Dorong Peningkatan Kualitas Transportasi Publik, Kemenhub Berikan Penghargaan Perusahaan Angkutan Umum

JAKARTA (Paradiso) – Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mendorong semua perusahaan angkutan umum di Indonesia untuk terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan kualitas pelayanan dalam berbagai aspek. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam sambutannya ketika menyerahkan penghargaan Wahana Adhigana Tahun 2017 Tahap III kepada perusahaan angkutan umum, di Jakarta (22/12). “Terutama keamanan dan kenyamanan penumpang dalam menggunakan jasa transportasi bus,” lanjut Dirjen Budi.

“Hari ini sudah kita saksikan bersama ada beberapa PO yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah terkait bagaimana tingkat pelayanannya dan juga kelengkapan dari kendaraan itu sendiri,” kata Dirjen Budi. “Tahun depan banyak jalan tol yang akan dibangun, ini merupakan peluang dan momentum yang harus ditangkap oleh perusahaan angkutan umum,” lanjutnya. Kedepan mungkin kita perlu berikan stimulus kepada PO yang berprestasi, bisa berupa subsidi atau reward. Penghargaan yang diberikan pemerintah bukanlah sekedar sertifikat yang dipigura kemudian dipajang di kantor. “Ada aspek filosofis yang terkandung dalam penghargaan yang diberikan, yaitu pendorong semangat untuk meningkatkan pelayanan lebih baik lagi,” kata Dirjen Budi.

Dirjen Budi meminta agar perusahaan angkutan umum tidak membiarkan kendaraan beroperasi dalam kedaan tidak laik. “Tahun depan semua perusahaan angkutan umum harus ber-AC. Karena begitu kita memperbaiki pelayanan, yang menikmati adalah masyarakat sebagai konsumen. Kita harus berikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” jelas Dirjen Budi.

Selain itu Dirjen Budi juga mengatakan bahwa pemerintah mendorong program e-ticketing untuk PO Bus. Kedepan di terminal tidak ada penjualan tiket, hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir keberadaan calo. “Tahun depan ada 40 terminal kita anggarkan 2 milyar masing masing untuk diperbaiki prasarana dan fasilitasnya,” kata Dirjen Budi. Terkait pemeriksaan kelaikan kendaraan, Dirjen Budi mengatakan bahwa dari hasil ramcek 60% tidak memenuhi syarat, hal ini diharapkan menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan angkutan umum untuk lebih konsen pada aspek keselamatan.

Sejak tahun 2016, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub telah mencanangkan Bus Pelopor Keselamatan bekerjasama dengan Korlantas Polri, DPP Organda dan PT Jasa Raharja. Dengan kegitan tersebut diharapkan dapat tercipta sebuah standarisasi terukur terhadap kualitas layanan yang harus dimiliki oleh perusahaan angkutan umum untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap jasa transportasi bus. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memillih jasa angkutan umum yang aman, nyaman, dan dapat memenuhi keinginan pelanggan dalam bertransportasi.

Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bekerjasama dengan PT Markplus Indonesia melakukan riset dan pengamatan terhadap kinerja perusahaan angkutan umum baik secara internal maupun eksternal. Melalui hasil kegiatan ini diharapkan masyarakat umum akan lebih mudah untuk melihat kualitas perusahaan angkutan umum dan menentukan pilihan untuk menggunakan bus dalam melakukan perjalanannya. Disisi lain, sistem penilaian ini bertujuan untuk mengembalikan atmosfer persaingan sehat di antara para perusahaan angkutan umum sehingga mereka dapat terus berbenah dalam memberikan layanan terbaik pada masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Direktur Angkutan dan Multimoda Cucu Mulyana menyampaikan bahwa setelah dilakukan penilaian kemudian dilakukan penyerahan sertifikat pemeringkatan yang dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap I dilaksanakan pada 30 Oktober 2017 dengan 50 perusahaan angkutan umum. Tahap II dilaksanakan pada 27 November 2017 dengan 60 perusahaan angkutan umum. “Dan tahap III ini dari jumlah 67 perusahaan angkutan umum yang diundang, hadir 37 perusahaan angkutan umum,” kata Cucu.

Pada penyerahan penghargaan Wahana Adhigana Tahun 2017 Tahap III ini beberapa perusahaan angkutan umum berhasil mendapatkan peringkat tertinggi. Untuk perusahaan angkutan umum AKAP Ekonomi kategori bintang 4 adalah DAMRI ST Bandara Soetta (DKI Jakarta); PT. Mawar Jaya Sejahtera (Jawa Timur); PT. Harapan Jaya (Jawa Timur). Untuk perusahaan angkutan umum AKAP Non Ekonomi kategori bintang 4 adalah PT. Gunung Harta Transport Solution (Bali); Perum DAMRI (DKI Jakarta); PT. Bhineka Sangkuriang Transport (Jawa Barat); Perum DAMRI Pontianak (Kalimantan Barat); DAMRI ST Bandara Soetta (DKI Jakarta); dan PT. Harapan Jaya (Jawa Timur). Sedangkan untuk perusahaan angkutan pariwisata, kategori bintang 5 adalah PT. Karya Setiawan Ekatama (Jawa Timur); PT. Bhineka Sangkuriang Transport (Jawa Barat); DAMRI ST Bandara Soetta (DKI Jakarta); PT. Rukun Jaya (Jawa Timur); dan PT. Putra Luragung Sakti (Jawa Barat).

Wahana Adhigana berasal dari bahasa sansekerta. ‘Wahana’ berarti sarana angkut/kendaraan dan ‘Adhigana’ berarti golongan unggul. Sehingga Wahana Adhigana berarti sarana angkutan umum dari perusahaan angkutan umum yang berada pada golongan/kelompok yang memiliki keunggulan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.