Dilaut Maupun Didarat Semua Indah Tersaji di Pulo Dua

LUWUK BANGGAI (Paradiso) – Mendengar kata Pulo Dua, langsung terbesit di benak kita sebuah pulau yang penuh dengan eksotika dan keindahan alam. Pulau yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ini sebenarnya terdengar tidak asing di telinga. Bahkan sebuah restaurant terkemuka di Jakarta juga menggunakan nama ini. Entah ada kaitannya atau tidak dengan Pulo Dua di sini.

Secara administratif Pulo Dua masuk dalam wilayah kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Untuk ke Pulo Dua bisa diakses dari Bandara Luwuk. Akses dari Luwuk lebih dekat dan mudah dengan jalur darat yang ramah kendaraan bermotor.

Sementara untuk mencapai bandara Luwuk, wisatawan bisa mengambil penerbangan langsung dari Jakarta ke Luwuk dengan menggunakan Batik Air. Bisa juga dari Manado ke Luwuk dengan Wings Air, Makassar ke Luwuk dengan penerbangan Batik Air dan Sriwijaya, dan bisa pula via Palu dengan penerbangan Wings Air.

Lantas bagaimana dengan penginapan? “Saat ini sudah banyak hotel bagus-bagus di Luwuk. Ada tiga hotel berbintang di Kota Luwuk, yakni Hotel Swisbell, Hotel Santika dan Hotel Estrella, mereka melaporkan, okupansi mereka mencapai 80% jelang festival. Hal yang sama dialami sembilan hotel budget. Tak perlu khawatir, jika kocek terbatas, di sini juga banyak penginapan yang terjangkau dan layak,” kata Kepala Dinas Pariwisata Banggai Paiman Karto.

Dari Luwuk menuju Pulo Dua jika berkendara mobil tujuannya adalah desa Kampangar, Kecamatan Balantak. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam dari kota Luwuk. Sampai di sana, Anda harus menyewa perahu untuk menyeberangi lautan dan sampai di Pulo Dua. Hanya butuh waktu 10-15 menit dengan menggunakan perahu yang ada di sekitar Desa Kampangar untuk tiba di Pulo Dua.

Jika tak ingin menyebrang pun anda sudah bisa dipuaskan dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan. Bermain pasir di pantai juga cukup menyenangkan bersama keluarga lantaran pantainya yang tergolong bersih.

Sesampainya di Pulo Dua, pengunjung bisa langsung menuju jembatan yang mengarah ke bukit. Ada bukit dengan rerumputan yang menyelimutinya. Juga jalur setapak yang seakan membelah bukit menjadi dua bagian. Di kejauhan, pengunjung bisa melihat laut yang begitu tenang dengan langit biru berhias awan. Pulo Dua adalah kombinasi bahari dan daratan yang serasi.

Perairan Pulo Dua yang masih alami begitu menggoda kita untuk terjun ke dalamnya. Di sini, selain berburu foto, traveler juga bisa snorkeling, bahkan juga diving. Ada kurang lebih 35 spot diving yang tersebar di sekitar perairan Pulo Dua, seperti Ondoliang Rock, Nemo Rock, Alibaba, Batu Gong dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Ada satu spot indah untuk melihat matahari terbit, Bukit Lukapan. Bukit ini sangat terjal namun menjadi spot terbaik untuk menikmati Pulo Dua saat pagi hari.  Sedangkan siang hari sayang kalau hanya dilewatkan dengan tidur. Karena keindahan laut Pulo Dua bakalan bikin pengunjung tak mau keluar dari air,” kata Paiman.

Masyarakat di sni menggantungkan kehidupannya pada laut. Rata-rata mereka bekerja sebagai nelayan.  Saat malam tiba, para nelayan biasanya kembali dari laut. Ikan-ikan akan langsung dilepaskan dari jala. “Kalau berkesempatan menginap, wisatawan bisa membeli ikannya langsung dari nelayan,” kata Paiman.

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti yang hadir di Festival Pulo Dua 2019 tampak menikmati sekali suasana Pulo Dua. Bahkan ia sengaja berlama-lama di Banggai usai membuka Festival Pulo Dua 2019 hanya untuk menikmati keindahan alam Pulo Dua. Menteri yang dibesarkan di Pantai Pangandaran ini memang suka sekali dengan olahraga bahari. Di sini ia sempat menikmati keindahan bawah laut Banggai dengan ber-diving ria. “Saya suka lautnya masih bersih. Terumbu karangnya di sini juga masih terjaga,” kata Susi.

Sementara itu Staff Khusus Menteri Pariwisata bidang Multi Kultural Esthy Reko Astuti mengakui kelengkapan wisata alam di Pulo Dua. “Banggai itu lengkap untuk wisata alam, selain keindahan pantai dan bawah lautnya, Banggai juga memiliki wisata pulau dan pegunungan yang belum dieksplore secara maksimal. Jika potensi ini dieksplore dan mampu menyedot wisatawan mancanegara, maka ekonomi masyarakatnya juga bisa terdongkrak,” tutur Eshty.

Wanita yang juga sebagai Ketua Pelaksana Calender Of Event Kemenpar ini memberi catatan tambahan bagi pariwisata Banggai. Meski jalur udara sudah cukup baik dengan adanya penerbangan langsung dari Jakarta, dan dari sisi penginapan juga sudah cukup baik dengan adanya 3 hotel berbintang dan hotel sedang lainnya, namun akses darat menuju destinasi wisata masih kurang. Jalan darat masih banyak yang berlubang dan berbatu. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.