Hasil Survei Tunjukkan Liburan Membuat Orang Berpikiran Terbuka dan Toleran

liburanJakarta (Paradiso) – TripAdvisor mengumumkan hasil-hasil dari rilis terakhir TripBarometer yang fokus pada Psikologi Perjalanan/Psychology of Travel. Ini adalah edisi keempat dari penelitian yang dilakukan dua kali dalam setahun ini, diselenggarakan atas nama TripAdvisor oleh firm penelitian independen Ipsos.

TripBarometer adalah survei wisatawan dan akomodasi terbesar di dunia yang menyoroti negara, wilayah dan tren perjalanan dunia menurut lebih dari 53.000 wisatawan dan pengusaha hotel di dunia, dengan 687 responden dari Indonesia. Laporan TripBarometer: Psychology of Travel/Psikologi Perjalanan mengamati motivasi di balik pilihan berlibur wisatawan, emosi wisatawan dalam beberapa tingkatan saat berlibur dan dampak setelah melakukan perjalanan.

Riset besar Ipsos dalam berbagai sektor memberikan pemahaman atas kebutuhan psikologi yang berbeda dan motivasi yang memberikan dampak terhadap perilaku manusia dalam keadaan dan situasi yang berbeda. Untuk lebih dalam menyelami psikologi perjalanan untuk penelitian ini, wisatawan diminta untuk memilih dua pernyataan yang paling cocokmerepresentasikan hal yang mereka ingin rasakan dari liburan.

Hasil-hasil dari pendekatan ini mengungkapkan bahwa “meningkatkan perspektif” adalah motivasi utama dalam berlibur untuk mayoritas (71%) dari wisatawan dunia, dikuti dengan ‘kebebasan’ (62%), sementara wisatawan Indonesia mendambakan untuk ‘meningkatkan perspektif’ (75%) dan ‘kebebasan’ (69%). ‘Keteraturan’ dan ‘harmoni’ adalah motivasi yang paling tidak penting bagi wisatawan dunia, dengan persentasi hanya sebesar 21% di dunia.

Saat ‘meningkatkan perspektif’ menjadi dorongan utama bagi wisatawan di dunia, ada beberapa motivasi lain berdasarkan kenegaraan; saat wisatawan dari Afrika Selatan, Inggris dan Italia cenderung memilih ‘harmoni’, wisatawan Brasil, Thailand, dan Tiongkok memilih ‘kebebasan’ dan wisatawan Rusia memilih mendapatkan ‘kemewahan’ dari waktu berlibur mereka.

Sebagai responden, pengusaha perhotelan juga diminta untuk memilih pernyataan yang paling tepat untuk merepresentasikan harapan mereka terhadap pengalaman wisawatan saat menginap di hotel mereka. Walaupun ini tidak sejalan dengan motivasi wisatawan saat berlibur, 66% dari pengusaha hotel Indonesia ingin memberikan tamu mereka perasaan ‘harmoni’, bandingkan dengan 73% di dunia. Berita baiknya adalah 60% dari pengusaha hotel Indonesia sudah menawarkan lebih banyak pengalaman yang memberikan tamu kesempatan untuk memperluas wawasan mereka saat mereka berada di tujuan berlibur mereka, sesuai dengan motivasi untuk ‘meningkatkan perspektif’ yang paling diminati wisatawan.

“Wisatawan dari Barcelona hingga Beijing mendambakan pengalaman unik dan menarik. Walaupun liburan mereka hanya beberapa hari atau beberapa minggu, mereka menginginkan melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar menghabiskan waktu di depan kolam,” kata Barbara Messing, chief marketing officer, TripAdvisor.

“Laporan TripBarometer Psychology of Travel menunjukkan bahwa wisatawan ingin liburan mereka menjadi lebih berarti – ini waktunya untuk memperluas wawasan, berbaur dengan budaya lokal dan berbagi pengalaman dengan orang terkasih.”

Edisi TripBarometer ini mengamati emosi yang paling banyak dirasakan wisatawan pada lima tahap perjalanan: pemesanan, kedatangan, selama waktu menginap, keberangkatan dan kembali ke rumah. Kegembiraan memuncak saat mendekati waktu keberangkatan dan kedatangan, dengan wisatawan merasakan paling bahagia saat kembali ke rumah dari berlibur.

54% dari wisatawan dunia melaporkan kalau mereka merasa ‘bersemangat’ di tahap pemesanan. Wisatawan Indonesia kurang bersemangat pada di tahap ini dengan hanya 32% wisatawan yang melaporkan merasa ‘bersemangat’ saat melakukan pemesanan. Untuk wisatawan internasional semangat adalah perasaan yang dominan dirasakan saat tiba di tujuan wisata mereka (55%), sedangkan hanya 39% wisatawan Indonesia merasakan hal yang sama. Kebanyakan dari wisatawan Indonesia (44%) malah melaporkan merasakan ‘berenergi’, dibandingkan dengan 34% wisatawan dunia.

Selama berada di tujuan wisata, kebanyakan dari wisatawan global (45%) dan Indonesia (50%) merasa ‘santai’, namun ini juga merupakan waktu ketika wisatawan mulai merasa ‘bebas’ (global:26%; Indonesia:25%) dan ‘dekat dengan orang terkasih’ (global:24%; Indonesia 36%). Wisatawan merasa ‘puas’ baik saat pulang dari liburan mereka (global:47%; Indonesia:56%) dan saat mereka kembali ke rumah (global:45%; Indonesia: 49%), dengan 36% dari responden global dan 24% dari wisatawan Indonesia juga merasa mereka ‘santai’ setelah berlibur.

Pengusaha hotel memiliki kesempatan untuk menggaet wisatawan saat mereka merasa bersemangat, dan untuk membuat tamu mereka merasa tahu lebih banyak selama masa menginap mereka. Sebagai bagian dari penelitian ini, para pengusaha ditanya mengenai apa yang akan mereka lakukan selama masa menginap tamu untuk menjalin hubungan dengan tamu mereka.

51% dari pengusaha hotel Indonesia mengatakan bahwa prioritas utama mereka adalah memastikan proses pemesanan yang lancar dan efisien dan 42% ingin meminimalisir setiap kemungkinan stress yang muncul saat kedatangan mereka. Namun, banyak yang bisa mereka lakukan untuk memanfaatkan perasaan bersemangat wisatawan mulai dari awal dengan menyediakan informasi lokal mengenai destinasi mereka dan mulai membangun hubungan dengan tamu bahkan sebelum mereka tiba.

Wisatawan sering kali membawa pulang oleh-oleh dari liburan mereka, namun apa lagi? Untuk TripBarometer kali ini, responden diminta untuk memikirkan kembali mengenai perjalanan mereka dan mengungkapkan apa yang akan mereka lakukan sepulang dari perjalanan berlibur mereka.

Sekitar 7 dari 10 wisatawan (global: 66%; Indonesia:72%) melaporkan bahwa kembali dari berlibur membuat mereka segera merencanakan untuk berlibur lagi. Lebih dari sepertiga wisatawan di dunia 38% dan 21% dari wisatawan Indonesia juga memiliki jenis makanan baru. Menurut penelitian ini, wisatawan Asia Tenggara lebih mungkin memiliki pemikiran terbuka dan toleransi, dan belajar hal baru dari perjalanan liburan mereka. Wisatawan Indonesia bahkan adalah salah satu wisatawan yang memiliki pemikiran paling terbuka dan toleran terhadap yang lain (61%), dan belajar hal-hal baru (48%) dari waktu berlibur mereka. Menariknya, 12% dari wisatawan Indonesia melaporkan kalau mereka memulai hubungan baru dan 9% menyatakan bahwa mereka memulai sebuah keluarga karena liburan mereka, bandingkan dengan 8% dan 4% wisatawan global untuk masing-masing pengalaman.

Melihat wisatawan Indonesia berdasarkan kelompok tahap kehidupan, keluarga secara relatif lebih mungkin memperkenalkan makanan atau resep yang mereka coba saat berlibur ke dalam menu sehari-hari (23%) dan jadi lebih terbuka dan toleransi terhadap orang lain (62%). Wisatawan millennial Indonesia relatif lebih terbuka untuk mencoba aktivitas saat berlibur (33%) dan belajar sesuatu yang baru (52%).

Lebih dari setengah pengusaha hotel (global:57%; Indonesia: 61%) menyarankan tamu mereka untuk menulis review online setelah mereka check out dan merekomendasikan hotel tersebut untuk keluarga dan teman. Pengusaha-pengusaha hotel yang mendapatkan tingkat kembali tamu sebesar 76%-100% lebih mungkin untuk memprioritaskan ‘mulai membangun hubungan jangka panjang’ (34%) selama masa menjelang mereka datang hingga masa mereka menginap.

“Hasil-hasil dari TripBarometer menyoroti bahwa pengusaha perhotelan bisa menonjol dalam persaingan dengan memberikan pengalaman yang unik dan memperkaya tamu. Bukan hal yang mengejutkan kalau wisatawan cenderung bersemangat saat memesan dan mempersiapkan perjalanan, namun pengusaha hotel kehilangan kesempatan untuk mengkapitalisasi semangat ini dan mulai untuk membangun hubungan jangka panjang dengan tamu mereka. Hanya sedikit hotel yang saat ini menjadikan hal tersebut sebagai prioritas, namun mereka yang melakukannya juga cenderung menerima kedatangan mereka kembali,” kata Marc Charron, president, TripAdvisor for Business. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.