Dirjen Hubud Periksa Kesiapan Infrastruktur Transportasi Udara untuk Distribusi Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Pandeglang (Paradiso ) – Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti hari ini, Senin (22/12) mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi lokasi terdampak tsunami di Banten.

Dalam kunjungannya tersebut digunakan Polana dan jajaran untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengecek infrastruktur transportasi udara di sekitar daerah terdampak. 

Dalam sela sela kunjungannya Polana menyatakan pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait kelaikan infrastruktur untuk sarana operasional bencana.

“Saat ini tim kami dari berbagai unsur tengah melakukan pengecekan terkait kesiapan bandara setempat untuk dijadikan sarana transportasi udara, agar bantuan kemanusiaan dapat dengan cepat masuk melalui penerbangan”, ujar Polana.

Lebih lanjut Polana menjelaskan infrastruktur yang akan dijadikan sarana operasional kemanusiaan tersebut.

“Salah satu infrastruktur penerbangan yang terdekat dengan daerah terdampak tsunami adalah Bandara Salakanagara – Tanjung Lesung”, lanjut Polana.

“Bandara Salakanagara berlokasi di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, dengan titik koordinat geografisnya berada di 6°29’35.07″S 105°39’55.90″E.”, jelas Polana.

Bandara Salakanagara merupakan bandara khusus yang mengoperasikan penerbangan domestik dan saat ini dikelola oleh PT. Banten West Java TD. Bandara ini memiliki ukuran dimensi runway 600 m x 15 m dengan lapisan aspal berkekuatan C208, dimensi Clearway 60 m x 60 m dikedua sisi dan dimensi runway Strip berukuran 720 m x 60 m serta memiliki standar PKP-PK dengan kategori 2.

Berdasar hasil kunjungan ini, telah dipastikan bahwa _Air Strip_ Tanjung Lesung siap digunakan untuk jenis pesawat Caravan. Sementara, jalan raya untuk kendaraan darat dalam kondisi normal dapat digunakan untuk evakuasi dan pengiriman bantuan.

Berdasarkan hasil survey, dan setelah dilakukan pembersihan terhadap water pounding serta levelling permukaan runway untuk menghindari water pounding, VFR operations Bandara Tanjung Lesung dinyatakan sudah siap untuk dioperasikan. Untuk percepatan, juga diusulkan dapat menggunakan helikopter dari Bandara Budiarto Curug.

Disamping itu, guna meringankan korban bencana alam di Pandeglang, Banten, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah mengerahkan Tim Medis, bantuan logistik, termasuk berasal dari Unit Penyelenggara Bandar Udara di Lampung, serta mengerahkan para pejabatnya untuk turun langsung ke lapangan bersama tim-tim relawan Ditjen Perhubungan Udara lainnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.