Gandeng STMT Trisakti, IATA Sosialisasikan Penanganan Baterai Lithium Lewat Jalur Udara

JAKARTA (Paradiso) –  Menyusul terjadinya sejumlah kasus terbakarnya baterai berjenis ion lithium pada beberapa penerbangan, International Air Transport Association (IATA) secara marathon terus menggelar sosialisasi terhadap bahayanya pengangkutan pengiriman baterai jenis ion lithium melalui angkutan udara ke sejumlah negara, salah satunya Indonesia.

Di Indonesia, IATA menggandeng Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti sebagai partner untuk menyosialisasikan penanganan produk yang masuk dalam kategori barang berbahaya (dangerous goods) tersebut. Bertempat di Aula Kampus STMT Trisakti Jakarta, melalui Lembaga Pengembangan Manajemen Transportasi & Logistik (LPMTL) STMT Trisakti, organisasi transportasi udara internasional itu menggelar sebuah lokakarya bertajuk ”IATA Dangerous Goods Workshop”, Senin (14/11/2016).

”Kepercayaan IATA menjadikan kami sebagai host dalam kegiatan ini merupakan kebanggaan yang sangat luar biasa. Karena dari sejumlah workshop serupa yang digelar IATA di beberapa negara, STMT Trisakti merupakan lingkungan kampus pertama yang dijadikan sebagai tempat pertama pelaksanaan kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan IATA ini,” ungkap Direktur LPMTL STMT Trisakti, Salahudin Rafi, di sela acara.

Menurut Rafi, workshop IATA terkait penanganan baterai berjenis ion lithium dalam penerbangan sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Hal tersebut mengingat saat ini belum ada regulasi nasional yang mengatur akan hal tersebut, sementara sejumlah negara telah ada yang menerapkan pelarangan terhadap pengiriman baterai berjenis ion lithium melalui jalur udara.

”Jika memang mendesak dan sangat diperlukan dengan alasan keselamatan penerbangan, sangat memungkinkan untuk direkomendasikannya penyesuaian maupun pembaruan regulasi penerbangan terkait hal ini kepada Pemerintah,” imbuh Rafi.

Acara workshop yang diikuti oleh ratusan praktisi industri penerbangan itu merupakan refresh dan fase lanjutan dari kursus pelatihan dan penanganan kiriman barang berbahaya melalui mode udara (dangerous goods carried by air) yang digelar oleh IATA di sejumlah negara. Hadir sebagai pembicara, antara lain Ketua STMT Trisakti Dr. Tjuk Sukardiman, Direktur Keamanan Penerbangan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nasir Usman, serta Assistant Director Cargo & Safety Standard IATA Geneve Swiss, Mr. David Brennan.

Sebagaimana diketahui, sebuah panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui larangan sementara pengiriman kargo dengan muatan baterai litium isi ulang pada pesawat penumpang. Baterai litium diduga dapat menyulut api dengan cepat sehingga dapat menghancurkan pesawat. Keputusan Dewan Tingkat Atas Organisasi Penerbangan Sipil International (ICAO) yang berbasis di Montreal, Kanada, yang dirilis beberapa waktu lalu itu memang tidak mengikat. Namun, sebagian besar negara mengikuti standar lembaga ini. Larangan itu berlaku efektif pada 1 April 2016.

Baterai ion litium digunakan dalam perangkat produk, seperti ponsel, laptop, dan mobil listrik. Sekitar 5,4 miliar sel ion litium diproduksi di seluruh dunia pada 2014. Sebuah baterai terdiri atas dua atau lebih sel. Mayoritas baterai diangkut dengan kapal kargo, tapi sekitar 30% dikirim melalui udara. Maskapai penerbangan ke dan dari Amerika Serikat yang menerima pengirim an baterai litium membawa 26 juta penumpang per tahun menurut estimasi Badan Penerbangan Sipil (FAA).

Otoritas penerbangan telah lama mengetahui baterai itu dapat menyala dengan sendiri dan bisa menciptakan kebakaran yang lebih panas dari 593 derajat celsius. Masalah keamanan meningkat setelah uji coba FAA menunjukkan gas yang dikeluarkan baterai yang terlalu panas dapat bertambah besar di kargo kontainer dan memicu ledakan yang mampu melumpuhkan sistem pengendali kebakaran pesawat. Itu juga bisa membuat kebakaran tak terkendali.

Tiga jet kargo telah hancur dan empat pilot tewas dalam kebakaran pesawat sejak 2006. Para peneliti meyakini pemicu awal kebakaran itu itu ialah baterai. Federasi Internasional Asosiasi Pilot Jalur Udara melobi Dewan ICAO untuk memperluas larangan hingga operator kargo. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.