Harus Dioptimalkan, Buah Lokal NTB Bisa Sejahterakan Masyarakat

MATARAM (Paradiso) – Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengakui potensi alam yang dimiliki oleh provinsi NTB harus bisa dioptimalkan. NTB selain kaya akan potensi laut, pegunungan dan tambang juga memiliki buah-buahan lokal yang layak digarap sebagai potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mantan Panglima TNI itu menyebut, jika masa depan NTB terletak pada potensi buah-buahannya yang istimewa. Sebab, berbagai komoditas buah-buahan yang tumbuh subur di NTB. Di antaranya, manggis, durian dan rambutan. Justru, manggis dari NTB sudah banyak diminati negara lain, yakni China, Taiwan dan Hongkong.

“Jika potensi buah-buahan ini digarap dengan optimal, maka kesejahteraan rakyat NTB akan bisa meningkat,” kata Moeldoko saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mansyuriah, Bonder, Lombok Tengah, Jumat (9/3).

Moeldoko mengatakan, khusus komoditi manggis saat pelaksanaan upacara imlek ataupun kematian, maka negara-negara seperti China, Taiwan dan Hongkong akan menjadikan buah-buahan ini sebagai hidangan wajibnya.

“Kedepan potensi ini harus digarap lebih baik. Wajar, buah manggis asal NTB diburu negara China saat Imlek, karena memang rasanya sangat enak,” ujar Moeldoko.

Namun, Moeldoko mengingatkan agar produk buah di NTB mmeningkatkan daya saingnya. Salah faktor yang dapat meningkatkan daya saing komoditas produk adalah kualitas serta nilai tambah yang mampu dihasilkan. Menurutnya, rendahnya nilai harga beberapa komoditas seperti sayuran dan buah-buahan di NTB karena kualitasnya yang tidak diperhatikan dengan baik.

“Buah yang dijual bisa memilki nilai lebih jika kualitas dan mutunya bisa dipertahankan dengan baik. Jika penataan dan pewadahan buah bisa dilakukan dengan baik, saya yakin harga komoditas tersebut memiliki nilai tambah,” kata Moeldoko.

Moeldoko menyayangkan para pedagang masih banyak yang tidak berupaya mempertahankan kualitas buah yang mereka jual. Menurutnya, bila kualitas tidak bisa dijaga, maka buah di NTB akan sulit untuk diekspor.

“Kondisi tersebut akhirnya membuat harga buah menjadi murah, karena nilai kualitas dan kebersihannya yang berkurang. Akhirnya, keuntungan yang didapatkan para pedagang juga tidak banyak. Jika buah yang dijual terjamin kebersihan, mutu dan kualitasnya, maka komoditas tersebut akan bernilai lebih tinggi,” tuturnya.

Potensi NTB dinilainya sangat besar jika dilihat dari titik berat pembangunan hari ini, Indonesia Timur mendapatkan perhatian yang luar biasa.

“Dulu pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatera. Sekarang, ini Pemerintah mendorongnya ke seluruh Indonesia. Salah satunya adalah NTB,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.