunjung” jelas Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah yang mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Pada akhir kesempatan, beliau juga menyatakan bahwa Kementerian Pariwisata akan terus komitmen untuk mendukung semua hal yang terkait dengan pariwisata di Daerah Sikka jika Pemerintah Daerah NTT juga komitmen untuk mengembangkan potensi wisata didaerahnya. (*/Bekri)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.