Festival Legu Gam, Dongkrak Pariwisata Maluku Utara

TERNATE (Paradiso) – Kota Ternate, benar-benar memanfaatkan momentum Festival Legu Gam untuk pengembangan pariwisata. Festival Legu Gam diisi berbagai macam atraksi budaya dan kuliner beraneka ragam khas Maluku Utara , pesta rakyat tahunan yang selalu digelar pada setiap April ini merupakan pesta rakyat dalam rangka perayaan hari lahir mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah. Festival Legu Gam kali ini dihelat pada 25 Maret s/d 15 April 2017 di Ternate, Maluku Utara.

Kementeria Pariwisata tidak hentinya terus menerus menggelorakan dukungan ke berbagai kegiatan masyarakat di berbagai tempat seluruh wilayah Nusantara demi mewujudkan Indonesia sejahtera melalui gerakan pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan sebagai penentu kesuksesan pariwisata ada satu jurus jitu yaitu  Pentahelix, Lima unsur  “Rumusnya ABCGM, yaitu: Academician, Business, Community, Government, Media. Lima unsur itu harus  kompak, saling support, penuh kesadaran dalam membangun iklim pariwisata yang kondusif,” sebut Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, pun menterjemahkan konsep pentahelix dengan terus mensinergikan berbagai wujud kegiatan di daerah.

Kemenpar mendukung dan menjadikan berbagai event budaya daerah adalah wujud nyata merealisasikan jurus jitu Menpar. Salah satunya dukungam pada event Festival Legu Gam sebagai atraksi pariwisata budaya untuk menjadi daya tarik pariwisata baik nusantara maupun mancanegara. Kemenpar terus mendorong potensi kekayaan daerah dan khususnya masyarakat Maluku Utara.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan, realisasi dukungan Kemenpar pada kegiatan Festival Legu Gam kali ini dengan penguatan pada materi acara dengan tujuan sebagai wujud bentuk kemasan dan dukungan pada potensi daerah menjadikan acara semakin tertata dan lebih meriah. Salah satunya mengangkat promosi wisata kuliner melalui sajian makanan khas cita rasa Maluku Utara.

Acara dukungan Kemenpar sangat terasa manfaatnya langsung baik bagi panitia penyelenggara, pemerintah maupun pengunjung khususnya masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya. Kegiatan ini membawa dampak positif terutama dengan adanya event tersebut. Kota Ternate suasananya menjadi lebih hidup.

Festival Legu Gam sebagai prosesi budaya menjadi atraksi wisata budaya yang memberi nilai pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan potensi daerah sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Promosi Kuliner

Masih dalam rangkaian Festival Legu Gam, juga digelar kegiatan Promosi Kuliner Maluku Utara yang dilaksanakan pada 1-2 Maret 2017 di Kota Ternate. Event Kuliner kali ini mengangkat tema “Hidangan Negeri Rempah: jejak Eropa dalam kuliner Nusantara”.

Sajian aroma khas hadrami (makanan khas Ternate) yang mengharumi pangan zaman perang dan makanan para dewa. Kuliner tradisional Maluku Utara yang disajikan sarat dengan rempah-rempah seperti berbahan cengkeh, kayu manis dan biji pala. Kegiatan tersebut menghadirkan endorser penyanyi Pop ibu kota Budi Doremi.

Festival Legu Gam yang digelar selama tiga minggu penuh ini berisi pertunjukan kesenian dan sejumlah pergelaran budaya. Di antaranya, pawai obor gam ma cahaya, kololi kie mote ngolo (keliling pulau lewat laut, Red), fere kie (mendaki Gunung Gamalama), panggung budaya semalam di Kie Raha, dan ziarah ke Makam Sultan Babullah yang telah dijadikan situs wisata religi.

Menariknya, ritual “kololi kie mote ngolo” yang biasanya hanya diikuti masyarakat adat kali ini bakal diikuti wisatawan. Pihak penyelenggara sengaja menyediakan sebuah feri untuk mengangkut wisatawan. “Semoga Legu Gam kali ini lebih berkesan ketimbang sebelum-sebelumnya,’’ ujar Ketua Panitia Legu Gam Abdullah Tahir yang juga Wakil Walikota Ternate.

Tak ketinggalan meriahnya, melihat antusias masyarakat yang biasanya di tahun sebelumnya artis / penyanyi ditampilkan di penutupan acara, berbeda kali ini dimana kedatangan Budi Doremi di acara pembukaan membuat lokasi acara di Ngara Lamo Kedaton Sultan Ternate penuh sesak.

Sekitar 3000 lebih masyarakat asyik ikut nyanyi bersama sang artis yang menyanyikan dengan apik lagu-lagu hits nya seperti : Doremi, 123456, asmara nusantara dan yang paling dinantikan yaitu lagu Selayang Pandang yang dikolaborasikan secara langsung oleh para penari latar berpakaian tradisional/adat dari Maluku Utara.

Setiap kesempatan pada saat di atas panggung, Budi Doremi selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu bangga dan cinta kepada Indonesia yang telah diciptakan Tuhan begitu indah.  “Oleh karena itu kita harus selalu mendukung pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dengan Pesona Indonesia yang selalu konsisten mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya Maluku Utara dan Ternate ke mancanegara” ujar Budi Doremi. (*)

Facebook Comments

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.