Festival Komodo Perkuat Destinasi Wisata Manggarai Barat

Pawai replika komodo mengelilingi kota Labuan Bajo.
Pawai replika komodo mengelilingi kota Labuan Bajo sebagai rangkaian Festival Komodo 2014.

Labuan Bajo, NTT (Paradiso) – Kabupaten Manggarai Barat mempunyai destinasi unik dan menarik berkelas dunia, yaitu Pulau Komodo. Keberadaan binatang purba yang hanya terdapat di Kabupaten Manggarai Barat ini menjadi ikon Provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan Indonesia.

Agar lebih mengkukuhkan diri sebagai destinasi utama berkelas dunia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat menggelar Kegiatan Festival Komodo 2014 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat pada 11-12 Mei 2014.

Kegiatan Festival Komodo 2014 yang dirangkai dengan kegiatan Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific Hash 2014 ini menarik ratusan pengunjung untuk menyaksikan beragam atraksi yang disuguhkan.  Festival Komodo merupakan sebuah festival yang mempunyai tujuan untuk memperkenalkan semua keajaiban di dalam dan sekitar Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Acara dibuka dengan pagelaran Caci (fight dance), dengan menerjunkan 40 pemain caci yang digelar dari pagi hingga sore hari dari beberapa kecamatan di Manggarai Barat. Festival Komodo juga diisi dengan pawai replika binatang Komodo mengelilingi Kota Labuan Bajo.

Pertunjukan Caci.
Pertunjukan Caci.

Pembukaan ini semakin meriah dengan kehadiran ratusan wisatawan yang tergabung dalam Asia Pasific Hash. Sejumlah atraksi budaya ditampilkan untuk menerima 500 hasher dari berbagai negara itu.

Pada siang harinya bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati Manggarai Barat Gasa Maximus melepas pawai Festival Komodo yang diikuti enam mobil. Masing-masing mobil membawa replika komodo dari kayu, plastik dan styrofoam. Tak ketinggalan, Stefan Rafael, ‘plastic man’ dari Komodo juga turut serta dengan kendaraan yang dihiasi botol-botol plastik. Pawai Festival Komodo ini berakhir di Pantai Pede.

Di sore hari, Gubernur NTT Frans Lebu Raya melepas peserta Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific Hash 2014 di Pantai Pede. Para hasher sangat antusias berjalan kaki berkeliling Kota Labuan Bajo. Gubernur NTT pun sangat bangga Kota Labuan Bajo didatangi para peserta hash.

“Mereka datang sendiri tanpa saya undang. Dampaknya sangat besar bagi pariwisata NTT, khususnya Labuan Bajo. Mereka nanti bisa cerita kepada keluarga, teman soal keindahan NTT,” kata Frans Lebu Raya.

Pada malam harinya para peserta hash dijamu gala dinner di Hotel Laprima dengan suguhan berbagai atraksi budaya Manggarai Barat.

Tak lupa Frans mengajak para peserta hash untuk melihat langsung komodo di habitat aslinya di Pulau Komodo atau Pulau Rinca. “Komodo itu binatang. Walaupun mukanya garang, hatinya baik karena komodo memberi berkah kepada rakyat NTT, khususnya Manggarai Barat. Komodo hanya ada di NTT, tak ada di tempat lain di dunia,” jelas Frans.

Sementara itu, pada Senin (12/5), para hasher se-Asia Pasifik itu berlayar ke pulau Komodo dan Rinca untuk menyaksikan binatang purba kebanggan Indonesia, Komodo Dragon dari dekat.

Tarian caci  yang menjadi atraksi utama dalam pembukaan tersebut dilakukan oleh dua pemain, di mana satu pemain mencambuk lawan. Cambuk dibuat dari kulit kerbau atau sapi yang sudah dikeringkan. Sementara lawannya berusaha untuk menangkis dengan menggunakan perisai atau tameng yang juga terbuat dari kulit kerbau. Pertarungan berlangsung dengan diiringi bunyi pukulan gendang dan gong, serta nyanyian para pendukung.

“Upaya promosi Komodo sebagai ikon Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat sebagai habitat aslinya harus digencarkan terus ke dunia internasional,” kata Kasubdit Wilayah IV, Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf Putu G. Gayatri.

Para peserta hash melakukan start di Pantai Pede, Labuan Bajo.
Para peserta hash melakukan start di Pantai Pede, Labuan Bajo.

Gayatri menjelaskan, Festival Komodo yang disaksikan ratusan wisatawan internasional Hash dari berbagai negara itu merupakan momentum strategis dan memiliki nilai tinggi bagi terpromosikannya Pariwisata di Manggarai Barat.

“Diharapkan, melalui kegiatan Asia Pasifik Hash di Kota Labuan Bajo, dapat mempromosikan keunikan budaya dan keajaiban binatang Komodo ke jenjang relasi, keluarga, dan kerabat dari para wisatawan internasional itu di negara masing-masing,” ujar Gayatri.

Tidak hanya pertunjukan caci tapi juga pameran hasil kerajinan masyarakat setempat, seperti tenun ikat, souvenir komodo dan tour ke pulau Komodo bersama media.

Wisatawan ke NTT Meningkat

Saat ini wisatawan semakin meningkat menuju Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini tak terlepas dari semakin bertambahnya jumlah penerbangan ke kota tersebut.

Kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Alexander Sena mengakui bahwa Sail Komodo 2013 memberi dampak signifikan terhadap pariwisata di NTT. Data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke NTT pada 2013 mencapai 80.810 wisatawan atau meningkat dari tahun 2012 sebanyak 47.000 wisatawan. Sementara jumlah kunjungan wisatawan domestik pada 2013 mencapai 800.000 wisatawan atau naik tajam dari 2012 sebesar 349.000 wisatawan.

“Kami ingin jadikan NTT sebagai provinsi pariwisata dan ingin mewujudkan NTT sebagai salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia,” kata Alexander.

Menurut Alexander, ikon utama pariwisata NTT adalah Komodo, Danau Kelimutu, desa wisata Wae Rebo, penangkapan paus di Lamalera, perayaan Semana Santa di Larantuka, serta Pasola di Sumba Barat.

“Banyak destinasi wisata yang tersebar di pulau-pulau di NTT. Ada keindahan laut di Pulau Komodo, Alor, 17 Pulau Riung, Rote, Teluk Maumere. Taman nasional ada di Kelimutu dan Komodo. Belum lagi kekayaan biota lautnya,” ujar Alexander.

Lanjut Alexander, NTT bersama 10 provinsi lainnya akan mendirikan kantor pemasaran bersama di Kuta, Bali, di mana biaya akan ditanggung bersama.

“Kami juga merintis kerja sama segitiga pertumbuhan antara NTT, Australia dan Timor Leste. Kita harapkan akan ada penerbangan langsung Kupang (NTT) – Darwin (Australia). Sebelumnya penerbangan Kupang-Darwin dilakukan oleh Merpati. Itu sudah 14 tahun lalu terhenti. Sekarang turis Australia ke Kupang harus lewat Bali. Itu kan jauh,” jelasnya. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.