Gerbang Udara Baru, Bandara Namniwel Buka Aksesibilitas Pulau Buru

Jakarta (Paradiso) – Bandara Udara Namniwel – Namlea terletak di Kabupaten Buru Provinsi Maluku yang berjarak kurang lebih 23 km dari kota Namlea. Kehadiran bandara Namniwel – Namlea merupakan upaya peningkatan peran transportasi udara di Kabupaten Buru dan Buru Selatan yang diharapkan dapat membuka aksesibilitas masyarakat Pulau Buru.

Bandara Namniwel – Namlea mempunyai fasilitas yang lengkap yang siap melayani penerbangan yang selamat, aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan pesawat udara dari dan menuju pulau Buru.

Gedung terminal Bandara Namniwel memiliki luas 1.242 meter persegi sehingga mampu menampung 150 penumpang setiap harinya. Dengan landas pacu berukuran 1.350m x 30m, bandara ini dapat didarati pesawat jenis ATR-72 dan dengan luas taxi way 185m x 15m dan apron 170m x 45m, mampu menampung 3 Pesawat 2 ATR 72 dan 1 Twin Other.

Dari Bandara Namniwel – Namlea tersedia angkutan antar moda menggunakan bus Damri dengan Rute Bandara Namniwel – Namlea menuju kota Namlea PP dengan jadwal keberangkatan dari kota Namlea 5.30 WIT tiba di bandara 06.00 WIT dan berangkat dari Bandara 07.40 WIT tiba di Kota Namlea 08.10 WIT yang berkapasitas 19 penumpang.

Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Namniwel dilengkapi dengan 2 unit X-Ray Bagasi, 1 unit X-Ray cabin, Walk Through Metal Detector sebanyak 3 unit, Hand Held Metal Detector 6 unit, 1 unit Mobil Pemadam Kebakaran dan 1 unit Mobil Ambulance.

Bandara yang seselai dibangun pada 2015 saat ini telah beroperasi. Maskapai penerbangan yang melayani di Bandara ini adalah Wings Air dengan rute Ambon – Namlea PP 5x seminggu dengan menggunakan pesawat jenis ATR 42 yang berangkat dari Ambon pukul 06.30 WIT tiba di Namlea pukul Namlea pukul 07.00 WIT, dan berangkat dari Namlea pukul 07.25 WIT tiba di Ambon pukul 07.55 WIT.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa Ditjen Hubud akan terus mendorong pengembangan bandara dan jumlah rute dan frekuensi penerbangan yang dilayani oleh Bandara Namniwel. Bandara yang merupakan Bandara pengganti Lapter AURI – Namlea dengan landas pacu 750m x 30m yang hanya mampu di terbangi pesawat jenis Twin Other atau Cassa dan tidak bisa di kembangkan lagi karena berada pada wilayah perluasan pengembangan kota Namlea Kabupaten Pulau Buru.

“Kami dorong supaya bandara-bandara di wilayah timur Indonesia dapat terus berkembang. Dengan kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau, Indonesia memerlukan transportasi udara untuk menghubungkan dan menyatukan wilayahnya”, ujar Polana dengan optimis.

Keberadaan Bandara Namiwel sangat membantu sektor ekonomi dan pariwisata yang sedang dikembangkan di Pulau Buru. Ada beberapa destinasi wisata yang indah dan menarik untuk didatangi diantaranya Pantai Jikumerasa, Pantai Ako dan Air Terjun Waeura. Sedangkan potensi ekonomi yang menjadi produk kebanggaan masyarakat pulau buru diantaranya Minyak Kayu Putih sebagai buah tangan wisawatan yang berkunjung ke Pulau Buru.

Seperti yang di katakan Abu Bakar Soamole salah satu penjual Minyak Kayu Putih di Desa Sawa, Kecamatan Liliyali Kabupaten Buru.

“Sekarang orang datang dan beli Minyak Kayu Putih untuk oleh-oleh. Semoga semakin banyak pesawat dan orang yang datang ke Pulau Buru supaya penjualan saya terus meningkat”, tutup Abu Bakar. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.