Dukung Pariwisata, Kemenhub Fokus Program Integrasi dan Sinergi Transportasi

JAKARTA (Paradiso) – Sektor Pariwisata merupakan salah satu dari 5 (lima) sektor prioritas dari Kabinet Kerja selain dari sektor Infrastruktur, Maritim, Energi dan Pangan. Semua kementerian harus memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan pembangunan lima sektor prioritas tersebut. Tak terkecuali Kementerian Perhubungan akan mengedepankan program-program  pembangunan  infrastruktur khususnya aksesibilitas yang mendukung sektor pariwisata. Kementerian Perhubungan akan fokus membangun sarana dan prasarana transportasi yang terintegrasi baik angkutan jalan, angkutan sungai, danau, penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara dan angkutan kereta api.

“Untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan dan meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat, Kementerian Perhubungan sebagai regulator di bidang transportasi mempunyai tugas menyiapkan prasarana dan sarana yang memadai guna mendukung mobilitas manusia dan kelancaran arus barang. Pembangunan sarana dan prasarana ini,  juga untuk mewujudkan sistem transportasi yang efisien dan efektif,” demikian menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang disampaikan Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso pada Rakernas II-2017 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Banjarmasin, 26 April 2017 lalu.

Dalam hal pembangunan infrastruktur transportasi ini, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan menggandeng sektor swasta dan BUMN melalui skema Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Pembangunan infrastruktur yang commercially viable diserahkan kepada pihak swasta sedangkan yang non commercially viable tetapi economically feasible  diserahkan kepada Pemerintah termasuk BUMN, BUMD  dan Koperasi.

Kementerian Perhubungan akan terus melakukan perbaikan dengan mengarahkan kebijakan pengembangan aksesibilitas yang mengutamakan kemudahan akses dan kenyamanan serta keamanan. Kemudahan akses dapat tercapai dengan indikator berupa ketersediaan moda transportasi, kecukupan kapasitas dan keragaman moda transportasi yang tersedia. Sedangkan  kenyamanan dan keamanan transportasi mempunyai indikator berupa tingkat kepuasan konsumen dan keselamatan perjalanan pengguna jasa transportasi.

Secara umum, ada 4 (empat) kebijakan Kementerian Perhubungan dalam mendukung pengembangan pariwisata. Yaitu; pertama mempercepat realisasi peningkatan infrastruktur pelabuhan dan bandar udara di daerah tujuan wisata termasuk menyederhanakan perijinan kunjungan kapal pesiar dan Yatch; kedua,  mendorong perusahaan pelayaran dan  perusahaan penerbangan nasional menyediakan pelayanan dari dan ke destinasi pariwisata ; ketiga, meningkatkan kerjasama penerbangan secara bilateral dengan negara  sumber pasar wisatawan, melalui bandara yang telah dibuka untuk ASEAN Open Sky; dan keeempat meningkatkan peran swasta dalam penyediaan angkutan wisata yang memenuhi standar keselamatan, keamanan  dan  kenyamanan.

Sementara itu, menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, untuk transportasi udara juga ada kebijakan khusus guna meningkatkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kebijakan-kebijakan tersebut adalah; Memberi kesempatan maskapai asing untuk meningkatkan frekuensi dari sumber wisman seperti Jepang, Australia, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Belanda, Inggris , Malaysia, Korea Selatan, dan negara-negara Timur Tengah ; Memberi  kemudahan akses  bagi maskapai  asing  untuk masuk ke daerah tujuan wisata  di Indonesia, khususnya 10 destinasi pariwisata prioritas; Mendorong peningkatan frekuensi maskapai nasional ke negara asal wisman ; Untuk kargo mendorong maskapai nasional / asing untuk mengembangkan rute dari / ke Batam, Makassar, Biak, Surabaya sehingga tercipta hub  kargo; Untuk penumpang mendorong maskapai nasional / asing untuk mengembangkan rute dari / ke  Batam, Padang,  Palembang, Makassar, Manado, Kupang,  Mataram dan Yogyakarta, sebagai tujuan wisata, selain kota-kota lain di Indonesia yang telah diterbangi oleh airlines nasional / asing.

Selanjutnya, memberikan hak co-terminalisasi pada sejumlah maskapai asing untuk kota-kota yang market demand-nya  rendah; Pengaturan yang fleksibel untuk hak angkut ke 3 dan ke 4  untuk negara dengan wisatawan potensial; Mengusahakan dukungan diskon pada bandara  dengan demand rendah; Mepermudah pemberian flight approval untuk extra flight maskapai nasional dan asing pada saat peak seasons; Untuk mendorong dan meningkatkan pariwisata, dari poin-poin yang tidak memiliki perjanjian hubungan udara bilateral dan multilateral dapat diakomodir dengan penerbangan charter berbasis kasus per kasus.

“Kami juga mengembangkan bandara-bandara yang terdekat dengan 10 daerah tujuan wisata unggulan Pemerintah. Bandara-bandara tersebut dikembangkan dan diperbaiki untuk menyambut penerbangan wisatawan yang lebih selamat, aman dan nyaman,” ujar Agus.

Bandara-bandara tersebut adalah: Bandara Ahmad Yani – Semarang, Bandara Adi sumarmo – Solo di Jawa Tengah dan Bandara  Adi Sucipto – D.I. Yogyakarta untuk tujuan wisata Candi Borobudur – Jawa Tengah; Bandara International Lombok dan Ngurah Rai – Denpasar untuk tujuan wisata Mandalika – NTB; Bandara Eltari – Kupang, Komodo – Labuan Bajo, Ngurah Rai – Denpasar dan Bandara International Lombok – Lombok untuk tujuan wisata Labuan Bajo – NTT; Bandara Abdulrahman Saleh – Malang dan Juanda – Surabaya untuk tujuan wisata Bromo Tengger Semeru –  Jawa Timur; Bandara Pitu – Morotai, Sultan Babullah – Ternate, Sam Ratulangi – Manado untuk tujuan wisata Morotai; Bandara Soekarno Hatta – Tangerang dan Halim PK – Jakarta untuk tujuan wisata Kepulauan Seribu – DKI Jakarta; Bandara Soekarno Hatta – Tangerang dan Halim PK – Jakarta untuk tujuan wisata Tanjung Lesung – Banten; Bandara Kualanamu – Medan, Silangit dan Ferdinan Lumban Tobing – Sibolga untuk tujuan wisata Danau Toba; Bandara Matahora – Wakatobi, Haluoleo – Kendari dan Sultan Hasanuddin – Makassar untuk tujuan wisata Wakatobi; Bandara H As. Hanandjoedin – Tanjung Pandan dan Soekarno Hatta – Tangerang untuk tujuan wisata Tanjung Kelayang – Belitung. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.