Festival Momiji Matsuri Pertama Digelar di Kota Jababeka

Bekasi (Paradiso) – Momiji Matsuri merupakan festival yang menyambut datangnya musim panen. Momiji merupakan jenis tanaman di Jepang yang berubah warna sebelum daunnya berguguran. Warna dan bentuk daun momiji yang unik membuat daun in sebagai symbol musim panen.

Dengantema “MelaluiPertukaranBudayadanOlah Raga, MendalamiHubunganantara Indonesia-Jepang”, Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI) bersama PT JababekaTbkmengadakan festivalbudayadanolah ragabernuansaJepang “MOMIJI MATSURI 2015”padatanggal 7 – 8 November 2015 di Kota Jababeka, Cikarang.

Festival inididukungpenuholehKedutaanBesarJepang di Indonesia, The Jakarta Japan Club (JJC), Japan External Trade Organization (JETRO), Japan National Tourism Organization (JNTO), The Overseas Human Resources and Industry Development Association (HIDA), Japan Foundation (JF), serta Perkumpulan Masyarakat Jepang di Cikarang.

Dipilihnya kota Cikarang sebagai tempat pelaksanaan Momiji Matsuri yang pertama ini karena Cikarang merupakan salah satu pusat industri perusahaan Jepang di Indonesia yang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat dalam berbagai sektor. Momiji Matsuri ini juga diharapkan menjadi wadah terciptanya suasana keakraban bagi orang Jepang dan Indonesia.

“Tujuan dari Momiji Matsuri adalah untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang melalui pertukaran budaya dan olahraga, dengan harapan sebagai titik awal terciptanya suasana ‘’Little Tokyo’’didalam wilayah Kota Jababeka,” ujar Ketua KAJI, Fuad A. Kadir.

Festival Momiji Matsuri 2015 akan menampilkan banyak penampilan kebudayaan, baik dari budaya Indonesia maupun budaya Jepang. Penyelenggara berharap bahwa masyarakat Indonesia, baik yang sudah mengenal budaya Jepang maupun yang belum mengenal, dapat merasakan kegembiraan di festival ini. Sedangkan bagiwarga Jepang, selain melepas rindu suasana kampong halaman, juga dapat saling lebih mengenal dan lebih mempererat hubungan antara Jepang – Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Agus Trihono, mengapreasiasi adanya kegiatan pertukaran budaya seperti Momiji Matsuri 2015 dan berharap kegiatan serupa akan semakin banyak di wilayah Bekasi. “Budaya dan olahraga merupakan alat pemersatu antar bangsa yang efektif. Pertukaran budaya selalu membawa manfaat yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat,” ujar Agus.

Untuk menyukseskan acara, pelaksanaan Momiji Matsuri 2015 ini dibantu oleh 150 orang sukarelawan kebersihan selama 2 hari, selain diharapkan dapat menciptakan kenyamanan juga proses edukasi dalam menjaga kebersihan dalam penyelenggaraan festival.

Memperkaya Keragaman Kebudayaan Kota Jababeka

BagiJababeka, penyelenggaraan festival Momiji Matsuri 2015 di Kota Jababeka ini selaras dengan visi KAJI untuk menumbuhkan suasana “Little Tokyo” di Kota Jababeka. Karena banyaknya pelaku usaha dan komunitas asal Jepang yang tersebar di Cikarang, Jababeka pun merencanakan pengembangan kawasan hunian dan usaha yang memakai tema-tema Jepang. Perlahan rencana tersebut mulai terwujud, dengan telah beroperasinya Momiji Restaurant, restoran yang menyajikan masakan otentik asal Jepang.

Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono mengatakan dengan adanya festival Momiji Matsuri 2015, pihaknya berharap kawasan terpadu Kota Jababeka dapat semakin menarik minat para investor.

“Kami berharap dengan diadakannya festival MomijiMatsuri 2015 di Kota Jababeka, komunitas Jepang di Cikarang dapat sedikit mengobati rasa rindu terhadap tanah airnya dan jugabagi masyarakat Indonesia dapat merasakan keragaman kebudayaan yang ada di Kota JababekadanCikarang. Sasaran kami, festival Momiji Matsuri menjadi pemicu bahwa acara kebudayaan serupa dalam skala kecil maupun besar dapat diadakan di Kota Jababeka dan menarik perhatian investor baik local maupun asing untuk dapat semakin mengembangkan kawasan Jababeka ini,” ujar Sutedja.

Peningkatan kualitas kehidupan menjadi perhatian utama Jababeka dalammengembangkanproduk-produk dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Dalammembangun Kota Jababeka di Cikarang, Jababeka mengadopsi konsep smart city. Beberapa indicator konsep smart city telah diimplementasikan di Kota Jababeka, seperti adanya 1,2 juta penduduk dan 15.000 ekspatriat, fasilitas pengolahan air bersih dan air limbah, beragam property hunian dankomersil, fasilitas rekreasi seperti padang golf danperhotelan, fasilitas pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, jaringan transportasi publik yang menghubungkan antar fasilitas, serta fiber optic untuk mendukung pelayanan public pada bidang teknologi informasi.

Pengembangan utama perusahaan adalah Kota Jababeka, 30km dari kota Jakarta, denganbentangkota terintegrasi mencakup lebih dari 5.600 hektar.Kota Jababeka juga tempatberlokasi bagi lebih dari 1.650 perusahaan lokal dan multinasionallebihdari 30 negara (antara lain Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda) yang mempekerjakan 1 juta pekerja lokal dan asing.

Saat ini, strukturbisnis perusahaan dapat dibagi menjadi 3 pilar utamayaitu: pengembangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan manajemen properti perhotelan (leisure). Segmen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota-kota modern dan menjadi kunci keberhasilan dalam merealisasikan visi perusahaan dalam menciptakan kota-kota di Indonesia. (*/bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.