Etape 4 TdS, Pebalap Lintasi Jalur Terberat

kelok 44 TdSSumatera Barat (Paradiso) – Etape 4 Tour de Singkarak 2014 merupakan etape paling menantang yang harus dilalui pebalap. Selain harus menempuh jalur yang cukup panjang yaitu 165 kilometer, pebalap juga harus berjuang lebih saat memasuki Kelok 44.

Kelok 44 di Kabupaten Agam merupakan jalur terberat yang harus dilalui, trek menanjak dengan tikungan tajam membuat pebalap harus bekerja ektra keras mengayuh sepeda. Kelok 44 merupakan Titik King of Mountain (KOM) level 1. Tidak sedikit dari peserta yang kewalahan karena harus banyak menguras tenaga saat melalui jalur tersebut.

Perjuangan belum berakhir, setelah menguras tenaga menaklukan Kelok 44, pebalap kembali harus bekerja eksta  untuk masuk garis finish dengan jalur menanjak dan berkelok  yang tidak kalah menantang.

Etape 4 tahun ini, tim Pebalap dari tim Pishgaman Yazd menempatkan tiga pebalapnya untuk memasuki garis finis paling depan. Tempat pertama diraih Rahim Emami dengan membukukan catatan waktu 4 jam 28 menit 15 detik diikuti oleh Amir Zargari dan Ramin Mehrbaniazar yang membuntuti di posisi kedua dan ketiga.

Indonesia hanya menempatkan satu pebalapnya dalam rombongani 10 pebalap terdepan, yakni Bambang Suryadi yang finis di posisi 8 dengan catatan waktu 4 jam 30 menit 20 detik .

Selain memiliki karakter jalur yang menantang, Kelok 44 juga memiliki lansekap alam yang cantik, tidak heran setiap kali penyelenggaraan TDS melalui jalur ini menjadi momen yang ditunggu para awak media terutama para fotografer untuk mendapatkan gambar balap sepeda dengan latar belakang alam yang menarik.

Pemandangan alam di garis finish etape 4 juga tidak kalah menarik, tahun ini garis finish untuk  etape 4 mengambil tempat di kawasan wisata Lawang Park, sebuah kawasan wisata yang terkenal dengan keindahan alam. Berada di ketinggian dengan background Danau Maninjau yang dikelilingi pegunungan  memberikan suasana mengasyikkan.

Pebalap Indonesia Unjuk Gigi di Etape III

Sementara itu, sebelumnya memasuki etape ke 3, pebalap Indonesia mulai unjuk kemampuan, Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team naik podium denganmeraih tempat kedua, Dadi hanya terpaut 5 detik dari Ramin Mehrbaniazar pebalap asal tim Pishgaman Yazd yang menempuhwaktu 2 jam, 32 menit, 54 detik. Sementara posisi ketiga di tempati pebalap Jepang dari tim Japan National Team, Hatsuyama Sho.

Dadi sejak garis start bersaing keras untuk bisa mempertahankan posisinya hingga akhirnya masuk finish di posisi kedua. “Kuncinya adalah saya tetap mempertahankan posisi saya sejak awal,” kata Dadi dalam jumpa media sesaat setelah penyerahan hadiah yang di gelar di pelataran Istano Basa Pagaruyung.

Untuk Asean Rider Competition Boots Ryan Cayubit dari Team 7 Eleven Road Bike Philipines (T7E), dan Bambang Suryadi dari Indonesia National Team membuntuti dadi di posisi kedua dan ketiga. Sementara untuk Mountain Competition diraih Ramin Mehrbaniazar dari Pishgaman Yazd. Untuk Sprint Competition, dimenangkan Arvin Moazemi Godarzi.

Etape III titik start di Kabupaten 50 Kota dan finish di Kabupaten Tanah datardenganjaraksepanjang 100 kilometer. Dalametapeini, pebalap melintasi kelokan alam dengantipe trek yang cukup menantang dengan jalur tanjankan dan berkelok seperti di Kelok Sembilan, sebuah wilayah yang menjadi ikon Kabupaten 50 Kota. (Erwin)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.