Genjot Pasar Australia, Kemenpar Sales Mission Wisata Bahari ke Sydney dan Perth

Jakarta (Paradiso) – Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan uniknya tidak seperti negara lain di dunia, luas wilayah lautnya dua pertiga total luas wilayah Indonesia. Fakta tersebut digabung dengan keunikan lokasi geografis Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai surga bagi wisman yang ingin berlibur dengan tema bahari.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan, wisata bahari seperti menyelam atau diving semakin populer diminati wisman, dan Indonesia menjadi primadona bagi para wisman yang memburu pantai-pantai indah dan titik-titik selam terbaik di dunia.

“Dalam upaya mempromosikan potensi bahari khususnya ke pasar Australia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara “Wonderful Indonesia Sales Mission Bahari Australia” pada 12 September 2017 di Doltone House, Hyde Park, Sydney dan 14 September 2017 di Pan Pacific Hotel, Perth,” ujar I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Pitana mengungkapkan kegiatan tersebut untuk mendongkrak salah satu pasar wisata bahari terbesar wisman ke Indonesia yaitu Australia. “Berdasarkan data Passenger Exit Survey (PES) 2016, 65,45% wisman Australia melakukan aktivitas wisata bahari ketika berkunjung ke Indonesia atau dengan kata lain aktivitas paling banyak dilakukan dibandingkan wisata ekologi dan petualangan,” ungkap Pitana di Jakarta, Kamis (6/9/2017).

Kesempatan sama, Vinsensius Jemadu menambahkan, paket-paket wisata bahari dari mulai paket akomodasi sampai paket menyelam di berbagai destinasi unggulan Tanah Air ditawarkan kepada masyarakat Australia pada kegiatan sales mission tersebut.

“Tahun ini, Indonesia menargetkan mampu menjaring 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia dari target keseluruhan sebanyak 15 juta wisman pada 2017,” ungkap Vinsensius.

Keunggulan Indonesia sebagai destinasi wisata bahari tidak terbantahkan lagi. Dari segi wisata bawah air, Indonesia adalah rajanya destinasi selam. Indonesia mendapatkan julukan “Amazon in the seas” dikarenakan wilayah bawah lautnya terdapat 70% spesies koral dunia di wilayah yang biasa dijuluki sebagai “The Coral Triangle”.

Hal tersebut juga diamini oleh Ratna Suranti, Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar yang juga seorang diver. “Indonesia memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots tersebar dari Aceh sampai Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Filipina. Tidak hanya secara kuantitas, kualitas destinasi diving Indonesia juga lebih baik,” ungkap Ratna Suranti.

“Indonesia terletak tepat di jantung coral triangle dunia, apa yang penyelam temukan di Filipina dan Malaysia dapat ditemukan di Indonesia, namun apa yang ditemukan di Indonesia belum tentu ditemukan di negara tersebut,” lanjut Ratna Suranti yang sudah menjajal sebagian besar spot diving di Indonesia.

Wisata bahari sendiri dibagi dalam tiga zone, yakni coastal zone atau bentang pantai, lalu underwater zone atau bawah laut dan sea zone atau antar pulau yang biasa menggunakan yacht.

“Bukan hanya pasar Australia, tapi juga Malaysia, Hongkong, Taiwan, dan Korea juga sudah mulai heboh dengan pasar underwater,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Di Indonesia setidaknya ada 10 destinasi marine tourism yang menjadi andalan untuk dipromosikan, terutama untuk underwater world, yakni Bali, Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Alor (NTT), Derawan (Kaltim), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Selatan), Ambon (Maluku), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Oleh karena itu, Menteri Arief Yahya terus mendorong agar kontribusi wisata bahari bagi produk domestik bruto (PDB) semakin signifikan. Apalagi, negeri ini memiliki tiga per empat wilayah maritim dengan kekayaan laut serta keindahan panorama yang tidak tertandingi.

Dengan besarnya potensi wisata bahari Indonesia, Kemenpar berharap menjaring semakin banyak wisman berkunjung ke destinasi bahari Indonesia dan diharapkan kontribusinya akan mencapai 4 juta pengunjung pada 2019 atau 20% dari target 20 juta wisman pada 2019. Selain kegiatan promosi yang biasa dilakukan pada beragam media, kegiatan pameran, sales mission, misi pengenalan destinasi dan festival, berbagai penyederhanaan regulasi bahari dilakukan untuk memperbanyak kedatangan wisman dari segmen ini.

Target tersebut juga didukung oleh kebijakan bebas visa yang diberlakukan bagi 169 negara serta regulasi mengenai pencabutan CAIT –Clearance Approval for Indonesia Territory— untuk yacht dan penghapusan asas cabotage, sehingga cruise dapat menaikturunkan penumpang melalui 5 pelabuhan di Indonesia. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.