Garuda Indonesia Tunda Ekspansi Rute Penerbangan Global

Erik Meijer
Erik Meijer

Jakarta (Paradiso) – Kondisi perekonomian global lesu memaksa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengerem ekspansi. Maskapai plat merah ini memilih menunda pembukaan sejumlah rute baru internasional.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer, Garuda Indonesia menunda pembukaan rute ke Mumbay, India dan Manila. Rute ke luar ke Mumbay dan Manila yang seharusnya dibuka Desember tahun ini, kami putuskan dievaluasi lagi. Bila ekonomi global tahun depan membaik, Garuda Indonesia baru akan memutuskan kelanjutan ekspansi rute internasional. Sambil menunggu, maskapai ini bakal memanfaatkan jaringan rute internasional (code share) dari Sky Team.

“Penggunaan code share antarmaskapai ini dinilai lebih menguntungkan karena Garuda Indonesia perlu mengeluarkan biaya operasional pesawat tapi tetap mendapat pemasukan. Untuk rute Mumbay, wisatawan asal Indonesia bisa memanfaatkan rute maskapai India, Jet Star. Penerapan code share tersebut bisa menghemat biaya operasional perusahaan,” ujarnya.

Dikatakan, dengan sistem ini, Jet Star yang akan mengeluarkan biaya operasi terbangnya. Nanti kalau hasilnya bagus baru kami membuka rute sendiri.  Saya tidak mau mengumbar pembagian hasil dari sistem code share dengan Jet Star ini. Yang jelas, potensi bisnis sistem ini sangat tergantung dari kesepakatan antara Garuda dengan masing-masing maskapai.

“Sambil menunggu perkembangan, Garuda Indonesia akan lebih fokus mengembangkan rute domestik. Erik mengaku sudah menyiapkan dua strategi khusus untuk menggarap potensi bisnis penerbangan di Tanah Air,” katanya.

Ditambahkannya, pertama, membuka rute yang menghubungkan daerah terpencil dengan memakai pesawat jet baling-baling ATR 72-600. Kedua, membuka penerbangan langsung antar kota-kota besar di Indonesia. Sebenarnya ini sudah mulai  kami lakukan pada semester satu tahun ini dan akan terus kami lanjutkan pada semester II ini.

“Namun saya masih merahasiakan rute domestik baru yang bakal dibuka. Sejauh ini dua strategi tersebut cukup banyak menarik minat para penumpang Garuda Indonesia.  Contoh rute langsung antara Makasar–Yogyakarta yang hampir selalu penuh setiap penerbangannya. Selain mengerem ekspansi ke luar negeri, Garuda Indonesia juga memutuskan untuk mengoreksi jumlah tambahan pesawat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, semula, perusahaan ini ingin mendatangkan sebanyak 27 pesawat di tahun ini. Namun dipangkas menjadi 24 pesawat saja. Langkah ini, adalah sesuatu yang lumrah bagi Garuda Indonesia untuk lebih berhemat ditengah kondisi ekonomi global yang masih belum siuman. Meski begitu, ia tidak sepenuhnya membenarkan bila sederetan rencana bisnis tersebut untuk mengantisipasi merosotnya kinerja keuangan GIAA di semester satu 2014. (*/kontan)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.