Garuda Indonesia Luncurkan Album “The Sounds of Indonesia” Volume III

Emirsyah Satar (kiri) dan Mari Elka Pangestu
Emirsyah Satar (kiri) dan Mari Elka Pangestu

Jakarta (Paradiso) – Sejalan dari komitmennya untuk senantiasa melestarikan kekayaan budaya bangsa, Garuda Indonesia  pada hari ini, Rabu (8/10), meluncurkan album “The Sounds of Indonesia” volume III.

Acara peluncuran Album “The Sound of Indonesia III” ini dikemas dalam konsep acara ke-Indonesiaan, dengan tema “Bringing the Best of Indonesia to the World” serta dihadiri antara lain oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu, jajaran Direksi Garuda Indonesia, serta musisi Addie MS.

“The Sound of Indonesia” merupakan koleksi lagu-lagu daerah dan tradisional dari seluruh penjuru Indonesia yang diaransemen ulang dalam bentuk musik orkestra oleh Addie MS sebagai “musik resmi” yang akan diperdengarkan selama penerbangan maupun di setiap “lounge” dan kantor penjulan Garuda Indonesia dalam upaya mengenalkan budaya Indonesia melalui layanan “Garuda Indonesia Experience”.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, “Saya memberi apresiasi kepada apa yang dilakukan Garuda Indonesia di dalam melakukan program Garuda Indonesia Experience, karena ini benar-benar semangat yang kita kembangkan di industri kreatif berbasis lokal tapi dengan semangat kontemporer atau world class. Garuda Indonesia sebagai national carrier kita mencerminkan dan membawa branding dari Indonesia, serta menceritakan what is wonderful about Indonesia.”

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, “Album “The Sounds of Indonesia” Volume III ini merupakan kelanjutan dari dua album “The Sounds of Indonesia”sebelumnya yang telah meraih sukses dan diterima dengan baik di pasar. Album ini disiapkan khusus oleh Garuda Indonesia bekerjasama dengan Addie M.S untuk menjaga kelestarian kesenian Indonesia khususnya lagu lagu daerah.

“Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa melestarikan budaya bangsa yang kaya dan beragam, sekaligus memasarkannya ke masyarakat internasional, sesuai dengan visi Garuda Indonesia. Kami juga berharap, dan dengan aransemen ulang musik orkestra yang dihadirkan melalui album ini, masyarakat juga dapat menikmati lagu-lagu daerah yang selama ini sudah sering didengar dengan warna dan nuansa yang berbeda,” tambah Emirsyah.

Sementara itu, musisi Addie MS dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Pengerjaan The Sounds of Indonesia Volume III ini mengorkestrasikan lagu-lagu daerah Indonesia sedemikian rupa sehingga lagu-lagu tersebut bisa dirasakan dan dinikmati dari perspektif yang berbeda. Peluncuran album ini perlu diapresiasi karena menjadi salah satu bentuk sumbangsih dari Garuda Indonesia untuk seni budaya Indonesia.”

Beberapa lagu nasional dan daerah yang diaransemen ulang dalam album “The Sounds of Indonesia” Volume III antara lain “Tanah Airku” karya Ismail Marzuki, Alusi Au (Sumatera Utara), Walang Kekek (Jawa Tengah), Bubuy Bulan (Jawa Barat), Si Patokaan (Sulawesi Utara), Aceh Lon Sayang (Aceh), Tanduk Majeng (Jawa Timur), Sabarai Sabarai (Kalimantan Timur), Mande Mande (Maluku), dan Lancang Kuning (Riau).

Sebelumnya pada bulan Juli 2012 lalu, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Addie MS telah meluncurkan album “The Sounds of Indonesia” Volume I dan II yang berisikan lagu-lagu tradisional Indonesia seperti Manuk Dadali (Jawa Barat), Rasa Sayange (Maluku), Soleram (Riau), Anging Mamiri (Sulawesi Selatan), Keroncong Kemayoran (DKI Jakarta), O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara), Lisoi (Sumatera Utara), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Jali-jali (DKI Jakarta), Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan), dan Yamko Rambe Yamko (Papua).

Pada 2009 lalu, sebagai bagian dari upayanya untuk terus meningkatkan layanannya kepada para penumpang, Garuda Indonesia memperkenalkan “Garuda Indonesia Experience”, yang mengedepankan budaya dan keramahtamahan Indonesia serta menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia melalui kelima panca indera, yaitu sight, sound, taste, scent, dan touch, untuk diimplementasikan dalam layanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan post- journey.

“Garuda Indonesia Experience” kini dapat dirasakan oleh penumpang mulai dari interior pesawat yang memadukan warna-warna alami dan motif tradisional Indonesia, diantaranya motif ‘gedek’ pada dinding pemisah ruang kabin di pesawat, seragam batik awak kabin, lagu-lagu tradisional Indonesia yang telah di aransemen ulang, makanan dan minuman khas Indonesia, serta aromaterapi dari tumbuhan khas Indonesia. Selain itu, sentuhan salam hangat dan pelayanan awak Garuda Indonesia juga membuat penumpang merasakan Indonesia yang sesungguhnya.

Sejalan dangan berbagai pengembangan yang dilaksanakan perusahaan, terutama untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa, Garuda Indonesia memperkenalkan konsep layanan secara menyeluruh atau “New Service Concept”. Selain menghadirkan layanan “First Class”, Garuda Indonesia juga memperkenalkan layanan “Executive Class” dan “Economy Class” baru yang lebih baik.

Layanan di ketiga kelas tersebut memiliki “service design” yang didasarkan pada karakteristik masing-masing. Layanan “First Class” akan memiliki karakter yang intimate, authentic, engaging. Layanan “Executive Class” memiliki pendekatan yang bersifat energetic, authentic, dynamic. Sementara layanan “Economy Class” memiliki karakteristik dynamic, positive, warm. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.