Di TITF 2017, Indonesia Dipuji Menpar Thailand dan Presiden TTAA

JAKARTA (Paradiso) – Booth Pameran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memukau pengunjung di manapun dan momen apapun. Tidak terkecuali di perhelatan Thai International Travel Fair (TITF) 2017 yang dimulai sejak tanggal 15 hingga 19 Februai 2017 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok – Thailand.

Pameran yang dipersembahkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizky Handayani Mustafa itu memukau para pengunjung yang datang ke acara tersebut. Sampai-sampai, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul mengeluarkan komentarnya saat berkunjung ke Booth Wonderful Indonesia.

Komentar pujian Menpar Thailand terlontar saat menyambangi Booth yang sedang memperagakan pembuatan Batik Jogjakarta, Solo dan Semarang. ”Batik ini yang sangat menarik di Indonesia, desainnya sangat indah dan menawan. Selamat kepada Indonesia, selanjutnya tentu saja kita akan terus menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk meningkatkan Pariwisata di Asia Tenggara,” ujar Kobkarn kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke acara TITF.

Saat mengunjungi Booth, Kobkarn langsung disambut Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani yang setia mengawal pameran sejak pameran dibuka pukul 10 waktu setempat. Rizki memang langsung menyambut pejabat negri Gajah Putih itu dengan sigap. Satu persatu wanita jebolan Institut Tekhnologi Bandung (ITB) itu menjelaskan komponen yang berada di Booth tanah air.

Rizky memperlihatkan semua kegiatan Booth, dari aktifitas yang aktraktif dan interaktif,  memperkenalkan Barista yang sedang menggodok Kopi, mempersilahkan ke Refreshment Corner, melihat demo Batik atau Workshop Corner, menjelaskan fungsi dan isi Virtual Reality (VR) Corner Wonderful Indonesia, Games dan Gift Redemption, dan Peta Digital ukuran besar yang memperlihatkan indahnya Indonesia terutama 10 Destinasi Prioritas yang ditetapkan Kemenpar.

Hal senada diungkapkan oleh President Thai Travel Agent Association (TTAA) Suparerk Soorangura. Kata Suparerk, acaranya ini begitu menjadi sangat meriah dan hebat jika Indonesia menjadi bagian di dalam acaranya tersebut. ”Indonesia negara besar dengan banyak destinasi wisata yang indah, tentu acara kami menjadi sangat luar biasa dengan keikutsertaan Indonesia di pameran kami,” ujar Suparerk disela-sela pembukaan acara tersebut.

Sekadar informasi, TITF 2017 merupakan pameran besar di Thailand khususnya pada periode pertama yaitu 20 th TITF. Dalam pameran tersebut Kemenpar menyewa lahan 90m 2 yang terletak di Hall A dengan nomor booth M16-23, M28-29 yang memfasilitasi 20 industri pariwisata (TA/TO dan akomodasi/atraksi/DMO/minat khusus) dari destinasi yang dipilih berdasarkan akses direct flight, tujuan wisata minat khusus (wisata selam), dan tujuan wisata yang berhubungan dengan reliji (Agama Budha) yaitu Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Menpar Arief Yahya memang menetapkan standar booth yang terbaik, punya angel paling menonjol, bisa dijadikan objek selfie, layak masuk ke media social, dan harus menggambarkan Wonderful Indonesia. Karena yang dijual di Pariwisata adalah keindahan, sensasi, keunikan, karakter budaya dan alam, maka desain itu harus menggambarkan ke-Indonesiaan seperti itu.

Rizki mengawal pameran dan memantau Table Top di Hotel Marriott. Dia terus mencari trik untuk menarik Wisman Thailand ke Indonesia. Dia berharap pameran besar seperti TITF 2017 itu bisa dilaksanakan di Indonesia dengan tuan rumah para industri dan pelaku Pariwisata Indonesia.

Rizki juga menambahkan bahwa Indonesia dan Thailand sepakat mengembangkan bisnis yacht (kapal layar) di kawasan segitiga destinasi wisata bahari Sabang (Aceh) – Langkawi (Malaysia) – Phuket (Thailand). Hal itu disepakati dalam pertemuan bilateral yang diwakili oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Pariwisata Thailand Kobkarn Wattanavrangkul, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengembangan wisata yacht, Thailand membutuhkan kerja sama beberapa negara. Meski demikian, Rizki menyebutkan bahwa tiap negara perlu memerhatikan regulasi di masing-masing negara.Begitu juga Menteri Pariwisata Thailand Kobkarn Wattanavrangkul menyambut baik kerja sama pengembangan wisata yacht antara Indonesia dan Thailand. Ia menganggap wisata yacht sesuai dengan rencana pengembangan pariwisata di Thailand.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.