Gelar Reunion Bali Yacht di Buleleng, Para Yachter Disambut Lovina Festival 2018

Bali (Paradiso) – Buleleng kedatangan tamu istimewa. Puluhan kapal yacht mulai berlabuh di perairan Lovina Buleleng.

Puluhan yacht dari berbagai negara berkumpul di Pantai Lovina Buleleng Bali utara itu hadir untuk menggelar even yang bertajuk “Reunion Bali Yacht (RBY) 2018” yang dipusatkan di Buleleng. Reuni yachter itu berskala internasional pertama kalinya digelar

Kapal-kapal yacht sendiri sudah mulai berlabuh di Buleleng sejak Minggu (23/9) dan rencananya mereka akan berada di Buleleng hingga Minggu (30/9) mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan, sedikitnya sudah ada 84 yacht yang pernah datang ke Buleleng tahun 2003 hingga 2017 sudah mengkonfirmasi untuk hadir ke Kabupaten Buleleng, yakni Sail Indonesia sebanyak 47 yatch dengan membawa 136 orang, Wonderful Sail to Indonesia sebanyak 22 yacht yang membawa 44 orang, Sail Darwin sebanyak 15 yacht membawa 30 orang.

“Juga ada peserta reuni yang akan datang ke Buleleng dengan menggunakan pesawat terbang yakni sebanyak 75 wisman,” katanya

Di Buleleng, selain berbagi pengalaman, para yachter ini nantinya akan hadir untuk menyaksikan gelaran Lovina Festival (LovFest) 2018, 26-29 September 2018.

Lovfest ini dimeriahkan dengan pementasan Tari Rejang massal dan penyulutan obor api sepanjang Pantai Bina Ria Lovina. Dan tidak sekedar menyaksikan kesenian dan hiburan, tapi juga bisa mengikuti aktivitas pelestarian dan konservasi alam.

“Nanti akan dilaksanakan juga restocking, penurunan patung penari ke dasar laut, pelepasan tukik, penanaman pohon dan pelepasan burung. Kami mengajak para yachter ikut peduli lingkungan dan membantu mempromosikan wisata bahari di Bali Utara,” jelasnya

Mereka juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di kabupaten Buleleng. Mulai dari mengunjungi Museum, wisata alam di Desa Menyali Kecamatan Sawan dan beberapa Desa di Kecamatan Sukasada, ataupun melaksanakan wisata spiritual dengan mengunjungi beberapa Pura seperti Pura Desa Adat Pakraman Buleleng dan Pura Beji di Desa Sangsit Kecamatan Sawan.

Sementara itu, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata berharap agar area eks Pelabuhan Buleleng terus ditata.

“Di sekitar Bali ini, ada potensi kedatangan sampai 5.000 yacht yang berasal dari Australia, Selandia Baru, Songapura dan Malaysia. Belum yang lain, Bali Utara merupakan sentral lintasan rally yacht dari lima pintu masuk, baik dari Australia, Papua Nugini, Filipina, Malaysia dan Singapura. ini potensi yang sangat besar. Kami berharap ex Pelabuhan Buleleng ini akan menjadi sebuah marina. Sehingga yacht itu bisa datang kapan saja. Bukan hanya pada event-event tertentu,” ujarnya

Pria yang juga Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata juga membuat para yachter betah selama berlabuh di Buleleng.

“Kita sambut para yachter dengan acara Gala Dinner di area eks Pelabuhan Buleleng. Kita buat nyaman saat mereka berlabuh disini. Ini sangat penting demi perbaikan pariwisata Buleleng ke depan,” lanjutnya

Selain itu, imbuh Indroyono juga telah disiapkan seorang commodore yacht service di buleleng. “Ini penghubung para yachter, mereka saat ini bisa datang 24 jam sehari, atau 30 hari dalam sebulan atau 12 bulan dalam setahun.Intinya,bisa datang setiap saat. Sdr Kadek telah kita tunjuk sebagai commodore yacht service disini.Dia akan membantu segala keperluan para yachter,“ ujarnya

Menpar Arief Yahya juga langsung meng-apresiasi. “Para yachter atau petualang laut ini datang dari berbagai latar belakang pelayaran seperti Sail Indonesia, Wonderful Sail to Indonesia, maupun Sail Darwin. Kebanyakan dari Australia. Ada juga yang dari Amerika, Jerman, Inggris, dan Perancis. Ini momen yang sangat baik untuk kemajuan pariwisata Buleleng dan Bali Utara,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.