Dua Keunggulan Wisata Golf Indonesia Ditawarkan pada Pegolf se-Asia

Singapura (Paradiso) – Dua keunggulan wisata golf di Indonesia yakni keindahan alam dan layanan yang profesional ditawarkan kepada para pegolf se-Asia dan diharapkan menarik minat mereka yang hadir dalam ajang Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019 untuk menjajal golf di Indonesia.

Indonesia selama ini banyak dianggap sebagai surga bagi para pemain golf (golfer) untuk merumput. Keindahan alam serta keramahan pelaku usaha golf di Tanah air penjadi pemikat golfer asing untuk datang.

Maka untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama para pegolf perlu upaya sinergi yang baik antara pemerintah maupun pelaku usaha. Karena potensi besar dari sektor_sport tourism_ yang satu ini bisa menjadi pundi-pundi devisa bagi Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Area III Regional I Florida Pardosi saat SPH Golf Travel Fair 2019 di Takashimaya, Singapura, Jumat (22/3/2019) mengatakan Kemenpar terus mendorong kunjungan wisman salah satunya lewat wisata golf.

“Golf saat ini sudah bukan lagi sekadar olahraga, melainkan telah menjelma sebagai aktivitas wisata yang sangat potensial. Tidak hanya Batam dan Bintan, di berbagai daerah di Indonesia, lokasinya yang strategis, dan memiliki beberapa lapangan dengan standar internasional,” ujar Florida Pardosi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pemilik Golf Tour Operator yaitu Marc Travel Services Jakarta, Steve Bligh, menjelaskan potensi besar bagi Indonesia untuk mendatangkan pegolf asing. Selain lapangannya bagus, viewnya indah, pelayanannya juga terbaik dibanding negara-negara lain.

“Di Singapura saja, terdapat kurang lebih 80 ribu pegolf, kita bisa jual tidak hanya Batam atau Bintan saja. Di Pulau Jawa saja ada banyak golf course dengan pelayanan dan kualitas lapangan yang baik. Mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung hingga Surabaya,” kata Steve.

Steve juga mengatakan, perusahaan yang dipimpin Marc Travel Services Jakarta pernah meraih Indonesia’s Best Inbound Golf Tour Operator 2017 versi Wolrd Golf Award. World Golf Award sendiri sebagai penghargaan tertinggi untuk pelaku usaha golf yang dikeluarkan lembaga di bawah Wolrd Travel Award.

“Ini menjadi tolak ukur dan refrensi para pegolf asing untuk datang bermain di suatu negara dan Indonesia selama ini terkenal dengan layanannya mulai dari pegolf turun dari mobil hingga bermain didampingi dengan caddie-caddie profesional,” katanya.

Untuk tingkat pengeluaran, lanjut Steve, rata-rata perpaket/perorang bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta. Dan angka itu diluar belanja, makan, hingga tips yang mereka keluarkan. Rata-rata pengeluaran pegolf di Indonesia bisa mencapai Rp15 juta untuk satu pegolf.

Steve juga memasarkan beberapa penawaran paket untuk 4 hari 3 malam di beberapa daerah mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Surabaya. Harganya berkisar 400-600 dolar Singapura untuk paket full board, di luar tiket pesawat, tips caddie, dan pengeluaran lainnya.

“Catatan perusahaan kami, pada 2018 kurang lebih 1.500 pegolf berkunjung dengan spending rata-rata Rp15 juta untuk 4 hari 3 malam,” katanya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Manager Marketing Rainbow Hills Golf Club Savitri. Ia mengatakan, di Rainbow Hills sebanyak 65 persen pegolf yang bermain itu adalah wisatawan asing. Mereka paling banyak berasal dari Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Amerika, dan Eropa.

“Ini menjadi segmen pasar wisatawan yang berkualitas dan potensial bagi Indonesia. Sementara bagi mereka sangat menguntungkan dengan berbagai keunggulan wisata golf yang tidak didapatkan di negara lain,” katanya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.