Gubernur Bali: Travel Warning Australia Berlebihan

Jakarta (Paradiso) – Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meyakini bahwa peringatan melakukan perjalanan liburan (travel warning) ke Indonesia yang dikeluarkan Pemerintah Australia kepada warganya tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kunjungan wisman ke Pulau Dewata.

“Saya kira tidak terlalu banyak karena Bali bagi orang Australia sudah menjadi second home atau rumah kedua. Apalagi kalau di sana lagi dingin, semua juga ke sini. Dikeluarkannya travel warning itu agak berlebihan, meskipun memang hak masing-masing negara untuk mengatur warganya,” ujarnya,

Dikatakan, sejauh ini di Bali khususnya tidak ada masalah dari sisi keamanan, demikian juga dari sisi kesehatan juga baik. Saya menilai larangan berlibur tersebut tidak akan bermasalah bagi Bali karena sesungguhnya tidak spesifik disebutkan larangan ke Bali, mungkin wilayah lain di Indonesia.

“Di sisi lain, saya mengajak masyarakat Bali untuk senantiasa menjaga keamanan wilayah. Kita tidak bisa mengatakan datanglah ke Bali tetapi kita sendiri tidak bisa jaga. Tidak boleh begitu, harus sesuai dengan kondisi objektif kita. Masyarakat tidak perlu khawatir karena di tengah kondisi keterbukaan saat ini, kalau semua berjalan dengan baik dan lancar di Bali tentu tidak akan ada masalah,” katanya.

Ditambahkannya, zaman sekarang kita tidak bisa bohong, realitanya jelas kok, semua bisa dilihat. Kalau semua berjalan dengan baik, lancar, tidak ada masalah, kenapa mesti khawatir. Selain itu, dari dulu Pemerintah Australia bolak-balik mengeluarkan travel warning, tetap saja warga dari Negeri Kanguru itu datang ke Bali.

Sebelumnya, Pemerintah Australia memberikan peringatan kepada warganya untuk tidak melakukan liburan ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Mereka mewaspadai serangan yang akan dilakukan oleh teroris. Menurut mereka, tindakan terorisme bisa terjadi kapan saja. Warga negara Australia selama ini menempati posisi tertinggi kunjungan wisman ke Bali.

Intelijen Sebaiknya Koordinasi dengan Asing

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanudin menyarankan agar intelijen Indonesia berkoordinasi dengan badan intelijen Amerika Serikat dan Australia menyusul travel warning yang dikeluarkan kedua negara. Travel warning yang dikeluarkan Amerika Serikat dan Australia yang menyarankan warganya agar tidak berkunjung ke Indonesia karena berpotensi ada gangguan terorisme.

“Mengapa pihak asing tahu sementara kita kurang informasi. Koordinasi dengan intelijen kedua negara itu juga untuk mempertajam operasi intelijen di dalam negeri. Terkait travel warning dari AS dan Australia, saya meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Dikatakan, saya yakin informasi intelejen yang disampaikan ke kementerian Luar Negeri Amerika bukan informasi asal-asalan dan kemudian kemenlu mereka mengeluarkan travel warning. Hal itu mesti dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*/ant)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.