Dirjen Hubdat: Cepat atau Lambat Persoalan Dodol akan Selesai

PEKANBARU (Paradiso) – Zero Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) terus digaungkan oleh Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kali ini melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergitas Peran Pemerintah dan Swasta dalam Mewujudkan Zero ODOL Guna Menciptakan Iklim Usaha Transportasi Angkutan Barang yang Handal” digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (17/11) yang diusung oleh Ditjen Hubdat bersama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

“Cepat atau lambat ODOL akan selesai!” seru Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi saat membuka paparannya dalam FGD ini dalam yang bertajuk Tahapan Pelaksanaan Menuju Angkutan Barang Zero ODOL.

Acara ini ditujukan sebagai wahana konsolidasi serta kesempatan untuk mengkaji ulang kebijakan pemerintah terkait angkutan barang. Selain itu diharapkan dapat terjadi diskusi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat di bidang transportasi untuk menyelaraskan tujuan guna mencegah terjadinya ODOL.

Dirjen Budi mengungkapkan ODOL ini merupakan masalah bangsa dan negara. “Kenapa kok ODOL dari dulu ga pernah selesai? Ini ODOL persoalan yang terjadi karena kita saling ego, pengusaha maunya untung sebanyak-banyaknya. Kalau kita tidak mau berubah ya dalam waktu dekat Ditjen Hubdat akan mengubah semuanya karena masalah ODOL adalah masalah bangsa dan negara,” tegas Dirjen Budi.

“Tanggung jawab penanganan ODOL ada di Kemenhub, Kementerian PUPR, juga Pemda. Selain itu di luar pemerintahan ada Organda, Aptrindo, dan stakeholder lain. Demikian pula masyarakat, dan dari sektor perdagangan dan industri, maupun POLRI berperan penting dalam memberantas ODOL,” kata Dirjen Budi.

Menurutnya hingga saat ini ada 2 wilayah yang telah melaksanakan “Stop ODOL” dengan baik yaitu Riau dan Jawa Timur. Di Riau sendiri Dirjen Budi memuji inisiatif para pengemudi dan asosiasi yang memotong sendiri kendaraan mereka agar sesuai dengan ukuran yang diperbolehkan.

Keselamatan adalah hal utama, zero tolerance sehingga Dirjen Budi berharap agar tidak ada pihak yang berpikir perkara uang semata dan mengabaikan nyawa. “Harus kita ubah paradigma pemikiran begini. Kita akan berikan toleransi waktu untuk penerapan odol, persoalan ini larut karena kita sendiri tidak punya komitmen dan integritas. Sekarang sudah saatnya kita gelorakan semangat dari Pekan Baru sampai seluruh Indonesia gemakan stop ODOL!,” ujar Dirjen Budi.

Gemilang Tarigan, ketua umum DPP Aptrindo yang turut hadir dalam acara ini menyatakan kita tunjukkan komitmen dalam pemberantasan ODOL melalui bertindak dengan cara memotong kendaraan/ truk yang mereka miliki agar sesuai ukuran dan ketentuan. “Kami juga perlu mengapresiasi 7 pengusaha yang menormalisasi kendaraannya di Riau ini. Namun hingga saat ini belum beroperasi karena belum uji kir dan ini merupakan PR bagi kita semua,” ucap Gemilang.

Sementara itu Hedy Rahadian Direktur Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menyatakan beberapa dampak ODOL yaitu:
1. Kerusakan jalan sebelum periode/umur teknis rencana tercapai (kerusakan dini)
2. menurunnya tingkat keselamatan,
3. menurunnya tingkat pelayanan lalu lintas dan timbul kemacetan
4. menurunnya kualitas lingkungan akibat polusi.

“Kita perlu sinergikan langkah agar jalan kita dapat berkontribusi pada ekonomi yang kompetitif dan mampu memberikan waktu tempuh minimum. Saya paham ini masalah yang sulit diselesaikan tapi jangan sampai kita ketinggalan,” tambah Hedy.

Rangkaian acara ini digelar bersama dengan diskusi panel bertema sama yang digelar sebelumnya di Hotel Grand Elite Pekanbaru.

FGD dihadiri 138 peserta dari berbagai lini seperti Kepolisian, Kementerian PUPR, Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau, perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Jawa dan Sumatera, DPP Aptrindo dan DPD Aptrindo Riau, serta mitra kerja Kementerian Perhubungan yang terkait. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.