Cap Go Meh di Bogor Berlangsung Meriah Meski Diguyur Hujan

BOGOR (Paradiso) – Festival Budaya Cap Go Meh (CGM) 2017 berlangsung meriah, meski hujan terus mengguyur Kota Bogor, Jawa Barat, hingga jelang petang, Sabtu (11/2/2017). Pembukaan Cap Go Meh 2017 yang mengangkat tema “Ajang Budaya Pemersatu Bangsa” ini diawali dengan doa dan harapan dari lintas agama.

Pembukaan dimulai pkl. 16:00 s/d 23:00 di Jalan Suryakancana Kota Bogor. Ribuan komunitas budaya Tionghoa dan paguyuban Vihara se Nusantara dan ratusan ribu masyarakat yang tumpahruah memadati area Vihara Dhanagun, seputar Kebun Raya Bogor  serta memadati  jalan Suryakancana Kota Bogor sepanjang 2 KM.

Acara dibuka Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, dan dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya Subiarto, Esthy Reko Astuty Deputi BP3N mewakili Menpar, serta perwakilan dari beberapa negara sahabat.

Dalam sambutannya, Menag mengatakan, dirinya sangat mengapresisasi acara tersebut. Menurutnya, Cap Go Meh sebagai bentuk pemersatu bangsa dan mempererat silaturahim antar-pemeluk agama.

“Pendiri bangsa kita telah menemukan formulasi yang indah antara agama dan negara. Festival Cap Go Meh ini salah satu bentuk pemersatu umat dan agama,” ucap Menag Lukman di Bogor, Sabtu (11/2/2017).

Menag melanjutkan, eksistensi agama berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sangat dihargai. Meski agama bukan dijadikan landasan negara, menurut Menag, namun negara menjamin orang untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Kebebasan beragama perlu dilandasi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab sehingga tidak mengancam orang lain dan dapat menciptakan kerukunan beragama,” tuturnya.

Menteri Agama melepas kontingen Karnaval Budaya, mulai Dramband, Pasukan Bènderah Merah Putih Purna Paskibraka Kota Bogor, Grup Marawis Pesantren Rhoudhotul, Helaran Grup seni tari Kijang Bogor, Boneka raksasa Cina dan 60 grup seni budaya dengan melibatkan sekitar 1000 peserta karnaval.

Dimulai pertunjukan Topeng Kelana sanggar Bagaskara, dan dilanjutkan atraksi Barongsai dan Liong Vihara Dhanagun. Cap Go Meh 2017 Bogor ini juga diramaikan sejumlah atraksi seni dan budaya seperti Sunda Sisingaan, kesenian Sunda Calung, Rampak Tambur, Barongsai, dan Liong. Panjang rombongan ini biasanya mencapai satu kilometer diikuti oleh ribuan peserta.

Usai penampilan kirab budaya, mulai masuk Liong yang dibawa oleh sekumpulan penampil. Di bawah gerimis hujan, Liong tersebut tampak begitu gagah menyala dalam warna kuning dan merah. Tidak tanggung-tanggung, Liong itu memiliki panjang 50 meter! “Sekarang masuk Liong yang panjangnya sampai 50 Meter!” pungkas pemandu acara.

Tidak lama, Liong yang berukuran lebih kecil pun tidak ikut ketinggalan. Walau berukuran lebih kecil, gerakan liong tersebut tampak gesit dan tidak kalah lincah dengan sebelumnya. Di belakangnya, sudah menunggu sejumlah barongsai dengan berbagai warna. Tak lupa juga pawai mobil yang menampilkan figur ayam sebagai shio di tahun ini.

Ketika para penonton terhanyut dalam liukan Liong dan barongsai, mendadak terdengar bunyi ramai dari dalam Vihara Dhanagun. Perlahan, rombongan Joli yang membawa para Dewa keluar dari pekarangan vihara dan bergabung dalam pawai.

Untuk pawai kali ini, tercatat ada sekitar 23 sampai 24 Joli yang ikut serta. Joli tersebut merupakan bentuk keikutsertaan sejumlah vihara di Indonesia, tidak terkecuali Bogor. Para Joli itu pun ‘mengangkut’ sejumlah Dewa, seperti Dewi Kwan Im dan lainnya. Namun tidak hanya dari Indonesia, juga ada penampil dari luar negeri seperti Taiwan.

Bogor sebagai kota yg sangat multikultur penuh keberagaman yg harmoni membuktikan sebagai destinasi penuh Cinta perdamaian diwujudkan dalam keragaman atraksi wisata budaya yang mengangkat lokal konten.

Pengunjung melebihi target  100.000 penonton yang hadir memadati sepanjang jalan Suryakancana dan sekitar Kebun Raya Bogor yang tumpah ruah sehingga Kota Bogor saat acara pesta rakyat CGM BSF 2027 di gelar suasana jalanan menjadi macet total. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.