Gubenur Koster Tegaskan Arak Bali Harus Saingi Sake Jepang dan Arak China

DENPASAR (Paradiso) – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menekankan komitmen dan upayanya untuk menyelesaikan legalisasi arak Bali. Arak penting bagi masyarakat Bali. Karena itu legalisasi dimaksudkan agar tidak ada lagi pelarangan untuk tidak boleh diperjualbelikan di masyarakat. 

“Untuk kepentingan itu, regulasi sebagai dasar hukum harus kuat. Minuman beralkohol dari luar boleh masuk (Bali, red), masak yang lokal tidak didukung,” kata Gubernur Koster saat menerima audiensi tim Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar beberapa waktu lalu.

Menurut Gubernur, legalisasi arak Bali ini harus diupayakan untuk memacu dan menghidupkan ekonomi kerakyatan di masyarakat. “Pertama harus ada dasar hukum, didukung uji lab dari Badan POM agar tidak ada masalah, terutama dari sisi kesehatan,” ujar pria kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

Setelah nantinya dapat diperjualbelikan sesuai ketentuan yang berlaku, lanjut Gubernur Koster, perlu didukung dengan adanya nota kesepahaman (MoU) antara petani atau penyadap tuak dengan kalangan industri arak, sehingga para petani mendapat nilai ekonomis yang lebih. Dengan kata lain, tidak hanya kalangan industrinya saja. “Ini penting, sebab ini adalah usaha untuk ekonomi kerakyatan,” ucapnya menegaskan.

Gubernur menyebutkan, secara otodidak petani lokal sebenarnya punya kemampuan untuk mem-branding produknya. “Jika rasa, aroma sudah bagus, kemasan harus diperbaiki lagi serta bangun pemasaran. Ini peluang besar yang didukung Pergub No.99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Lokal,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Gubernur yang dikenal dekat dengan masyarakat tingkat bawah itu menekankan bahwa keberadaan arak Bali justru harus bisa menyaingi minuman sejenis seperti Sake dari Jepang atau Arak China. “Harus bisa saingi Sake Jepang dan Arak china, sebagai branding Bali,” kayanya, menandaskan.

Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim menyebutkan, perlu ada wadah untuk mengakomodasi para petani dan industri pembuat arak Bali. “Saran saya, industri jangan hanya berhubungan dengan satu dua petani saja, melainkan sebanyak-banyaknya,” ucapnya. 

Dikatakan, misalnya dengan membuat koperasi atau lembaga lain yang bisa menghimpun para petani, sehingga kelangsungan arak Bali bisa berjalan dengan lebih baik lagi.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.